Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

“Alhamdulillah! Kenyang Luar Dalam …”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate:
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Juli 2012 11:01
Bagikan
Buka puasa bersama
Bagikan

Hidayatullah.com–Hari mulai gelap ketika sekelompok bocah dengan pakaian warna-warni masih asyik bercengkrama di sebuah sudut di pinggiran Jakarta. Seorang di antaranya berkostum kuning ala Bruce Lee. Yang lain berpakaian sekadarnya.

Mereka berseliweran sembari berceloteh tak karuan. Kaki-kaki mereka beradu dengan pasir tipis dan semen kasar. Seakan tak peduli dengan lalu lintas yang mulai sepi.

Mereka lalu mengerumuni sebuah kayu bundar dengan payung di tengahnya, sembari menindih kursi-kursi kayu.

Tak jauh dari bocah-bocah, bergerombol puluhan orang dewasa. Kebanyakan pria berpakaian putih-putih dan wanita dengan tudung di kepala. Pria-wanita dengan meja masing-masing.

Pria-wanita itu duduk meriung di bawah tenda panjang, mengitari dua bilah meja kotak berwarna putih yang memanjang sejajar jalanan. Piring-piring berserak di tengah mereka. Puluhan gelas plastik menumpuk di ujung-ujung meja.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Berbagai jenis benda lain disebar di situ. Ada yang bulat hitam, ada yang kuning dengan bentuk tak karuan, ada pula cairan-cairan kental dalam wadah khusus, seperti ramuan.

Gerombolan orang dewasa itu sibuk membicarakan sesuatu. Di antaranya sembari memegang-megang gelas plastik, ada yang sambil mengamati isi sebuah kotak kertas kecil. Kadang pula mereka terdiam sesaat, seperti ada yang ditunggu.

Tiba-tiba seorang lelaki melintas di tepi jalan. Dia memikul sesuatu di pundaknya. Sejumlah pria tadi langsung mengarahkan pandangan ke situ, lalu berteriak memanggilnya.

“Ke sini, ke sini!” sahut mereka.

Yang dipanggil menoleh, berhenti, lalu meletakkan jinjingannya di pinggir got. Seakan sudah paham keadaan, lelaki itu langsung menuju ke pencucian tangan. Dan, tanpa banyak tanya segera bergabung mengitari meja putih. Basa-basi sebentar, lalu diam. Sebagian orang memandang padanya.

Sesaat kemudian, satu suara berdengung di udara. Suara-suara yang sama ikut berdengung dari arah berbeda, dekat-jauh, sahut-sahutan. Seakan bunyi itu pertanda dimulainya sebuah ritual, gerombolan tersebut langsung merapalkan berbagai bacaan. Lantas bergerak cepat, mengeroyok serakan piring dan tumpukan gelas plastik. Tak terkecuali para bocah tadi, nyaris satu gerakan dengan mereka.

“Allahumma laka shumtu…” ucap mereka masing-masing sebelum menjamah hidangan di atas meja. Yang lain dengan doa berbeda.

Di dinding dekat situ, tertempel sebuah kertas putih dengan tulisan, “Menu ta’jil hari ini disediakan AQL.”

Kurma Israel

Hari itu Jumat pertama di bulan Ramadhan tahun ini. Seperti biasa, Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center menyediakan buka puasa bersama. Siapa saja boleh ikut nimbrung. Gratis!

Acapkali ada orang lewat, terutama pejalan kaki, selalu diminta untuk singgah membatalkan puasanya di situ, di teras bangunan yang didesain dengan nuansa kafe. Termasuk tukang sol sepatu yang melintas tadi.

Sore itu, menu yang disediakan lebih dari sederhana. Beberapa jenis gorengan dan dua jenis kurma dengan rasa berbeda. Kurma pertama masih dalam kotak kemasan, kurma lainnya dihambur di beberapa piring kaca. Ditambah lagi kolak kental manis khas Jakarta, menambah nikmat suasana berbuka. Tak ketinggalan, air mineral dan es kelapa sebagai “pencuci mulut”.

Soal kurma, sempat terjadi gurauan. “Ini kurma Israel bukan?” tanya salah seorang.

“Oh, bukan,” jawab rekannya setelah mengamati sekilas kotak kemasan kurma jenis pertama. Rupanya dia paham soal itu.

Belakangan ini memang santer diberitakan soal “kurma Israel” yang masuk Indonesia. Mereka khawatir kalau-kalau kurma yang disediakan adalah buatan Zionis.

Ternyata bukan. Mereka pun terkikih. Tak kalah lucu dengan tingkah para bocah yang juga sibuk dengan dunia mereka sendiri.

Gerombolan dewasa itu, tak lain adalah awak media ini yang berkesempatan menyambangi AQL Islamic Center.

Menariknya, beberapa menit pascaacara memanjakan lambung itu berlalu, sejumlah awak media ini tak lantas pulang. Kami langsung diarahkan untuk bergeser posisi ke dalam bangunan utama, menuju sebuah ruangan kosong dengan hamparan permadani tebal. Sebuah podium berdiri tegak di depan ruangan. Di dinding ruangan tergantung sejumlah kaligrafi Arab bertuliskan “Allah”.

Setelah mengisi kekosongan jasmani, setelah menghadapi hidangan, tiba saatnya mengisi relung ruhani, menghadap ke haribaan Tuhan.

Seseorang lantas mengumandangkan iqomah.

“Allahu Akbar, Allahu akbar …!”

Sholat maghrib segera kami tunaikan.

Bayang-bayang Rohingya

AQL Islamic Center memang tak hanya menyediakan menu buka puasa bersama. Lembaga dakwah prakarsa Ustadz Bachtiar Natsir, Lc. yang baru berdiri di Jalan Tebet Utara I Nomor 40, Jakarta Selatan itu juga menyediakan menu rohani bagi masyarakat. Usai sholat maghrib berjamaah saat itu, misalnya, sang imam langsung naik ke atas podium.

Di depan para jamaah, imam membacakan kitab “Riyadhus Shalihin”. Lalu sedikit disampaikan tausyiyah (ceramah) tentang keutamaan ilmu dalam Islam.

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan dengannya, maka (Allah) akan memberikan kepadanya pemahaman dalam agama Islam,” kata imam mengutip arti sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan Muttafaq ‘Alaih.

Jamaah menyimak dengan antusias. Begitu pula dengan jamaah wanita yang menempati ruangan berbeda, agak ke belakang.

Usai pembacaan hadits, ritual ruhani belum selesai. Selang beberapa menit kemudian, jamaah segera menunaikan sholat sunnah ba’diyah Maghrib. Otomatis, tanpa dikomando.

Masya Allah!

Awal malam di hari ke-delapan bulan puasa itu, serasa ada kepuasan tersendiri bagi kami menyambangi AQL Islamic Center.

Beberapa jam sebelumnya, masih terasa lelah dan penat usai kami, para wartawan, berjibaku dengan panasnya ibukota. Meliput unjuk rasa mahasiswa muslim yang mengecam penindasan junta Myanmar terhadap etnis Rohingya, juga butuh tenaga dan pikiran ekstra. Apalagi, tragedi Rohingya adalah tema besar yang semakin mendunia. Dengan perut keroncongan, kami harus konsentrasi penuh menyerap aspirasi massa. Agar yang disampaikan ke umat lewat media kami tidak sembarangan.

Rupanya, “sekadar” wawancara, menulis  dan memotret saja, cukup menguras energi. Terbayang, bagaimana menderitanya saudara-saudara kami di Rohingya yang sedang mengalami berbagai penderitaan. Lapar juga, disiksa pula.

Tolong mereka, Ya Allah!

Di sisi lain, suatu kesyukuran kami masih diberi kesempatan menikmati buka puasa dan menjalankan ibadah dengan tenang.

Sekeluar dari ruang sholat, awak media ini bergegas untuk pulang. Eh, belum juga pamitan, ternyata tuan rumah sudah menyediakan makan malam di tempat berbuka. Masing-masing seporsi Pecel Lele, lengkap dengan sambal dan sayur-mayurnya. Juga, buah kelengkeng.

“Alhamdulillah! Kenyang luar dalam,” celetuk penulis usai menandas menu berat itu. Yang lain senyum-senyum.

Dengan perut kenyang dan ruhani tenang, kami bergegas pulang diiringi ucapan salam.

“Besok-besok ke mari lagi, ya!” pesan Ustadz Qusaini, salah satu pengurus AQL Islamic Center.

“Insya Allah, ustadz!”

Kami lantas memacu kendaraan menuju markas perjuangan, kantor redaksi. Di sana, setumpuk amanah sudah menunggu. Termasuk amanah memperjuangkan kebebasan muslim Rohingya, Arakan, Myanmar lewat media.

Semoga kelak, mereka bisa juga dengan bebas dan tenang berujar, “Alhamdulilah! Kenyang luar dalam!”. Amiin!*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Thogin bil Kibdah, Menu Alternatif Buka Puasa
Tulisan selanjutnya Tampil Beda ala Sunnah Saat Lebaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?