Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muak dengan Barat, Puisi Gunter Grass Kritik Israel

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2012 11:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gunter Grass, penerima hadiah Nobel bidang sastra asal Jerman, hari Rabu (04/04/2012) menerbitkan puisi barunya, berisi tudingan atas Israel yang ingin melenyapkan Iran.

Dalam puisinya berjudul “Was gesagt werden muss” (Apa yang harus dikatakan), yang dimuat harian Sueddeutsche Zeitung dan beberapa media Jerman lainnya, Grass menulis bahwa dirinya khawatir Israel akan melenyapkan rakyat Iran dalam serangan pertama, terkait konflik seputar program nuklir Teheran.

“Apa yang ingin aku katakan sekarang, saat usia telah senja dan dengan tetesan tinta terakhirku: kekuatan nuklir Israel berbahaya bagi perdamaian dunia yang memang sudah rentan,” kata penyair Jerman berusia 84 tahun itu, yang mendapat Nobel sastra pada tahun 1999, sebagaimana dikutip Der Spiegel.

Dalam baris selanjutnya ia menjelaskan sikap diamnya selama ini. Grass mengatakan bahwa ia takut dituding bersikap anti-Semit, sehingga dirinya menghindari mengkritik Israel secara terbuka.

Hal itu patut dimengerti, sebab Grass adalah seorang mantan anggota Nazi Waffen SS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, karena ia takut kritikannya itu akan terlambat, terlebih karena negaranya sudah sepakat untuk menjual kapal selam kelas Dolphin yang berkekuatan nuklir kepada Israel, maka Grass mengeluarkan uneg-unegnya.

“Aku berjanji: aku tidak akan lagi diam, karena aku sudah muak dengan kemunafikan Barat.” tegas Grass dalam puisinya.

Puisi Grass tersebut tentu mendapat kritikan dari kelompok Yahudi dan pendukungnya.

Koran Die Welt yang sepertinya sudah mendapatkan salinan puisi Grass lebih awal, pada hari yang sama memasang tanggapan Henryk Broder, wartawan Yahudinya yang paling terkemuka.

Dalam editorialnya Broder menyerang Grass dengan menulis, “Grass selalu punya masalah dengan Yahudi, tetapi hal itu tidak pernah diutarakannya secara jelas seperti yang diungkapkannya dalam puisi ini.”

Lebih lanjut Broder menulis,” Grass senantiasa memiliki kecenderungan megalomania, namun saat ini dia benar-benar gila.”

Broder mengkritik pernyataan Grass dalam sebuah wawancara tahun 2011, di mana Grass mengatakan bahwa usai Perang Dunia II pasukan Jerman sebanyak 6 juta “dibekukan” oleh Soviet. Broder merasa Grass mengada-ada, tidak lain karena angka 6 juta adalah angka yang sama yang diklaim Yahudi tentang jumlah korban holocaust.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wamenag: MIUMI Harus Jadi Jembatan Kaum Muslim
Tulisan selanjutnya Tempuh Jalan Haram Tak Menambah Jatah Rizki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?