Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Berbuka di Jepang Bisa Kenyang Sampai Subuh

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Juli 2013 21:21 9:21 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Juli 2013 21:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menjalankan bulan suci Ramadhan selama musim dingin di Jepang tampaknya menjadi pengalaman tersendiri bagi umat Islam. Mereka akan menjalani waktu berpuasa lebih singkat dari berbagai negara belahan Eropa maupun Indonesia sekalipun. Hal inilah yang dialami Sayyidah Murtafiah (36 tahun), Ibu tiga anak selama bermukim tiga tahun di Jepang.

“Tiga kali menjalani puasa jatuhnya selalu di musim dingin. Shubuh jam 06.00 kurang dan maghribnya pukul 17.00. Artinya subuh datangnya lama dan berbuka lebih cepat,” katanya kepada hidayatullah.com, Selasa (07/08/2012)  di Jakarta.

Selama kurun waktu 2003-2006, Moenk, begutu sapaan akrabnya, tinggal di kota bernama Aichi-Ken. Kota yang terletak di wilayah Nagoya ini memiliki sebuah masjid bernama Anjou Shi Mosque. Hebatnya, mesjid setinggi tiga lantai itu selalu padat jama’ah selama bulan suci. Bahkan jika masuk hari raya, suasananya akan lebih semarak.

“Kalau Idul fitri, sholat sampai tiga kloter karena membludaknya jamaah. Parkiran mall sampai disewa untuk semua muslim yang sholat,” kenang Moenk yang kini aktif di Komunitas Ngaji Yuk.

Kegiatan keagamaan di Jepang tergolong lumayan aktif. Pengajian seminggu sekali selalu dilaksanakan di sebuah rumah warga negara Sri Lanka. Sedangkan kajian khusus warga negara Indonesia diselengarakan sebulan sekali.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

“Biasanya diadakan di gedung olahraga bernama Taikukan,” ujarnya. Selama di Jepang, Moenk mengaku bekerja secara arubaeto atau paruh waktu.

Ada pengalaman menarik dalam aktivitas keseharian muslimah di Jepang. Menurutnya, muslimah yang selalu berjilbab modis di kota Tokyo justru mengundang kecurigaan bagi warga Jepang. Ibu-ibu Jepang kerap berbisik dengan kata-kata “Tero” terhadap muslimah dengan penampilan seperti itu.

“Maksudnya adalah teroris,” jelasnya.

Namun pemandangan berbeda justru terjadi di kota Anjou. Meski umat Islam di kota ini menonjolkan identitas lebih kental dari Tokyo, mereka tidak merasakan kecurigaan berarti. Padahal Anjou terkenal sebagai kota dengan pengawasan ketat polisi terhadap umat aktivitas umat Islam.

“Setiap hari Jum’at coba deh ke mall, pasti akan banyak ketemu muslimah bercadar,” terangya.

Untuk berbuka, muslim Jepang tidak sulit untuk mendapatkan menu halal. Info tempat makanan halal biasa di-update dari Islamic center di Tokyo, dan disebar keseluruh masjid. Oleh karena itu, muslim Jepang dituntut dekat dengan mesjid agar selalu mendapat perkembangan terkait makanan halal.

“Alhamdulillah, makanan halal mudah didapat, karena suami intens ke masjid untuk shalat berjamaah,” kenangnya.

Menu berbuka puasa di Jepang sendiri sangat menggiurkan. Bubur Kanji khas pakistan, dimasak beramai-ramai oleh muslim laki-laki yang bergantian mendapat tugas memasak di mesjid.

“Kompak banget,” tutur Moenk. Dan salah satu menu spesial berbuka adalah ayam lalkun. Satu potong ayam Kalkun di Jepang sama dengan setengah ayam potong di Indonesia. Mereka bersantap bersama secara kompak sebagai bagian dari ukhuwah Islamiyah.

“Kenyangnya bisa sampe subuh!” tandasnya.

Islam itu makin indah sekali saat kita berada di “negeri orang”. Persaudaraan dan persatuan, serta kebanggan kita sebagai Muslim, benar-benar terasa di kedamaian Bumi Sakura, kenang Moenk yang sedang mendapat tawaran untuk kembali ke Jepang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iktikaf di Masjid Sunda Kelapa, Ramainya Kalahkan Shalat Jumat
Tulisan selanjutnya Ifthar Jama’i Qatar Charity dengan Penyandang Cacat Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?