Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Parlemen Dibubarkan Mesir Bergolak Lagi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 15 Juni 2012 21:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Impian rakyat Mesir akan demokrasi setelah rezim Husni Mubarak mulai terbuka. Namun kini, Mesir terancam kembali ke masa lalu setelah Mahkamah Agung memutuskan parlemen hasil pemilu terbaru inkonstitusional dan calon presiden bekas kroni Mubarak, Ahmad Shafiq, boleh terus bertarung dalam pemilihan umum.

MA hari Kamis (14/6/2012) memutuskan bahwa pemilihan parlemen tahun 2011, yang dimenangkan partai-partai Islam, tidak konstitusional dan harus diulang.

Hal itu membuat Dewan Tertinggi Militer (SCAF), sebagai penguasa sementara pascakejatuhan Mubarak, kembali memegang wewenang legislatif.

Capres Al Ikhwan, Muhammad Mursy, sebagaimana dilansir Al Arabiya, hari Kamis kemarin mengatakan bahwa dirinya menghormati keputusan MA, meskipun dinilai “tidak memuaskan.”

Namun, pernyataan Al Ikhwan seperti dikutip BBC (15/6/2012) mengatakan, keputusan MA itu mengindikasikan Mesir tengah menuju “hari-hari yang sulit yang mungkin lebih berbahaya dari hari-hari terakhir kekuasaan Mubarak.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Semua upaya revolusi demokratis mungkin akan terhapus dengan mengembalikan kekuasaan ke simbol era sebelumnya,” kata Al Ikhwan dalam pernyataannya.

Capres independen yang terdepak di babak awal yang merupakan mantan petinggi Al Ikhwan, Abdul Munim Abul Futuh, mengatakan bahwa pembubaran parlemen merupakan “sebuah kudeta.”

Sementara Partai An Nur, pemenang kedua pemilu parlemen akhir tahun lalu, mengatakan keputusan MA itu sebagai “sebuah penghinaan atas kebebasan para pemilih.”

Rakyat yang kecewa pun kembali memenuhi Lapangan Tahrir. Mereka berbondong-bondong menyemut di lapangan bersejarah di Kairo itu, guna memprotes keputusan MA yang memerintahkan pembubaran parlemen dan memperbolehkan Ahmad Shafiq maju terus sebagai capres di pemilu putaran kedua besok lusa.

Kelompok yang bersorak dengan keputusan MA tersebut tentu para pendukung Shafiq dan bekas kroni-kroni Husni Mubarak.

Shafiq, yang menang putaran pertama dengan dukungan mayoritas dari warga Kristen Mesir (Koptik) dan simpatisan Mubarak, seakan mendapatkan bahan bakar tambahan dengan adanya putusan MA yang membolehkan dirinya maju terus sebagai calon presiden.

Mengaku menjadikan Husni Mubarak sebagai panutannya, Shafiq berjualan “negara sipil” dalam setiap kampanye presidennya, meskipun pada kenyataannya ia memiliki latar belakang militer.

Para penentang Shafiq berpendapat, meskipun ia hanya sejenak masuk dalam jajaran pemerintahan Mubarak sebagai perdana menteri, namun tangannya ikut kotor bersimbah darah dalam kasus pembunuhan para demonstran penentang rezim Husni Mubarak awal tahun lalu.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kementerian Kebudayaan Thailand Protes Lady Gaga
Tulisan selanjutnya DKI Jakarta Juara Umum MTQ Nasional XXIV

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?