Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Sekoci Berkah…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juli 2013 14:51 2:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2013 14:51
Bagikan
Karena bekerja di tempat ribawi masih dianggap bergengsi
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

ALLAH menjamin rezeki bagi seluruh makhlukNya (QS 11:6), tetapi keberkahanNya hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS 7 : 96). Bagaimana kalau lingkungan kerja Anda masih terlibat dalam kegiatan yang berbau riba, gharar, maisir, suap, korupsi dlsb. yang mengindikasikan pelanggaran terhadap keimanan dan ketakwaan ? Idealnya Anda tinggalkan segera, tetapi bagaimana kalau belum bisa ? Sekoci Berkah barangkali bisa menjadi jawabannya.

Logikanya begini, bila di tempat kerja Anda itu masih melibatkan hal-hal yang bertentangan dengan keimanan dan ketakwaan – maka digaji berapapun Anda – itu hanya menjadi rezeki bagi Anda – yang memang sudah dijamin oleh Allah. Tetapi untuk menjadi rezeki yang diberkahi? Kecil kemungkinannya karena syarat utamanya – yaitu iman dan takwa seperti dalam ayat tersebut di atas – tidak terpenuhi.

Meskipun sudah jelas keharaman bunga bank, asuransi, dan lembaga keuangan lainnya – yang konvensional misalnya (Fatwa MUI no 1 tahun 2004) – berapa banyak saudara kita muslim yang berani serta merta meninggalkan pekerjaannya di industri perbankan, asuransi dan sejenisnya? Setahu saya sangat tidak banyak.

Demikian pula saudara-saudara kita yang bekerja di perbagi bidang lainnya yang harus suap sana-suap sini untuk melancarkan usahanya. Berapa banyak yang berani berkata tidak – dan kemudian sungguh-sungguh menjalankannya? Dengan maraknya kasus yang ditangani KPK – nampaknya tidak banyak juga yang bisa bersih dari kasus suap, korupsi dan sejenisnya.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Tetapi masih mending di bidang suap dan korupsi – yang paling tidak semua pihak di negeri ini sudah setuju bahwa ini harus diperangi dan dihentikan – tinggal implementasinya. Untuk kasus Riba – meskipun MUI sudah mengharamkannya – belum ada pihak yang secara terbuka memerangi riba ini di negeri ini.

Belum ada lembaga seperti KPK – misalnya KPR (Komisi Pemberantasan Riba) yang tugas utamanya memberantas riba dan kemudian juga mencegah kemunculan riba baru dalam berbagai bentuknya.  Malah yang ada sebaliknya, industri keuangan yang melibatkan riba-pun masih merasa nyaman mengiklankan secara terbuka produk-produk yang sudah jelas ke-haraman-nya ini.

Walhasil, tidak mengherankan bila di negeri yang hijau royo-royo ini, negeri dengan potensi biomassa terbesar di dunia dan dengan biodiversity yang juga terbesar – sejumlah bahan pangan masih harus diimpor dengan harga yang kelewat mahal. Mengapa demikian? Prasyarat keberkahan sebagaimana ayat berikut nampaknya belum terpenuhi.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al A’raf [7]:96).

 Karena bekerja di tempat ribawy masih dianggap bergengsi, demikian pula usaha-usaha yang melibatkan suap dan korupsi masih dianggap umum – bagaimana bila Anda yang sudah menyadari hal ini dan ingin mengambil langkah meninggalkannya?

Idealnya yang Anda lakukan adalah meningkatkan keimanan, karena dengan keimanan ini Anda akan yakin dengan janjiNya. Anda akan berani langsung meninggalkan pekerjaan Anda (yang mengandung riba dlsb) karena yakin dengan ayat berikut :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).” (QS Hudd [11] :6)

Bila yang ideal ini terasa berat betul, Anda dan keluarga belum siap. Maka dapat ditempuh langkah second best-nya yaitu dengan melakukannya secara bertahap. Tahap pertama adalah apa yang saya sebut Sekoci Berkah.

Ini adalah usaha kecil atau pekerjaan kecil yang bisa Anda lakukan di sela-sela pekerjaan Anda saat ini. Atau bisa juga dilakukan oleh keluarga Anda, istri, anak dlsb. Biar kecil tetapi make sure bahwa yang satu ini benar-benar bebas dari segala bentuk riba, suap dlsb.

Tahap kedua adalah ketika yang kecil ini mulai memberikan hasil, maka utamakan Anda dan keluarga hanya makan dari usaha atau pekerjaan yang kecil ini. Jangan remehkan yang kecil ini, karena bisa jadi justru yang kecil inilah yang berkah.

Tahap ketiga adalah usaha kecil yang insyAllah berkah dan daripadanya Anda makan ini, jadikan dia sebagai dua momentum sekaligus.

Pertama, adalah momentum untuk membuktikan bahwa Anda bisa membebaskan diri dari jeratan riba dan sejenisnya.

Kedua, momentum untuk banyak-banyak berdo’a kepada Allah untuk diberi kekuatan dan keberanian untuk meninggalkan pekerjaan Anda sebelumnya secara keseluruhan.

InsyaAllah do’a Anda akan lebih berpeluang dikabulkanNya kini karena yang Anda makan sudah bebas dari riba dan sejenisnya. Sejumlah teman yang berpengalaman membuat Sekoci Berkah ini bersedia share pengalamannya dengan Anda – bila Anda membutuhkannya. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berdoakekuatankeluarpekerjaanribasekoci
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR: Bentrok Kendal karena Aparat Biarkan Praktik Judi
Tulisan selanjutnya Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Terberat Kasus Manning

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?