Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Selekaran, Tradisi Berangkat Haji di Mataram

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Oktober 2011 13:17
Bagikan
Bagikan

SENIN, (11/10/2011) Manwi (49 th) sibuk melayani tamu yang datang bersama keluarganya. Warga Desa Labulia Jonggat Lombok Tengah ini terlihat menemani 50-an tamu yang memenuhi tempat yang sudah disediakan berupa beberapa lasah panjang (lasah: seperti ranjang tidur yang dibuat dari bambu memanjang ukuran 3×10 m).

Para tamu yang datang dalam rangka ziarah haji ke Manwi yang sehar-hari berprofesi sebagai kusir Cidomo (Sejenis andong).

Kebetulan, Manwi termasuk salah warga yang mendapat “berkah” akibat rumahnya ikut tergusur pembangunan jalan by pas Bandara Internasional Lombok (BIL).

Tapi Manwi tidak sendiri mendapat berkah dari digusurnya rumah mereka. Ada 9 orang yang tahun ini yang berkesempatan menunaikan haji karena nasib baik mereka.

Di antaranya ada pasangan suami istri Kardi (47) dan Sairah (40).

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Persiapan 20 Hari

Menunaikan ibadah haji bagi seorang Muslim tentu merupakan hal yang sangat membahagiakan, sekaligus membanggakan. Termasuk bagi masyarakat Muslim di Pulau Lombok. Provinsi yang sering mendapat julukan “Pulau Seribu Masjid” ini punya tradisi selakaran (bacaan syair barzanji yang dilantunkan ramai-ramai dengan suara yang keras) sebelum keberangkatan.

Tidak tanggung tanggung, selakaran diadakan setiap malam sampai calon jemaah berangkat haji. Bahkan ada yang mengadakan selama 15 atau 20 hari menjelang keberangkatan.

Untuk acara sepeti ini, biasanya, untuk satu malam, bisa dihadiri 3-10 kelompok selakaran. Semuanya, disuguhi kue atau kadang nasi.

Ziarah haji, begitu warga Lombok sering menyebut, adalah mengucapkan selamat kepada calon jemaah haji. Acaranya diadakan antara 15-20 hari sampai yang bersangkutan berangkat ke Makkah.

Sebelum proses ini, di hari pertama, terlebih dahuku diadakan pembukaan ziarah berupa begawe (semacam pesta) yang mengundang semua keluarga, baik yang dekat maupun jauh termasuk masyarakat sekitarnya.

Bahkan untuk biaya ziarah ini, Kardi dan Sairah harus menyediakan konsumsi hingga puluhan juta rupiah. Biaya ini dipergunakan untuk konsumsi ratusan tamu yang akan mengunjunginya setiap malam. Tak sedikit calon jemaah haji ini mengeluhkan kemampuan ekonomi mereka. Sebagian bahkan rela berhutang.

“Tetapi yang namanya tradisi, harus ada, “ ujar calon jemaah yang tak mau disebutkan namanya.

Ibadah haji bagi masyarakat suku Sasak (nama suku asli Pulau Lombok, red) merupakan sebuah ibadah sekaligus prestise di dalam kehidupan bermasyarakat.

Dan biasa, setelah pulang menunaikan ibadah haji, warga Lombok akan merubah namanya. Misalnya, jika sebelumnya bernama Ratnadi, setelah haji, bisa jadi berubah menjadi Haji Rahmatullah. Di kampung, aia akan dipanggil dengan sebutan Tuan di awal namanya. Misalnya Kakak Tuan Rahmatullah.

Selain tradisi selekaran, acara ziarah haji, biasanya juga dibarengi zikir saman, sebuah gerakan mirip pencak silat dengan berkelompok sambil mengucapkan shalawat atau zikir.

Disamping berbagai hal di atas, biasanya calon jemaah haji di Lombok tidak boleh beraktifitas. Kegiatan keseharian calon jemaah haji sebelum berangkat adalah ibadah, mengaji, atau menerima tamu. Termasuk ketika nanti pulang haji, tidak langsung ke rumah tetapi ke Masjid atau Mushalla, dan tinggal di sana selama seminggu.*/Zul, Mataram

Foto: ilustrasi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gagalnya Koalisi Salafy Mesir
Tulisan selanjutnya Facebook Kedutaan AS Pamer Demokrasi ke Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?