Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Kota Al-Quds Akan Diganti Menjadi Yerushalaim?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juli 2009 17:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Israel berencana menyingkarkan nama-nama kota dalam bahasa Arab dan Inggris yang tertulis di papan petunjuk jalan, dan hanya meninggalkan nama kota dalam bahasa Hebrew.

“Menteri Transportasi Yisrael Katz yang mengambil keputusan itu dan akan segera diimplementasikan,” kata seorang juru bicara kepada AFP Senin (13/7).

Dalam rencana baru itu hanya nama kota besar, kota kecil, dan desa, yang menggunakan bahasa Hebrew, yang ditulis di papan nama jalan.

Sekarang ini papan nama jalan yang dibuat Israel dituliskan dalam 3 bahasa, Arab, Inggris, dan Hebrew.

Jerusalem ditulis Yerushalaim dalam bahasa Hebrew, Jerusalem dalam bahasa Inggris, dan Al-Quds dalam bahasa Arab (di samping itu juga ditulis Yerushalaim dengan huruf Arab).

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Namun dengan adanya rencana tersebut, kota suci Al-Quds hanya akan dituliskan sebagai Yerushalaim dalam 3 bahasa tadi. Nazareth (dalam bahasa Arab disebut Al-Nasra) akan disebut dengan Nazrat. Dan kota Jaffa (dalam bahasa Arab disebut Jaffa), akan ditulis dengan Yafo.

“Nama-nama pada papan nama harus menggambarkan realitas penduduknya. Itu mengapa papan petunjuk di Israel harus ditulis juga transliterasinya dalam bahasa Hebrew,” demikian alasan yang disampaikan Katz kepada harian Yediot Aharonot.

Ia mengatakan bahwa perubahan itu dipicu oleh orang Palesina yang memaksa untuk menggunakan nama-nama kota dalam bahasa Arab untuk menyebut kota-kota Israel.

“Sebagian peta Palestina masih menyebut nama kota di Israel dengan nama lama sebelum tahun 1948, sejak mereka melihatnya sebagai pemukiman (Yahudi),” kata Katz.

“Saya tak akan membiarkannya ditulis dalam papan-papan petunjuk milik kami. Pemerintahan yang sekarang ini, dan tentunya menteri ini, tidak akan membiarkan seorang pun mengubah Jerusalem Yahudi menjadi Al-Quds Palestina.”

Israel memberikan nama kepada banyak desa, kota, dan daerah-daerah lain yang berhasil dikuasainya setelah perang 1948 dengan nama yang kebanyakan diambil dari Bibel.

Rencana Israel itu seketika menyulut api, karena berusaha menghapus bahasa Arab dan peninggalannya.

“Menteri Katz keliru jika ia pikir dengan mengubah beberapa kata dapat menghapus eksistensi orang Arab yang berhubungan dengan Israel,” kata Ahmad Tibi, anggota Knesset yang juga orang Arab.

“Ini adalah sebuah rencana nyata untuk merusak bahasa Arab dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.”

“Al-Quds akan tetap disebut Al-Quds dan Shfaram akan tetap disebut Shefa’Amr,” katanya menegaskan.

Menteri Hubungan Kaum Minoritas Avishay Braverman juga menolak rencana itu. “Tanda petunjuk jalan bukanlah sebuah isu politik. Bahasa Arab termasuk bahasa resmi di negara Israel,” katanya.

Orang Arab Israel yang berjumlah hampir seperlima dari total populasi, merupakan keturunan dari orang-orang yang tetap tinggal di daerahnya ketika ratusan ribu orang Palestina harus mengungsi atau dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh kaum Zionis di tahun 1948, ketika negara Israel mulai dibangun di atas puing-puing negeri Palestina.

Hubungan antara orang Yahudi Israel dengan orang Arab sudah sejak lama sangat buruk, di mana orang-orang Arab sering mengeluhkan adanya diskriminasi terhadap mereka.

Knesset sejauh ini sudah membuat hidup orang Arab Israel yang menikah dengan orang Palestina semakin sulit, dengan tidak mengizinkan orang Palestinanya mendapatkan bukti kependudukan di Israel agar bisa tinggal bersama pasangan mereka.

“Orang seperti Yisrael Katz akan selalu datang dan pergi, tapi Shefa ‘Amr akan tetap di sini,” kata Mohammad Barakeh, ketua Partai Hadash.

“Dengan ini saya mengatakan padanya bahwa ia tidak dapat mengubah keaslian dari sebuah tempat.” [di/iol/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Qudsold migrateyahudisasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Haji Becak” Minta Restu Pemkot Menuju Mekah
Tulisan selanjutnya Din: Indonesia Berpotensi Menjadi Negeri Muslim Demokratis Terbesar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

Berita
27 September 2026 16:44
Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah

Terbaru

  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?