Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Amerika Potensial Terkena Radiasi Nuklir Jepang

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 18 Maret 2011 12:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Meledaknya instalasi nuklir Jepang tidak lama setelah gempa besar menguncang negeri sakura itu telah menimbulkan ketakutan akan terjadinya kebocoran radiasi, yang sangat mungkin akan berdampak luas, tergantung dari keadaan cuaca. Apakah akan terjadi radiasi besar sehingga menimbulkan bencana lain, hal ini menjadi bagian dari masalah meteorologi.

Jepang terletak pada pertengahan lintang bumi belahan utara, seperti halnya Amerika Serikat. Dengan demikian cuacanya didominasi oleh angin barat, namun dengan variasi signifikan di dekat permukaan bumi.

Kemana perginya ‘awan radiasi’ dari Fukushima Daiichi atau Onagawa, sangat tergantung pada pola cuaca saat radiasi di instalasi nuklir tersebut bocor.

Selain itu, kondisi tersebut tergantung pada seberapa tinggi awan bisa mencapai atmosfer. Oleh karena, angin biasanya sangat bervariasi di daerah antara dekat permukaan bumi dan atmosfer, tempat aliran yang mengarah ke timur.

Secara umum, awan radioaktif bisa naik tinggi ke atmosfer, lalu terbang ke arah timur dan timur laut menyeberangi Samudera Pasifik hingga mencapai wilayah Amerika Utara, atau sekitar Alaska  sampai California. Penyebaran awan yang mengandung radioaktif itu juga tergantung pada kondisi atmosfer saat kebocoran radiasi terjadi.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Meskipun awan semacam itu kelihatan tidak berbahaya saat berada di atas atmosfer, namun jatuhnya partikel radioaktif dari awan-awan tersebut harus menjadi perhatian pihak berwenang.

Jika terjadi kebocoran radiasi di dekat permukaan tanah, maka kebocoran itu bisa dipengaruhi oleh angin yang bertiup rendah, yang mudah berubah.

Umumnya selama musim dingin, angin di dekat permukaan bumi di kawasan timur laut Honshu bertiup ke arah lepas pantai atau dari arah barat ke timur. Dalam kondisi seperti itu, radiasi yang terjadi di lapisan atmosfer rendah akan terdorong ke laut. Namun demikian, adakalanya angin bertiup ke arah pantai, dan jika ini terjadi maka tidak diragukan lagi hal itu akan menjadi masalah besar yang harus dihadapi pihak berwenang Jepang.*

Dalam artikelnya di AccuWeather (16/3), meteorolog senior Jim Andrews membuat tabel perkiraan waktu tempuh penyebaran radiasi dari instalasi nuklir Jepang ke kota-kota di pesisir barat Amerika Serikat dengan kecepatan angin 20 mil per jam.

Radiasi nuklir diperkirakan mencapai kota Anchorage, yang berjarak 3.457 mil dari Jepang, dalam waktu 7 hari. Mencapai kota Honolulu (3.847 mil) dalam waktu 8 hari. Tiba di Seattle (4.792 mil) dalam waktu 10 hari, dan di Los Angeles (5.477 mil) dalam waktu 11 hari.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ruhul Islam Sultan Abdul Hamid II (bagian 2)
Tulisan selanjutnya Siap Dilaporkan Dhani, Rizki Mengaku Tenang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?