Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Takut Hidup Susah Pria Arab Badui Bunuh Istri dan 4 Anaknya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2013 21:34 9:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Agustus 2013 21:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengakuan seorang pria yang membunuh istri dan keempat anaknya telah mengegerkan masyarakat Arab Saudi.

Menurut keterangan pihak berwenang, pembunuhan terjadi di Sharurah, sebuah kota kecil di selatan Arab Saudi dekat kota Najran hari Senin (26/8/2013). Pelaku adalah pria Arab Badui, yang tidak memiliki kewarganegaraan dan sedang mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Arab Saudi, lansir Gulf News Rabu (28/8/2013).

Menurut situs berita Sabq, pria Arab Badui itu membunuh istri dan keempat anaknya yang masih kecil untuk “memastikan bahwa mereka tidak perlu menjalani kehidupan yang sulit, terutama karena dirinya tidak memiliki kewarganegaraan.”

Koran Saudi Al-Watan melaporkan bahwa pria itu bernama Saleh dan berusia 33 tahun.

Tragedi mulai terjadi saat Saleh bangun dari tidur. Dia mengambil pisau lalu membunuh istrinya yang berusia 26 tahun. Dia kemudian menyeret mayat istrinya ke dapur dan membiarkannya tergeletak di lantai, lalu menutupi tubuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan membawa pisau yang sama Saleh kemudian pergi ke kamar anak-anaknya, membunuh Fahd (5 tahun), Muhammad (4 tahun) dan putrinya Reem (2 tahun).

Pembunuhan itu diyakini terjadi siang hari.

Tiga jam kemudian dia pergi ke rumah mantan istrinya dan meminta bertemu putranya Abdullah (11 tahun). Kepada keluarganya dia bilang ada tamu yang ingin bertemu Abdullah dan dia akan membelikan putranya itu peralatan sekolah untuk tahun ajaran baru. Namun setibanya di rumah, sang ayah membunuh putra sulungnya itu dengan pisau.

Mayat mereka ditempatkan di sebuah ruangan, ditutupi selimut. Saleh kemudian pergi meninggalkan rumah.

Sebelum akhirnya menyerahkan diri dengan ditemani oleh keluarganya ke kantor polisi pada pukul 10 malam, Saleh sempat berulang kali pergi dan kembali pulang ke rumah.

Polisi menahan Saleh, lalu pergi ke rumah pelaku bersama saudaranya, tempat di mana ditemukan 5 mayat.

Media-media di Saudi melaporkan berita berbeda-beda tentang kondisi kejiwaan pria Arab Badui itu.

Mengutip keterangan pihak keluarga, Al-Madinah melaporkan bahwa pria itu mengidap gangguan mental dan sudah pernah menjalani perawatan. Pria itu dikenal sebagai ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya, dan si bungsu kerap berada di sisinya. Namun belakangan pria Badui tersebut sering menyendiri dan jarang meninggalkan rumahnya.

Namun dalam laporan Arab News (28/8/2013) disebutkan bahwa para saksi mengatakan pelaku beberapa hari belakangan bertingkah laku aneh dan terlihat sering menyiksa anak-anaknya. Para saksi mengatakan pria itu tidak waras.

Sedangkan Al-Watan yang mengutip keterangan saudara laki-laki pelaku, Qahtan, melaporkan bahwa Saleh adalah seorang pria waras dan tidak terganggu mentalnya.

Menurut Qahtan, saudara laki-lakinya itu tidak mengidap penyakit apapun dan tidak mengalami gangguan jiwa.

Penderitaan yang dialami Saleh adalah kemiskinan dan kekurangan pemenuhan kebutuhan hidup. Dia tidak memiliki pekerjaan. Satu-satunya harta berharga yang dimiliki hanyalah sebuah mobil yang sudah reot.

Tidak ada tanda-tanda aneh yang ditunjukkan oleh Saleh sebelum tragedi pembunuhan itu terjadi, kata Qahtan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghadapi Dua Syaithan
Tulisan selanjutnya PM Mesir: Pembubaran Organisasi Al-Ikhwan Bukan Solusi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?