Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Sinai Minta Kairo Buka Perbatasan Rafah-Gaza

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Februari 2013 10:10 10:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Februari 2013 10:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Semenjak presiden Muhammad Mursy dari Al-Ikhwan al-Muslimun terpilih menjadi presiden Mesir setelah rezim Mubarak tumbang, banyak pihak berharap rakyat Palestina di Gaza akan mendapatkan kelonggaran dari blokade Zionis Yahudi lewat pembukaan perbatasan Rafah oleh Mesir. Namun sekarang, pemerintah Mursy justru merusak terowongan yang menjadi urat nadi penghubung Gaza dengan dunia luar. Tindakan aparat keamanan Mesir membanjiri terowongan-terowongan Gaza untuk menutupnya dipandang lebih sebagai hukuman untuk warga dan bukan tindakan pengamanan, demikian menurut sejumlah pihak di Mesir sendiri.

Muhammad Abdul Fadil Shousha, mantan gubernur wilayah Mesir di Sinai Utara, mengatakan bahwa strategi Mesir membanjiri terowongan dengan air adalah untuk melemahkan strukturnya sehingga runtuh.

Para pemimpin masyarakat di Sinai menyebut pembanjiran terowongan Gaza itu merupakan solusi keamanan yang mengada-ada guna menutupi kegagalan pemerintah Kairo dalam menjaga keamanan di wilayah itu. Di mana tindakan tersebut tidak membuahkan hasil kecuali sedikit, sebab akar masalahnya tidak diselesaikan.

“Tidak ada yang bisa menutup terowongan-terowongan itu. Jika mereka menghancurkannya, terowongan baru akan segera muncul,” kata Marei Arar, salah seorang tokoh Salafy di Rafah, dikutip Egypt Independent (17/2/2013).

Arar mengatakan, upaya menangani krisis keamanan Sinai dengan menyasar terowongan Gaza merupakan gaya lama yang dipakai rezim Husni Mubarak. Di mana solusi menghukum warga sekitar lebih dikedepankan ketimbang mencari solusi yang tidak merugikan warga.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Warga di Sinai sudah banyak menderita dan butuh seseorang yang mau mengeyahkan efek tindakan opresif ini … bukannya menghukum mereka,” kata Arar.

“Solusi dari krisis keamanan di Sinai yaitu negara (Mesir) harus mulai memperlakukan warga Sinai sebagai manusia …. dan mulai menghentikan tindakan opresif serta ketidakadilan yang terjadi selama puluhan tahun,” imbuhnya.

Menurut Arar, selama pemerintah Kairo melakukan tindakan opresif terhadap orang-orang Sinai, maka kekerasan akan terus terjadi di wilayah itu.

Menurutnya, penyelidikan tidak pernah membuktikan bahwa terowongan-terowongan itu adalah sumber masalah keamanan di Sinai.

“Solusinya bagi Mesir adalah membuka jalur perdagangan, maka kami akan menutup terowongan-terowongan itu. Tapi jika harus menutup terowongan, sehingga saudara kami di Gaza mati, maka hal itu tidak bisa kami lakukan,” tegas Arar. [Baca juga berita sebelumnya: Lagi, Mesir Banjiri Terowongan Gaza dengan Air]

Menurut Shousha, membanjiri terowongan dengan air, hanya akan merusak sekitar pintu lubang saja, bukan bagian dalamnya. Di mana hal itu justru akan mempermudah terowongan baru dibuat. Cara efektif menutup lubang itu adalah dengan menembakkan rudal dari udara ke darat. Tetapi cara itu juga tidak mungkin sebab banyak terdapat pemukiman di sekitar terowongan.

Ashraf Ayoub seorang aktivis di Arish justru menyalahkan pemerintah Mesir yang tidak membangun perekonomian di Sinai.

Menurutnya, terowongan-terowongan itu ada justru karena warga setempat ada karena pemerintah tidak memperbaiki kondisi penduduk di Sinai yang dimarjinalkan pemerintah Kairo.

“Upaya itu akan gagal sebab mereka menggunakan pendekatan keamanan di Sinai dan bukannya pendekatan pembangunan,” kata Ayoub.

“Mereka menghancurkan terowongan dan bukan kondisi yang menyebabkan terowongan itu ada. Mereka harus menangani sumber masalahnya, bukan gejalanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ayoub mengatakan, merusak terowongan tanpa memberi alternatif bagi warga Gaza justru akan menyuburkan ancaman keamanan, sebab mereka justru akan mencari jalan lain untuk menerobos perbatasan. Untuk itu solusinya adalah dengan membuka pintu perbatasan Gaza-Rafah. *

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agar Bisa Perkarakan Partai Islam Bangladesh Amandemen UU
Tulisan selanjutnya Tayangan “Berdarah Yahudi, Bernafas Indonesia” yang Dianggap Meresahkan Itu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?