Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putus dari Indonesia, Perempuan Saudi Tolak PRT Asal Maroko

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 22 September 2011 10:46
Bagikan
Perempan Saudi lagi belanja
Bagikan

Hidayatullah.com–Beberapa bulan setelah kaum perempuan Arab Saudi bersatu menentang larangan mengemudi bagi perempuan, kini mereka – terutama yang sudah bersuami – kembali menggelar solidaritas bersama. Kali ini mereka beramai-ramai menolak rencana pemerintah untuk mendatangkan pembantu rumah tangga (PRT) asal Maroko. Apa pasal? Ternyata, kaum perempuan negara Semenanjung Arab itu khawatir dengan kecantikan perempuan Maroko, takut suami mereka tergoda!

Arab Saudi, kini memang tengah mencari alternatif sumber tenaga PRT, setelah pemerintah negara tersebut menghentikan pasokan PRT asal Indonesia beberapa bulan lalu dan  menghentikan pasokan PRT dari Filipina.

Nah, setelah ditimbang-timbang, pemerintah melihat peluang bagus mencari sumber tenaga PRT pengganti ada di Maroko, negara Afrika Utara yang perekonomiannya jauh di bawah Arab Saudi yang memiliki angka pencari kerja yang tinggi.

Kelebihan lain pasti ada, namun tentu pandangan umum bahwa perempuan Maroko cantik-cantik bukanlah termasuk hal yang dipertimbangkan.

Namun, justru soal pandangan umum itu yang membuat perempuan Arab Saudi gerah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sehingga gerakan penolakan terhadap PRT dari Maroko pun digalang. Bahkan, berbeda dengan demonstrasi menentang larangan mengemudi bagi perempuan yang berjalan tersendat-sendat, gerakan menolak PRT dari Maroko sangat cepat menjadi gerakan besar dan luas.

Seperti dilaporkan emirates247.com, Rabu (14/09/2011), pihak Dewan Syura (parlemen Arab Saudi) mengaku sudah kebanjiran tuntutan dari kaum perempuan yang mendesak parlemen memveto rencana pemerintah untuk merekrut PRT dari Maroko, menggantikan PRT asal Indonesia.

“Banyak perempuan Saudi keberatan dengan rencana itu, mereka mengatakan perempuan Maroko cantik-cantik dan ini akan menyebabkan kegelisahan dan kekhawatiran dalam setiap keluarga Saudi,” tulis harian Sharq, dikutip laman emirates247.com.

“Sejumlah lainnya mengatakan perempuan Maroko sangat atraktif, sehingga suami mereka dapat dengan mudah tergoda. Ada juga yang mengemukakan bahwa orang Maroko kuat ilmu sihirnya, sehingga suami mereka bisa saja dipelet.”

Rencana pemerintah beralih ke Maroko terungkap pekan lalu, lewat pernyataan seorang pejabat. “Kami tengah mempertimbangkan beralih (mencari PRT) ke negara-negara yang pemerintahnya mengizinkan para pekerjanya bekerja di luar negeri tanpa syarat. Misalnya Maroko dan sejumlah negara Afrika,” ujar Direktur Komite Rekrutmen Tenaga Kerja pada Saudi Chambers Federation, Saad Al Baddah.

Al Baddah mengakui, untuk saat ini memang pihaknya menghadapi kendala untuk merekrut PRT dari Maroko, karena belum adanya fasilitas pusat rekrutmen yang resmi. “Namun, warga Arab Saudi bisa datang ke Maroko dan merekrut langsung PRT dari sana.”

Hal tersebut dibenarkan seorang pejabat Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi, bahwa pemerintah memperbolehkan perekrutan langsung warga Saudi merekrut PRT Maroko.

“Kami akan menyediakan visa kerja bagi PRT Maroko. Namun, mereka (warga Saudi yang merekrut) harus membawa PRT itu ke kantor pemerintah,” ujar Juru Bicara Kementerian Tenaga Kerja, Hattab Al Anzi.

Sementara itu, pihak agen perekrutan PRT yang tersebar di Arab Saudi mengaku mereka juga tengah mencari dan bernegosiasi dengan sejumlah negara untuk memasok PRT ke Arab Saudi. Namun mereka juga mengakui bahwa banyak perempuan Saudi yang menyatakan tidak berminat terhadap PRT asal Maroko.

“Beberapa orang malah mengancam berhenti dari pekerjaan mereka dan memilih tinggal di rumah, mereka tak sudi membiarkan suami mereka sendirian berada di rumah bersama PRT dari Maroko,” tulis Sharq lagi.

Saat ini, lebih dari 1,5 juta PRT dari Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan sejumlah negara Asia lain serta Afrika bekerja di Arab Saudi.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya The Way We Were (2)
Tulisan selanjutnya Tumbuhkan Cinta, Rangkullah Anak-anakmu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?