Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Prinsip 1/3 Revisited

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2013 10:14 10:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2013 10:14
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

HAMPIR lima tahun lalu tepatnya tanggal 22/11/2008 saya menulis “ Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta”. Saya kembali angkat tema ini karena adanya fenomena yang menarik tentang proses kebangkitan ekonomi China, sampai-sampai gurunya investasi dunia barat seperti Jim Rogers-pun memindahkan fokus investasinya dari Amerika ke China. Ternyata negeri China bangkit ekonominya dalam 30 tahun terakhir menggunakan prinsip yang mirip dengan prinsip 1/3 ini.

Tiga puluh tahun lalu GDP per capita di China hanya sekitar US$ 400, kini di kisaran US$ 5,400. Tidak terlalu tinggi memang, tetapi perlu diingat bahwa ini untuk negeri dengan penduduk 1.4 milyar. Artinya ada pergerakan peningkatan kemakmuran yang masif untuk begitu banyak orang hanya dalam tiga dasawarsa.

Bagaimana mereka melakukannya ? dari mana dana untuk membiayai pertumbuhannya ? ternyata bukan dengan hutang sebagaimana banyak dilakukan oleh negara-negara lain yang ingin membangun kekuatan ekonominya.

Sekitar 30 tahun lalu ada perubahan sikap besar-besaran di China dari rakyat yang penghasilan rata-ratanya masih US$ 400 saat itu. Perubahan itu adalah mereka berhemat, mengkonsumsi hanya sekitar 30 % penghasilannya, menyimpan 35% dan yang 35 % sisanya diinvestasikan. Mereka berubah dari orientasi hidup untuk saat ini, menjadi untuk masa depan.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Mereka komunis, tidak berharap adanya kehidupan setelah kematian – itupun bersedia berkorban untuk kehidupan masa depan – dan mereka sukses untuk apa yang mereka lakukan.

Prinsip 1/3 untuk umat Islam mestinya bisa lebih dari apa yang dilakukan oleh rakyat China. Dengan mengkonsumsi 1/3 dari penghasilan kita, menginfaqkan 1/3-nya dan menginvestasikan 1/3-nya. Inilah keseimbangan dalam Islam.

Sepertiga yang dikonsumsi adalah agar kita bisa hidup layak saat ini, 1/3 yang diinvestasikan adalah untuk masa depan kita dan anak-anak kita  dan 1/3 yang diinfaqkan adalah untuk kehidupan abadi kelak kita setelah mati.

Bayangkan bila prinsip 1/3 ini bisa menjadi gerakkan masif di negeri ini seperti yang terjadi di China 30 tahun lalu, maka akan ada bahan bakar pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di negeri ini. Sepertiga yang diinvestasikan akan menumbuh-kembangkan sektor riil yang sebelumnya dalam ekonomi ribawi dibebani dengan beban bunga – menjadi tidak lagi terbebani beban bunga.

Sepertiga yang diinfaqkan bisa menumbuh-kembangkan social business sehingga simiskin-pun bisa memiliki akses modal yang murah dan mudah, mereka tidak lagi dicekik oleh rentenir dan sejenisnya.

Apakah penerapan prinsip 1/3 ini sulit?  InsyaAllah tidak, karena selama ini para pegawai-pun kurang lebih sudah menerapkannya – hanya penerapannya yang barangkali belum pas!

Rata-rata pegawai hanya mengkonsumsi 1/3 dari penghasilannya – jadi mereka sudah terbiasa, tinggal memperbaiki alokasi yang 2/3-nya.

Selama ini yang 1/3 lagi dipakai untuk membayar hutang jangka panjang – yaitu kredit rumah. Seolah dunia perbankan ribawi juga tahu prinsip 1/3 ini sehingga ketika mereka akan memberikan kredit ke nasabahnya, mereka batasi kredit tersebut sehingga si peminjam ini nantinya mampu membayar cicilan tidak lebih dari 1/3 dari penghasilannya.

Sepertiganya lagi macam-macam penggunaannya. Yang boros menggunakan 1/3-nya untuk mencicil hutang jangka pendek seperti kredit mobil, membayar credit card dan barang-barang konsumtif lainnya. Yang hemat menginvestasikannya di asuransi, bursa saham, reksadana dan sejenisnya.

Intinya tidak sulit, hanya perlu menata kembali apa yang kita lakukan sehari-hari. Yang 1/3 untuk konsumsi ini memang harus, jadi biarkan demikian. Yang 1/3 untuk membayar hutang jangka panjang dan umumnya rumah, ini juga insyaAllah masih aman – hanya semaksimal mungkin tinggalkan riba agar keberkahan mendatangi  Anda – dan ini menjadi peluang bagi teman-teman di bank syariah mestinya.

Nah mulai dari yang 1/3 yang terakhir yang dibenahi total. Yang biasanya habis untuk membayar hutang jangka pendek, credit card dan yang sejenisnya – bisa mulai diubah arahnya menjadi investasi sektor riil. Dari sinilah ekonomi sektor riil akan mendapatkan sumber bahan bakar pertumbuhannya dan dari sini pulalah peluang Anda untuk beramal secara nyata terbuka.

Sambil melakukan perubahan ini, niatkan pula untuk menginfaqkan 1/3 dari hasil investasi Anda di sektor riil ini. InsyaAllah setelah investasi Anda di sektor riil berhasil, Anda bisa pindah kwadran dari employee ke self-employed, business owner atau bahkan investor – dan saat itu Anda sudah terbiasa mengelola harta Anda dengan prinsip 1/3 yang sesungguhnya.

Sepertiga untuk dikonsumsi, 1/3 untuk investasi dan 1/3 untuk sedeqah – insyaAllah Allah akan menurunkan ‘hujan’ khusus untuk Anda. Amin.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebakaran Besar Mengancam Sumber Air dan Listrik San Francisco
Tulisan selanjutnya Tuduhan Mursy Kerjasama dengan Hamas Perkuat Kerjasama Zionis-Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?