PAKAIAN model apa yang biasa Anda kenakan di hari raya? Baju koko, batik, kemeja, celana jeans, atau kaus oblong? Bagi yang wanita, apakah Anda masih akan memakai celana jeans ketat dengan kerudung sekenanya sambil mendekap mukena saat mendatangi tempat shalat Id?
Nah, niatkan tahun ini Anda tampil beda dari sebelumnya. Walau sebenarnya, tidak ada nash syar’i yang melarang memakai batik, koko, jeans dan sebagainya, selama pakaiaannya tersebut bisa menutup aurat dengan sempurna.
Supaya gaya kita bisa bernilai ibadah dan dihitung sebagai bukti cinta kita kepada Nabi shalallahu’alaihi wassallam, tidak ada salahnya kita meniru pakaian Nabi dan para sahabatnya saat lebaran nanti; gamis, sorban, plus siwak.
Bila kita telurusi sirah Nabi shalallahu’alaihi wassallam, tiga hal tadi memang hampir melekat pada diri Nabi. Bahkan, di saat-saat terakhirnya sebelum wafat, Nabi masih meminta digosokkan giginya dengan siwak kepada istrinya Aisyah, radhiallahu’anha.
Di mana Anda bisa membeli gamis? Bagi yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, Anda tak perlu kasak-kusuk di bawah teriknya matahari dan suasana macet, riuh, dan gaduhnya Pasar Tanah Abang. Anda juga tak perlu gentayangan di mall-mall dan trade center yang dipenuhi pemandangan dan hal-hal yang mengurangi nilai puasa Anda.
Salah satu tempat yang layak didatangi adalah “pasar” samping Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Jl. Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Boleh dibilang, inilah tempat terlengkap belanja outfit perlengkapan sunnah.
Beragam model gamis, peci, siwak, sorban, minyak wangi, lokal maupun impor ada di sini. Maklum, pasar ini memang menempel dengan markas gerakan dakwah Jamaah Tabligh di Indonesia.
Ada sekitar 50 toko yang rata dijaga oleh laki-laki berjenggot yang akan melayani Anda dengan ramah. Sesekali mereka juga akan menyapa Anda dengan sebutan “Syaikh”.
Untuk harga sepotong gamis terusan panjang berkisar 70 ribu rupiah hingga 75 ribu rupiah perpotong.
“Untuk bahan paling baik harganya 125 ribu rupiah,” kata Marhaban, salah seorang penjual kepada hidayatullah.com.
Sebagai pengganti sarung, di tempat ini juga dijual celana-gantung beragam model dan corak, seperti model Army cammo (loreng), cargo, dan lainnya. Harganya mulai dari 40 ribu hingga 50 – 75 ribu rupiah.
Karena kabanyakan barang adalah buatan aktivis jamaah tabligh sendiri, Anda tidak akan menemukan merek-merek ternama di sini. Karena merek tampak tak begitu penting, Anda akan menemukan gamis bermerek Fila dan celana cingkrang merek Nike dan Adidas.
Untuk urusan tutup kepala, di sini gudangnya. Dari mulai songkok nasional, kopiah lokal aneka model, hingga peci-peci impor dari Thailand, Turki, Bangladesh, hingga Pakistan. Sorban dari berbagai motif dan ukuran juga tersedia di sini.
Pakaian wanita dan anak-anak juga dijual di sini, selain produk-produk herbal dan minyak wangi.
Kata Marhaban, di bulan Ramadhan ini penjualannya meningkat 2 kali lipat. Pembelian grosir untuk dikirim ke daerah-daerah mencapai puluhan juta rupiah sekali kirim.
“Alhamdulillah,” katanya.
Katanya, peminat gamis dan sorban kini bukan hanya orang-orang yang sudah intens mengaji atau aktif di gerakan dakwah saja.
“Orang-orang umum juga mulai suka,” kata penjaga toko Daffa Collections ini.
“Di dalam sunnah ada kejayaan. Termasuk sunnah dalam pakaian,” kata seorang aktifis tabligh. Jadi, masih bingung untuk tampil ala Sunnah Nabi dan para Sahabatnya saat lebaran nanti?*