Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fadilah: Saya Tidak Takut Melawan Amerika!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 April 2011 10:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Setiap manusia wajib berkarya. Berkarya apa saja sesuai dengan kemampuannya. Namun yang harus digaris bawahi, karya yang dihasilkan haruslah bermoral.

Jangan keliru, pesan ini bukan datang dari seorang kiai atau ustad pesantren, ini disampaikan oleh Dr. dr. Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dalam “Seminar Berkarya (SEKAR)” yang diadakan oleh Kementrian Sosial Politik BEM ITS  di gedung Pusat Robotika ITS baru-baru ini.

“Berkarya tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin,” papar perempuan yang sekarang menjadi angota Dewan Penasehat Presiden ini. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk tidak berkarya. Menurutnya setiap manusia, laki-laki ataupun perempuan,  memiliki potensi yang sama untuk bisa berkarya.  Tidak ada perbedaan.

Dalam berkarya, lanjutnya, orang harus memiliki etika, bermoral, dan berani melawan kedzaliman. Jangan sampai berkarya, namun melanggar etika, atau kita lebih mendukung kedzaliman karena tidak berani melawannya.

Dia mencontohkan,  saat menjadi menteri kesehatan RI, segala sesuatu yang dia lakukan merupakan sebuah karyanya untuk bangsa tercinta ini. Dia ingin, rakyat sejahtera dan makmur dengan bercirikan bertubuh sehat dan kuat.  Namun ternyata, ada pihak-pihak yang tidak menginginkan hal tersebut. Ada kekuatan global yang menghegemoni negara ini, katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Serangan asing itu berkeinginan membuat rakyat sakit. Ia menyebutsebagai serangan bernama arus neoliberalisme. Maka dari itu, Fadilah berusaha melawan. Baginya, tidak takut terhadap kekuatan global dan kepentingan asing ini.

“Saya tidak takut melawan Amerika, tapi di track yang benar. Jadi jangan takut!”, ujarnya berapi-api.

Fadilah mengaku, kala itu ia siap menghadapi segala macam resiko. Hal itu dia alami sendiri ketika menulis buku yang berisi perlawanan dan penentangannya terhadap arus neoliberalisme dalam bidang kesehatan.

Banyak pihak yang berupaya agar buku ini tidak beredar di masyarakat. Namun dia berdoa kepada Allah, agar buku ini bisa terbit dan bisa dibaca oleh masyarakat. Dan ternyata luar biasa, Allah mengabulkan doanya.

Buku itu malah meledak di Australia dan terkenal di dunia. Bahkan menurutnya, WHO sekarang mulai berubah, mengikuti usulan di bukunya.

“Ternyata kekuatan global kalah sama Allah,” simpulnya.

Siti Fadilah menyatakan, keberanian yang timbul dilatarbelakangi rasa cintanya pada negeri ini, sebagaimana ia  mencintai anaknya.

Dia mencontohkan, seorang perempuan kalau sudah merindu anak, bisa sangat kuat. Oleh karena itulah, tidak benar kalau perempuan digambarkan sebagai makhluk lemah.

“Kalau sudah merindu anak, seorang perempuan bisa sangat kuat. Bahkan bisa lebih kuat daripada laki-laki,” ujarnya.

Sebelum acara ditutup, dia  meluruskan sebagian pandangan masyarakat yang keliru tentang sosok Kartini, salah seorang pahlawan Indonesia.

Menurutnya, Kartini itu bukanlah pahlawan feminis, yang ingin menyetarakan antara laki-laki dan perempuan. Namun dia adalah pahlawan sejati yang memperjuangkan bangsa Indonesia setara dengan bangsa penjajah Belanda waktu itu. Karena waktu itu rakyat Indonesia dianggap lebih rendah daripada mereka.

Seminar yang diselenggarakan  dalam rangka memperingati hari Kartini ini turut juga mengadirkan tokoh Perempuan Indonesia yang lain, yaitu Shinta Yudisia, Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Jatim, dan Yulyani, mantan angota DPR Jatim.

Peserta yang datang sebagian besar adalah mahasiswa yang berjumlah  sekitar 170 orang yang datang  dari berbagai kampus. Ada yang dari UNESA, UNAIR, UWK, UNIBRAW, dan STAIL.

Sebagaimana diketahui, Siti Fadilah pernah menulis buku berjudul “Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung konspirasi Amerika Serikat dan organisasi WHO”.

Sejak diluncurkan  di Jakarta 6 Januari 2008, buku ini membuat banyak pihak kebakaran jenggot. Buku ini sempat menjadi pembicaraan di berbagai media internasional, karena buku ini dianggap membongkar konspirasi pihak barat terhadap sampel virus flu burung.

Buku ini terbit pula dalam bahasa Inggris dengan judul “It’s Time for the World to Change.” */Luqman Hakim

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua MUI Ajak Umat Berdoa Agar Terbebas dari Film Bathil
Tulisan selanjutnya ICMI akan Dorong Lahirnya Pengusaha Muslim yang Tangguh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?