Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dalami Islam dengan Baik, Cara Bentengi Paham Liberal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2012 11:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah –Pengasong paham liberal di Indonesia hanyalah segelintir orang, namun kerusakannya bisa mempengaruhi ribuan orang. Karenanya remaja Islam diharapkan bisa membentengi diri agar tak ikut terpengaruh kerusakan ini.

Menurut Aditya Abdurahman Al Hafidz, anggota komunitas Underground Ghurabaa (Militant Tauhid), paham liberal bisa menyerang seseorang tanpa ia ikut aktif dalam kajian atau organisasinya.

“Liberalisme itu sebuah gerakan pemikiran yang bukan organisasi namun tetap terorganisir. Keanggotaan mereka cukup dinilai dari kesamaan persepsi baik masalah hermeneutika ketuhanan, dan gaya hidup pluralisme, ketika Anda menyepakati bahwa semua tuhan adalah sama, cukup sampai di situ saja kita sudah jadi bagian dari gerakan liberal,” jelas Aditya yang juga seorang dosen di beberapa perguruan tinggi di Surabaya.

Menurut Muhammad Al Khatatth, Sekjen Forum Umat Islam (FUI), sebenarnya para pengasong paham liberal hanya bagian kecil orang.

“JIL itu hanyalah bagian dari tools kecil skenario besar gerakan liberal yang sesungguhnya di Indonesia.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun bagi Aditya, persoalan bukan kecil atau besarnya. Atau apakah dia anggota Jariangan Islam Liberal (JIL) atau tidak. Namun yang harus dilihat itu adalah paham liberal itu yang menjadikan seseorang itu berfikir dan beramal.

“Dengan atau tanpa label JIL, yang tidak kalah berbahayanya adalah ketika kita justru telah menjalankan nilai nilai liberal tanpa kita sadari” tegas Aditya Abdurahman.

Bagaimanapun serunya perdebatan masalah ini, namun cara cerdas telah dilakukan oleh Adnin Armas dan Ahmad Qadratu.

Menurut Adnin Armas, Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), ada banyak hal yang bisa dilakukan agar remaja Islam terhindar dari paham berbau liberal. Nanun pencegahan liberalisme paling awal dimulai dari diri sendiri. Yakni usaha untuk serius memperdalam ilmu Islam yang benar dan mengamalkannya secara istiqomah. Itulah cara paling mendasar yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang paham mengenai ancaman liberalisme terhadap Islam.

“Selagi masih muda, saya berharap ada gerakan internalisasi yang istiqomah dilakukan. Jadi berkumpullah berbagai individu untuk melalukan internalisasi diri, mulai dari jihad melawan hawa nafsu, mumpung masih muda itu juga utama untuk dilakukan. Menolak kesesatan dan kekeliruan itu penting, tapi juga tidak kalah penting untuk kita memperbaiki diri dan menjadi contoh bagi masyarakat,” ujarnya dalam acara diskusi bertajuk, “Islam Versus Liberal” yang diselenggarakan Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar, Ahad, (18/03/2012) lalu.

Selain itu, pria yang merupakan salah satu anggota dari Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini juga mengatakan, agar kaum Muslim tidak mempercayakan dan menyandarkan masalah keilmuan Islam kepada orang yang belajar Islam pada kaum orientalis atau orang di luar Islam.

Sementara itu, Ahmad Qodratu mantan Ketua Umum YISC Al-Azhar periode Januari 2006 – 2007, yang pernah berpengalaman menangani kasus paham liberal punya cara pencehagan cukup menarik.

Untuk mengantisipasi ini, ia mendirikan Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI). Melalui lembaga keilmuan ini, ia intensifkan dialog dan diskusi dengan menghadirkan pakar-pakar pemikiran.

“Jika seseorang menggunakan hermeneutika dan akal di atas al-Qur’an dan As Sunnah, maka dipastikan itu liberal, lalu kami hadirkan ustad-ustad yang memang memiliki kapasitas dalam memahami ilmu mengenai liberalisme ini,” ujarnya kepada hidayatullah.com.

Apapun pendapat nara-sumber ini, yang perlu dicatat adalah liberalisme adalah paham berbahaya yang menyerang pemikiran seseorang. Karena itu, cara bijak melawannya adalah dengan melakukan kajian, diskusi dan produk pemikiran penawarnya.*/thufail

Keterangan foto: Seorang tokoh liberal, Profesor studi Islam di Virginia Commonwealth University, Amina Wadud yang pernah membuat sensasi dengan menjadi imam Shalat Jumat dengan makmum 40 pria dan 60 wanita bercampur-aduk di Synod House, gereja Katedral St. John milik keuskupan di Manhattan, New York tahun 2005 yang dipuji media massa Amerika. 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamJILMedia Islamold migrateorientalis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Mesir Bebaskan Para Tokoh Jamaah Al Islamiyyah
Tulisan selanjutnya Sebab Putusnya Kaki Az Zamakhsyari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?