Hidayatullah.com–Pusat Studi HAM “Al-Mizan” memperingatkan bahaya nyata akibat terputusanya listrik di Jalur Gaza terhadap kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Lembaga ini menilai bahwa sikap membiarkan dan masa bodoh serta tidak segera mengambil langkah solutif yang sesuai untuk menjamin suplai aman dan mencukupi bagi energi listrik di sana akan menyebabkan menurunnya kondisi kemanusiaan yang sangat drastis.
Terutama jika krisis ini berlanjut hingga hingga musim panas di mana suhu panas akan naik. Ini tentu akan menimbulkan kerugian ekonomi lebih banyak.
Masalah terputusnya listrik di Jalur Gaza yang berlangsung tiap hari hingga hari keenam secara berturut-turut setelah Israel menyerang stasiun pembangkit listrik satu-satunya di Jalur Gaza pada Juni 2006.
Sehingga penderitaan warga sipil semakin memilukan karena seakan mendapatkan sanksi massa yang kejam dari Israel yang bertentangan dengan undang-undang kemanusiaan internasional.
Al-Mizan menegaskan dalam laporannya dengan tajuk “Pengaruh terputusnya listrik terhadap kondisi HAM di Jalur Gaza” bahwa layanan listrik di Jalur Gaza mengalami masalah teknis yang sulit dan masalah terkait dengan tindakan Israel. Selain menghancurkan sarana dan alat listrik, Israel juga menghalangi renovasi terhadap alat-alat yang mereka rusak atau menghalangi suplai solar ke pembangkit listrik.
Lembaga ini menegaskan bahwa disamping data-data obyektif terkait tindakan Israel, terutama terkait politik sanksi massal, blokade, hingga membidik operator sipil dan infrastruktur, ada penyebab yang memperparah yakni perpecahan internal Palestina dan konflik kepntingan dan tarik ulur antara kelompok. Sehingga krisis ini semakin tajam dan berbahaya dalam hal pelayanan listrik untuk rakyat.
Kondisi yang paling di Jalur Gaza soal listrik adalah selama 11 jam dan terkadang hanya 6 jam ada aliran listrik selama 24 jam.
Kebakaran
Sementara itu, pekan lalu, seorang pria tewas beberapa jam sebelum pernikahannya pada Ahad (22/4/2012) kemarin di Utara Jalur Gaza akibat inhalasi asap. Korban yang bernama Ayman Sammur tersebut keracunan karbonmonoksida dari sebuah generator listrik yang dioperasikan di sebuah ruangan kecil.
Kedua saudara lelakinya pun dikabarkan tewas akibat sengatan listrik di wilayah Zaytoun, kota Gaza. Muhammad al-Burno, 23 dan saudaranya Mahmoud, 21, terkena sengatan listrik saat sedang memasang line internet di dekat jaringan listrik.
Kecelakaan listrik di Jalur Gaza semakin meningkat setelah wilayah ini mengalami krisis listrik. Untuk memasok listrik dan pencahayaan, penduduk banyak mengandalkan generator listrik juga lilin yang tidak jarang malah menimbulkan kecelakaan.
Selama bulan Januari-Februari saja, terdapat 85 peristiwa kebakaran yang antara lain disebabkan oleh ledakan generator, kebakaran transformer, kebakaran dari lilin yang dipakai sebagai sumber penerangan, dan kerusakan kabel listrik.*