Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gerakan “Deradikalisasi” Dinilai Menyesatkan Akidah Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2011 11:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Belum lama ini, Masjid Kampus Universitas Gajah Mada Yogyakarta mengadakan acara bedah buku terbitan MUI Surakarta dengan judul “Kritik Evaluasi & Dekontruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslimin di Indonesia.” Sebelumnya, buku ini juga pernah dibedah di masjid Baitul Makmur Sukoharjo (31/07/2011) dan juga di Gedung Pasca Sarjana UMS (16/07/2011) dan rencana akan dibedah pula dibeberapa  kota setelah Syawal.

Pada Acara tersebut dihadiri ratusan jamaah dari beberapa daerah di Yogyakarta, mereka dengan sangat antusias mendengarkan pemaparan dari para Pemateri yang diantaranya; ust. Mudzakir (Pimpinan Ponpes Al Islam Solo), H.M. Lutfie Hakim, SH. MH (Komisi Hukum & Perundang-Undangan MUI Pusat), Dr. Eko Prasetyo, SH. (Dir. PUSHAM UII Yogyakarta).

Sementara itu  Ketua MUI Surakarta Prof Zaenal Arifin Adnan menyampaikan dalam sambutan pembuka acaranya  mengatakan adanya pihak-pihak yang melakukan deradikalisasi dengan cara salah.

”Bahwa Kami sangat prihatin karena ternyata ada pihak-pihak yang mencoba melakukan deradikalisasi, tetapi ternyata salah dalam menerapkan ayat dan hadits.  Ini sangat membahayakan akidah umat Islam.” Ia juga menambahkan, “Buku putih terbitan MUI Surakarta ini juga diminta oleh Kedutaan Amerika sebanyak 15 eksemplar dan alhamdulillah sudah kita kirimkan supaya bisa beredar di sana untuk dipelajari.”

Sedangkan Ust. Mudzakir dalam membedah buku MUI Surakarta ini pada intinya menyampaikan, bahwa dalam acara “Halaqoh Nasional” yang pernah digagas oleh BNPT, di mana sering menggunakan kata radikal tidak sesuai dengan arti sesungguhnya. Menurut Mudzakir, mereka menginginkan supaya umat Islam itu hanya menjalankan ajarannya secara formal saja, yaitu cukup hanya shalat, puasa  dan haji saja dan jangan sampai ada fikiran untuk menegakkan syariat Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Disamping itu, ujar Mudzakir,  ada bebarapa usaha  penyesatan melalui serangan terhadap apa yang mereka sebut  sebagai “Islam radikal “ sedangkan apa yang mereka sebut itu adalah orang-orang yang ingin menjalankan Islam dengan sebenar-benarnya.
Usaha lain dari program deradikalisasi ini, ujar Mudzakir adalah dengan menyelewengkan tafsir dari ayat dan hadits yang berkenaan dengan jihad dan penegakkan syariat Islam agar sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Pemateri lain adalah Dr. Eko Prasetyo, SH.  Dalam paparasannya, menyampaikan, bahwa buku  terbitan MUI Surakarta ini berusaha untuk melawan cara pandang pemerintah dan masyarakat saat ini tentang stereotip  terorisme.

Kenapa disebut ada cara pandang pemerintah? Karena ada cara pandang BNPT, di mana posisi Negara kita sangat tergantung dengan Barat.

Sementara itu, dipihak lain,  pemerintah hampir tidak memiliki prestasi lain.  Sebut saja penanganan masalah korupsi, panggundulan hutan, penanganan bencana  dsb. Naj,  dalam penanganan terorisme saja yang selama ini mereka anggap sebagai prestasi penting.

Sedang  Lutfie Hakim, SH menyampaikan bahwa radikalisme yang dinisbatkan pada ajaran agama Islam merupakan tuduhan yang luar biasa untuk mematikan beberapa idiom Islam.  Di antaranya, pertama; syariat Islam itu sendidi, kedua; daulah islamiyah atau khilafah dan yang ketiga; jihad. Tiga hal ini dinilai Hakim sering dilontarkan dari pihak BNPTdan banyak disosialisasikan ke berbagai daerah.

Menurutnya,  sesorang yang secara sengaja tidak menghendaki syariat Islam dan jihad, maka tidak bisa lagi disebut sebagai seorang  muslim. Demikian pernyataan Hakim sambil mengutip al-Quran surat Al Maidah ayat: 44.*/ Agus

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPTold migrateterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah Berapa Kali Kita Khatam al-Qur’an?
Tulisan selanjutnya Menjadi Muslimah Sekaligus Pengusaha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?