Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Nyaris Tumbang, Assad Tak Ragu Gunakan Senjata Kimia

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2012 17:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, Bashar Al Assad tidak akan mampu mempertahankan kekuasaannya setelah sejumlah pejabat seniornya membelot. Sementara mantan duta besar Suriah untuk Iraq yang membelot, Nawaf Fares, menyatakan Assad tidak akan ragu menggunakan senjata kimia jika ia sudah terdesak.

“Ada informasi, memang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya, bahwa senjata kimia juga digunakan dalam serangan ke kota Homs,” kata Nawaf dikutip BBC (17/7/202).

Nawaf Fares adalah salah satu tokoh terpenting pemerintah yang membelot sejak pemberontakan terhadap pemerintah Suriah meletus. Dia pernah menjabat berbagai posisi penting di tubuh partai Baath yang berkuasa dan pernah mengepalai dinas rahasia, selain menjadi gubernur di beberapa provinsi.

Selain soal senjata kimia, dalam wawancaranya dengan BBC Nawaf juga memaparkan bahwa kelompok yang terkait Al Qaidah bekerja sama dengan pemerintah mengatur berbagai serangan terhadap oposisi. Kolaborasi tetap terjadi meskipun rezim Assad didominasi Syiah Alawiyah.

“Banyak bukti dalam sejarah bahwa musuh bisa berkolaborasi saat memiliki kepentingan yang sama,” papar Nawaf.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Al Qaidah sedang mencari ruang untuk bergerak dan dukungan sarana. Sementara itu, Rezim pemerintah mencari cara untuk meneror rakyat Suriah,” imbuhnya.

Sementara itu dalam wawancara khusus dengan BBC, Menlu AS Hillary Clinton kembali menekankan agar Bashar Al Assad turun dari kursi Presiden, karena “rezim ini tidak akan mampu bertahan.” Menurutnya, rezim Assad tidak akan mampu mempertahankan kekuasaannya setelah sejumlah pejabat seniornya membelot dan makin kuatnya tekanan kelompok pemberontak yang dilaporkan makin mendekati Damaskus.

Clinton mengatakan, pemerintah AS bekerja sangat keras untuk menciptakan sebuah transisi yang teratur namun kekerasan yang kini berlangsung di sekitar Damaskus menunjukkan bahwa akhir rezim Assad tinggal menunggu waktu.

Hal ini ditegaskan Clinton setelah Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan “tidaklah tepat” untuk menekan Presiden Bashar Al Assad mundur dari jabatannya, sementara kelompok oposisi tidak ditekan sama-sekali.

Menurut Clinton, AS berharap Rusia bisa diyakinkan untuk mendukung resolusi PBB terkait sanksi bagi Suriah jika negeri itu gagal menerapkan rencana Kofi Annan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Barat mengancam akan menghentikan misi pengamat di Suriah jika Moskow menentang rancangan resolusi DK PBB yang berisi lebih banyak sanksi. Ia menyebut rancangan resolusi itu mengandung banyak elemen pemerasan.

Moskow bahkan menyebarkan sendiri rancangan resolusi yang menyerukan perpanjangan misi pengamat PBB yang akan berakhir pada Jumat (20/7/2012) mendatang namun rancangan sanksi ini tanpa memuat sanksi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lemah Pengawasan, HSBC Jadi Tempat Pencucian Uang
Tulisan selanjutnya Muslim Prancis Kecewa dengan Menteri Urusan Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?