Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Pembantai Muslim Itu Sesali Pilihan Berkarir di Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2011 18:33 6:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2011 18:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Minggu lalu, mantan pimpinan Bosnia-Serbia tersebut diberikan waktu tambahan untuk mempelajari 32 ribu halaman materi baru dalam sidang pengadilannya di Tribunal Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) Den Haag. Karadzic diadili atas tuduhan kejahatan perang. Sidang akan dilanjutkan 21 Maret.

Sebagaimana diketahui, Radovan Karadzic, presiden masa perang Republik Srpska mewakili diri sendiri di depan sidang ICTY atas 11 tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan selama perang Bosnia tahun 1992 hingga 1995. Perang diperkirakan menewaskan 100 ribu orang.

Beberapa tuduhan yang diarahkan padanya adalah; Pertama, ia dinilai ikut ambil bagian dalam pembunuhan massa Srebrenica, di mana sekitar 8000 pria dan anak lelaki Muslim dibunuh dan sekitar 30 ribu perempuan, anak perempuan, dan orang tua disingkirkan paksa.

Kedua, dinilai ikut ambil bagian dalam pengepungan 44 bulan Sarajevo, ibukota Bosnia-Herzegoniva, di mana penembak gelap dan pemboman menewaskan dan melukai ribuan warga sipil.

Menurut dakwaan, tujuan pemusnahan dan pembunuhan yang terjadi di bawah pimpinan Karadzic adalah untuk ‘menghapus sepenuhnya keberadaan Muslim Bosnia dan Kroasia dari kawasan yang dikuasai Serbia-Bosnia’.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Karadzic ditangkap Juli 2008 di Belgrade, ibukota Serbia. Kala itu dia menggunakan nama samaran Dr Dragan Dabic, yang berprofesi sebagai penyembuh alternatif dan psikolog. Semasa buron, dia sempat menerbitkan sejumlah novel dan buku puisi.

Pemerintah Serbia menangkap Karadzic menyusul tekanan terus-menerus dari Uni Eropa untuk menyerahkan semua tersangka penjahat perang yang diyakini bersembunyi di negara tersebut. Dua tersangka yang banyak disorot, Ratko Mladic dan Goran Hadzic, masih buron.

Pada sejumlah kesempatan selama masa sidang dengar, Karadzic berulangkali menekankan, dia membuat perjanjian dengan almarhum diplomat Amerika Richard Holbrooke bahwa dirinya tidak akan diadili. Namun ICTY menolak klaim imunitas yang diajukan Karadzic.

Selama ditahan di penjara PBB di Scheveningen, wartawan tidak diizinkan mengadakan kontak langsung dengan Karadzic.

Mantan pimpinan Serbia-Bosnia Radovan Karadzic menyesali pilihannya untuk berkarier di bidang politik. Demikian diungkapkan dalam korespondensi emailnya Berikut tanya jawab dalam bentuk korespondensi email dengan Radio Nederland Wereldomroep (RNW).

“Politik mengorbankan 20 tahun paling produktif dalam hidup saya,” tulis Karadzic. “Selama itu saya sudah bisa menulis sejumlah novel dan puisi. Di tahun 90-an saya sempat ragu, apakah memang mau berkarir di politik. Saya tidak akan membuat pilihan itu lagi,” ujarnya. Inilah petikan wawancaranya.

RNW: Jika Anda dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan, apakah Anda akan kembali ke Republik Srpska atau Serbia?

RK: Ralat, bukan ‘jika saya dibebaskan’ melainkan ‘ketika saya dibebaskan’. Ya, saya akan kembali ke Republik Srpska, tapi saya juga ingin menghabiskan waktu di Serbia dan Montenegro. Itu semua tanah air saya. Tapi kemungkinan besar ini ditentukan cucu saya dengan kebutuhan pendidikan mereka.

RNW: Penyambutan seperti apa yang kira-kira akan Anda dapatkan jika kembali ke Republik Srpska atau Serbia?

RK: Mereka yang mencintai saya akan tetap mencintai saya dan mereka yang membenci, akan tetap benci.

RNW: Apa Anda mendapat banyak surat dukungan atau dukungan dalam bentuk lain? Jika ya, dari siapa biasanya?

RK: Ya, saya dapat banyak surat dan pesan dari seluruh penjuru dunia, baik orang Serbia atau non-Serbia. Ada juga yang berbaik hati mengirim karya sastra, puisi dan musik.

RNW: Bagaimana dengan surat yang berisi kemarahan atau ancaman? Anda terima juga?

RK: Tidak. Unit Tahanan PBB melindungi saya dari hal-hal semacam itu.

RNW: Apa Anda merasa dikhianati ‘negara dan rakyat’ Anda, karena Anda ditangkap otoritas Serbia?

RK: Tidak. Serbia tidak pernah berjanji tidak akan menangkap saya. Harapan saya sebenarnya, ada kepentingan nasional yang diuntungkan oleh penangkapan saya, tapi sepertinya mereka tidak mendapat keuntungan apa-apa.

RNW: Apa Anda menyesal tidak menyerahkan diri lebih awal?

RK: Tidak. Yang saya sesali adalah tribunal menolak menghormati perjanjian saya dengan Richard Holbrooke bahwa saya tidak akan diadili.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mirza dan Klaim Wahyu yang Tak Terbukti
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin Minta Presiden Tegur Dipo Alam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?