Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dubes AS: ‘Israel’ Punya Hak Merampas Wilayah Tepi Barat

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Juni 2019 05:24 5:24 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 Juni 2019 05:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Duta Besar Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa ‘Israel’ memiliki hak untuk merebut setidaknya beberapa pemukiman ilegal Tepi Barat, dalam komentar yang kemungkinan akan meningkatkan oposisi Palestina terhadap rencana ‘perdamaian versi AS’.

Menurut Friedman, bagian dari pembajakan Tepi Barat adalah sah.

Dalam sebuah wawancara yang dimuat New York Times pada hari Sabtu, Duta Besar David Friedman mengatakan bahwa beberapa tingkat aneksasi Tepi Barat akan sah.

“Dalam keadaan tertentu, saya pikir ‘Israel’ memiliki hak untuk mempertahankan beberapa, tetapi tidak semua, Tepi Barat,” katanya dikutip Time of Israel.

‘Israel’ mencaplok tepi Barat dan Jerusalem Timur dari Jordan dalam Perang 1967. Palestina mengklaim daerah ini sebagai bagian dari negara masa depan.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Friedman telah menjadi pendukung yang kuat pemukiman ‘Israel’, yang di pandangan dunia internasional sebagai ilegal.

“Dalam keadaan tertentu,” Friedman kepada New York Times, “saya pikir ‘Israel’ memiliki hak untuk mempertahankan beberapa, tapi tidak mungkin semua, dari tepi Barat.”

Sambutannya menarik kritik cepat dari kelompok lobi liberal Yahudi, J Street.

“David Friedman sekali lagi membuat jelas bahwa ia bertindak bukan sebagai Duta besar AS untuk ‘Israel’, tetapi sebagai Duta gerakan pemukiman ke Amerika Serikat,” kata Presiden J Street, Jeremy Ben-Ami, dalam sebuah pernyataan.

“Pada dasarnya memberikan pemerintah Netanyahu lampu hijau untuk memulai secara sepihak mencaplok wilayah Palestina di Tepi Barat mendukung pelanggaran mencolok hukum internasional.”

Selama kampanye untuk pemilihan umum pada bulan April, PM Benjamin Netanyahu berjanji untuk secara bertahap mencaplok semua permukiman Yahudi Tepi Barat, sebuah langkah yang lama didukung oleh hampir semua anggota parlemen dalam aliansi partai sayap kanan dan keagamaan, dan mengatakan ia berharap untuk melakukannya dengan Dukungan AS.

Friedman, dalam wawancara dengan New York Times, menolak untuk menyebutkan secara spesifik bagaimana AS akan menanggapi pencaplokan ‘Israel’ secara sepihak, dengan mengatakan: “Kami benar-benar tidak memiliki pandangan sampai kami memahami berapa banyak, pada istilah apa, mengapa itu masuk akal, mengapa apakah itu baik untuk ‘Israel’, mengapa itu baik untuk wilayah ini, mengapa itu tidak menciptakan lebih banyak masalah daripada menyelesaikannya … Ini semua adalah hal-hal yang ingin kita pahami, dan saya tidak ingin berprasangka.”

Pada bulan Desember 2017, Presiden AS Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota ‘Israel’. Ia memindahkan kedutaannya, dipimpin oleh Duta Besar Friedman, ke Baitul Maqdis itu pada Mei 2018.

Pada bulan Maret, tak lama sebelum pemilihan umum ‘Israel’, Trump mengakui kedaulatan ‘Israel’ di Dataran Tinggi Golan. Juga pada bulan Maret, untuk pertama kalinya, pemerintahan Trump berhenti menyebut Tepi Barat istilah “diduduki” dalam laporan tahunan Departemen Luar Negeri tentang hak asasi manusia di seluruh dunia.

Dalam wawancara Times, Friedman menyalahkan pemerintahan Obama karena mengizinkan PBB untuk mengeluarkan resolusi pada 2016 yang mengutuk permukiman ‘Israel’ sebagai “pelanggaran mencolok” hukum internasional dan “hambatan utama” terhadap visi “dua negara yang hidup berdampingan” sebuah usulan Barat yang tak pernah diterima rakyat Palestina.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASBaitul MaqdisDavid FriedmanisraeljerusalempalestinaTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aji Mumpung di Tanah Haram
Tulisan selanjutnya Ditemukan 12 Mayat Muslim yang Terbunuh di Perang Bosnia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?