Hidayatullah.com–Kedutaan Amerika Serikat di Damaskus sepertinya sedikit geram dengan pemberitaan media Suriah yang meluas tentang aksi demonstrasi rakyat yang mewabah ke banyak kota di Amerika, padahal di AS sendiri beberapa media besar sengaja tidak mau meliput atau menghindari berita tentang aksi demonstrasi itu.
Untuk itu mereka memposting sejumlah gambar dan komentar di laman Facebooknya.
Kedutaan Besar AS di Damaskus, menyindir rezim Bashar Al Assad dalam menangani para demonstran.
Meskipun ada ketidakpuasaan di AMerika dalam masalah ekonomi, tapi hal itu tidak berarti menjadikan polisi menembaki ribuan pengunjuk rasa atau menyiksa demonstran. Sindir Kedutaan AS di Damaskus.
“Sejumlah penyelenggara ‘Duduki Wall Street’ telah ditangkap karena mengganggu ketertiban publik (menghalangi lalulintas), tapi mereka tidak disiksa. Dan tidak ada keluarga yang akan menerima tubuh seorang pengunjuk rasa dengan tanda bekas penyiksaan,” tulis Kedutaan AS di Damaskus, membanding-bandingkan unjuk rasa yang terjadi di AS dengan Suriah.
“Kelompok (pengunjuk rasa) Duduki Wall Street … dapat mengatakan apa yang ingin mereka katakan tentang pemerintah AS tanpa ditangkap atau ditembak,” katanya lagi.
Pesan tersebut mengundang sejumlah reaksi dari publik. Sebagian ada yang mendukung pernyataan Kedubes AS, sebagian lain mengkritisi catatan demokrasi di Amerika.
“Konspirasi AS atas Suriah menjadikannya perang terbuka beberapa bulan lalu — bukalah mata kalian! Orang Suriah tahu dan melihatnya!” tulis seorang komentator bernama Ahmad-Ramez Kasou, seperti dikutip Maan (13/10/2011).
Duta Besar Amerika Serikat untuk suriah Robert Ford, mendapat banyak kritikan tajam beberapa bulan ini oleh para pendukung pemerintah Damaskus, yang menilainya ikut menyulut terjadinya kekerasan di Suriah.
Sebagaimana diketahui, Robert Ford mengunjungi para pengunjuk rasa di pinggiran kota Damaskus, dengan alasan menunjukkan solidaritasnya terhadap demonstran pro-demokrasi.*