Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahanan Termuda Guantanamo Pulang ke Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 30 September 2012 15:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Omar Khadr, pemuda Kanada kelahiran Toronto hari Sabtu (29/9/2012) dilepaskan dari Guantanamo, setelah mendekam di penjara itu selama 10 tahun.

Omar Khadr masih berusia 15 tahun saat ia dijebloskan ke penjara di pangkalan militer Amerika serikat, Guantanamo, di Kuba. Khadr ditangkap dalam keadaan terluka parah, saat serangan udara dan darat Amerika Serikat di Afghanistan tahun 2002.

Sekarang Khadr berubah menjadi pria muda 26 tahun dengan wajah berparut dan berjenggot lebat.

Tahun 2010 seharusnya Khadr sudah dipulangkan ke Kanada, setelah pemerintah Ottawa dan Washington sepakat untuk mengirim pemuda Muslim itu ke negara asalnya. Namun pemulangannya ditunda, sehingga dia harus mendekam di Guantanamo satu tahun lebih lama.

Khadr divonis bersalah atas lima dakwaan kejahatan perang, termasuk melemparkan granat yang menewaskan seorang tentara AS. Pemuda itu diganjar 8 tahun penjara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Guantanamo, Khadr menjadi sorotan utama. Tidak hanya karena paling muda usianya, tetapi juga karena dia dapat berbicara sedikitnya empat bahasa; Inggris, Arab, Pashtun dan Dari, serta sedikit Prancis. Istimewanya, pemuda itu hapal al-Qur`an, sehingga teman-temannya di penjara sering memintanya untuk menjadi imam shalat.

“Dia bintang rock Guantanamo,” kata seorang saksi jaksa dalam persidangan Khadr, dikutip AFP.

Khadr sendiri dalam persidangan mengatakan bahwa ia sangat haus dengan ilmu pengetahuan dan bercita-cita menjadi dokter.

Salah seorang pengacaranya, Dennis Edney, menyebut pemuda itu sebagai “raksasa lembut”.

AFP melaporkan, ayah Khadr seorang warga Kanada kelahiran Mesir bernama Ahmad Said Khadr, yang dianggap sebagai salah satu anggota Al Qaidah yang berpengaruh. Dia terbunuh di Pakistan pada tahun 2003.

Keluarga mereka pindah pertama kali dari Kanada ke perbatasan Pakistan-Afghanistan pada tahun 1990 untuk ikut membantu rekonstruksi pascapenarikan pasukan Uni Sovyet dari Afghanistan, menurut sebuah situs online otobiografi keluarga.

Omar Khadr kembali ke Kanada tahun 1995, setelah ayahnya ditangkap di Pakistan terkait serangan Kedutaan Mesir di Islamabad.

Setahun kemudian remaja itu kembali ke Pakistan. Beberapa bulan sebelum serangan 9/11 dia balik ke Kanada, setelah itu ke Afghanistan.

Militer Amerika Serikat dan pemerintah Kanada mengatakan, Khadr berada di kamp pelatihan Al Qaidah untuk belajar membuat bom. Dalam sesi mendengar kesaksian pra-persidangan, jaksa penuntut menunjukkan video di mana Khadr terlihat duduk bersila di lantai sambil tersenyum merakit bom.

Juli 2002 pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Khadr di sebuah rumah di desa Khost dalam keadaan luka parah. Dua peluru mengenai bagian belakang badannya dan melukai tubuhnya. Dia juga terkena peluru di mata kiri, sehingga tidak berfungsi.

Setelah menjalani operasi beberapa kali, Khadr dipindah ke pangkalan udara AS di Bagram, kemudian ke Guantanamo.

Khadr mengaku mendapatkan perlakuan buruk di penjara. Foto-fotonya tahun 2008 menjadi berita di berbagai media, di mana dia terlihat menangis saat diinterogasi agen intelijen Kanada dan meminta agar dikeluarkan dari Guantanamo.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adian Husaini: Pemerintah Keliru Ajak Boikot Produk Israel
Tulisan selanjutnya Aksi Protes PKS Kembali Ramaikan Kedutaan Besar AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?