Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Mahasiswa UGM Temukan Pupuk Organik dari Urin Kambing Ettawa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2012 10:19
Bagikan
Namanya ‘Purinowa’, pupuk urin organik ettawa/UGM
Bagikan

Hidayatullah.com–Urin hewan ternak umumnya bau. Bahkan baunya yang tidak sedap dan menyengat kerap menimbulkan kesan kotor pada kandang ternak. Di tangan mahasiswa, urin yang tadinya bau dan tidak pernah dimanfaatkan justru diolah menjadi pupuk cair organik. Namanya ‘Purinowa’, pupuk urin organik ettawa. Pupuk cair ini dibuat dari urin kambing peranakan ettawa yang telah difermentasi. Diformulasi dengan bahan-bahan organik, pupuk cair ini ternyata mampu menjaga dan memelihara kesuburan tanah dan tanaman.

Munif Khoriunamala, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM mengatakan ide ini muncul setelah kelompok peternak kambing ettawa di daerah Dusun Barak I, Margoluwih, Sayegan, Sleman, mangakui bau tidak sedap urin di kandang ettawa membuat para tetangganya terganggu.

Lalu, Munif bersama anggota tim mahasiswa lainnya membuat ide untuk memanfaatkan urin tersebut untuk diolah menjadi pupuk organik. Caranya, bagian bawah kandang dipasang pipa paralon berlubang. Cairan urin yang menetes dari kandang, masuk ke pipa, yang kemudian dialirkan ke dalam bak penampung kapasitas 2.000 liter. Sementara ini, bak tersebut menampung urin dari 10 ekor ettawa.

“Tiap hari rata-rata satu ekor minimal hasilkan 3 liter urin,” katanya dikutip laman UGM.

Satu minggu sekali, urin dalam bak penampung diambil dan dipindahkan ke dalam tabung fermentasi. Namun sebelumnya dalam tabung tersebut sudah dicampur dengan bahan organik untuk mempercepat proses fermentasi.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Urin itu kita campur empon-empon (rempah-rempah). Molase dan bahan organik lainnya,” katanya.

Urin yang sudah dicampur bahan organik tersebut dibiarkan mengendap selama 7 hari, supaya mendapatkan hasil fermentasi yang lebih baik. Urin fermentasi akan berwarna coklat dan masih berbau. Sedangkan menghilangkan bau amoniak, maka cairan urin fermentasi mendapatkan perlakuan aerasi dengan menggunakan pompa. “Jadi baunya tidak menyengat lagi,” katanya.

Dosen peneliti FKH UGM, Drh. Sarmin, MP mengatakan Purinowa telah diuji di laboratoirum. Diketahui kandungan Nitrogen (N), Phospat (P) dan kalium (K) dari urin ettawa lebih tinggi dibanding dari urin sapi dan kelinci. Sehingga sangat baik untuk dimanfaatkan untuk pupuk organik.

“Yang kita tahu, pengalaman petani di sini setelah menggunakan Purinowa ini bisa mengurangi serangan hama,” kata Sarmin yang mengaku Purinowa telah dirintis sejak 3 bulan lalu.

Kini pupuk Purinowa, dijual dalam kemasan botol plastik satu liter. Dijual dengan harga Rp 15 ribu per botol. Tiap bulan kelompok tani Dusun Barak I memproduksi sekitar 80 botol.
“Sekarang kita bantu pasarkan ke petani-petani dan lewat swalayan,” kata Sarmin.

Adanya pupuk organik dari urin kambing ettawa ini, kata Sarmin, diharapkan bisa menambah sumber penghasilan bagi peternak kambing ettawa di dusun barak I. “Ada sekitar 100 ekor kambing ettawa di dusun ini,” katanya.

Indarto (45), salah satu peternak, mengaku banyak mendapatkan manfaat dengan adanya Purinowa. Sumber penghasilan mereka dari Kambing ettawa tidak hanya lewat susu ettawa tapi justru bertambah dengan memanfaatkan urin kambing ettawa. “Kalo susu, belum tentu bisa dapat satu liter sehari tiap ekornya. Kalo urin khan bisa lebih dari itu,” katanya tersenyum.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bola Karet dan Bola Kaca
Tulisan selanjutnya Kemenangan Mursy Selamatkan “Arab Spring”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?