Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Tumbuhkan Sifat Penyayang dan Kehangatan Cinta ala Rasulullah

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 September 2013 12:02 12:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 September 2013 12:02
Bagikan
Bagikan

USIA pernikahan boleh bertambah tua, tapi kehangatan cinta tak boleh pudar selamanya. Kehangatan cinta harus senantiasa terpelihara demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga hingga masuk surga.

Sayangnya, seiring dengan perjalanan waktu, kadangkala pasangan rumah tangga kurang peka terhadap persoalan cinta. Padahal, Rasulullah adalah sosok suami yang pandai memelihara kehangatan cinta.

Suami mungkin memang bergerak dalam wilayah yang cukup serius, menyita pikiran, tenaga, waktu dan mungkin juga menguras emosi.

Tetapi, bagaimana pun, kehangatan cinta terhadap istri di rumah tidak boleh terganggu oleh masalah apa pun. Suami harus bisa menjadikan suasana cinta dalam rumah tangga tetap seperti hari pertama pernikahan, yang penuh gelora dan asa.

Rasulullah adalah sosok yang sangat mengerti masalah ini. Beliau tidak segan-segan meminta sang istri untuk menyelimuti dirinya kala dalam kegelisahan dan keguncangan jiwa. Bahkan, beliau rela meluangkan waktu untuk bermain dengan istrinya. Aisyah pernah diajak Nabi lomba lari dan melihat-lihat pertunjukan permainan pedang.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Pun demikian dengan pihak istri. ‘Agresivitas  istri dalam memelihara kehangatan cinta sungguh sangat diperlukan sebagai pemicu sekaligus pemacu rasa cinta dari sang suami, sehingga tercipta ketentraman dalam berumah tangga. Dalam konteks wanita telah menjadi istri, agresivitas dalam urusan cinta sangat dianjurkan.

Kadangkala, istri juga tidak terkira lelahnya mengurus rumah tangga, belum lagi mereka yang ikut membantu mencarimaisyah untuk keluarga. Rasa lelah kadang kala membuat diri abai dari melayani suami secara semestinya. Meskipun begitu, tetaplah suatu kewajiban pihak istri melayani sang suami dengan penuh cinta dan kasih sayang, sehingga akan tercipta sinergisitas cinta dalam rumah tangga.

Hal tersebut mesti diupayakan oleh kedua belah pihak. Karena hakikat diciptakannya lelaki dan wanita yang kemudian disatukan dalam bingkai pernikahan adalah untuk terciptanya rasa tentram antara suami dan istri, sehingga tugas kepemimpinan dan kehambaan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Al-Rum [30]: 21).

Sebagian mufassir mengatakan bahwa disebutkan lafadz litaskunu ilaiha bukan ma’aha menunjukkan bahwa seorang suami tidak tenang kecuali kepada istrinya. Begitu pula sebaliknya, istri pun tidak tenang, tidak tentram, kecuali bersama suaminya. Berarti, ada interaksi saling membutuhkan.

Artinya harus ada rasa saling memahami, peduli dan melindungi. Suami benar-benar menjaga dan menafkahi istri dan anak-anaknya. Sementara istri tidak menuntut diluar batas kemampuan sang suami. Sebab perilaku tersebut, selain akan mengganggu kehangatan cinta juga akan berdampak serius di akhirat kelak.

Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian wanita, bersedekahlah. Karena diperlihatkan kepadaku bahwa kalangan wanita itulah penduduk neraka yang paling banyak.” Mereka (para wanita itu) berkata, “Dengan sebab apakah wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kalian banyak melaknat dan mengingkari kebaikan suami.” (HR. Bukhari).

Para Suami, Bersabarlah!

Sementara itu, terhadap pihak suami, Allah memerintahkan untuk bersabar, manakala menjumpai hal-hal atau sifat dari istri yang kurang mengenakkan hati. Hal tersebut sudah menjadi bagian dari tabiat sebagian besar wanita. Jadi sabar dan berlapang dada solusinya.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً

“..dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. Al-Nisa: 19).

Dengan membangun sikap seperti itu, Insya Allah kehangatan cinta akan selalu terjaga dan kian membara, sehingga tidak ada peluang setan untuk memalingkan cinta pada apa yang sebenarnya hanya berupa fatamorgana belaka. Sungguh, jika nikmat pernikahan bisa dipahami secara benar segala macam keutamannya, maka sungguh tidak akan ada yang namanya perselingkuhan.

Bersama Bangun Kemesraan

Dalam logika materialisme, sesuatu yang telah lama dimiliki pasti tidak memberikan daya tarik dan daya tahan secara maksimal. Umumnya hati semakin biasa dan pada akhirnya akan jemu. Tetapi, dalam urusan cinta, Islam tidak mengenal logika dangkal semacam itu.

Semakin panjang usia pernikahan pasangan, maka semakin besar dan indah perjalanan cintanya. Hal itulah yang dialami oleh Rasulullah bersama Khadijah. Bagaimana rasa cintanya tak bisa dipadamkan hanya karena ajal yang memisahkannya.

Rasulullah benar-benar tidak bisa melupakan kemesraan, kebaikan, kemuliaan bahkan kesantunan sang istri kepadanya. Sampai-sampai, para istri Nabi cemburu dibuatnya.

Begitulah semestinya setiap pasangan Muslim menjalani kehidupan rumah tangganya. Fisik boleh tak sekencang usia muda, wajah tak secantik awal berjumpa, tetapi hati semakin bening, jernih dan indah seiring bertambanhya usia.

Apalagi, setiap kemesraan dalam Islam mendatangkan keuntungan dan penghapusan dosa. Dengan kata lain, tidak ada alasan untuk tidak bermesraan dengan pasangan.

Rasulullah bersabda, “Dari Abu Sa’id Al Khudry ra, “Sesungguhnya jika seorang lelaki memandang istrinya dan istri memandangnya, maka Allah memandang keduanya dengan pandangan rahmat. Jika dia memegang telapak tangan istrinya, maka dosa keduanya berjatuh dari sela-sela jari mereka berdua.”

Duhai, betapa indahnya ajaran Islam mengatur kehidupan rumah tangga. Lantas, masihkah ada rasa tidak tertarik untuk bersungguh-sungguh menghapus dosa dengan amalan yang sungguh menenangkan jiwa dan raga tersebut? Bayangkan, semakin mesra semakin besar pahala.

Sayang dan Taatlah pada Suami

Kemesraan pasangan akan semakin baik manakala pihak istri memiliki keimanan dan kecerdasan dalam menjaga kehangatan cinta bersama suami, salah satunya adalah dengan mentaati suaminya.

Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita melakukan sholat yang lima waktu, memlihara kemaluan, dan menaati suami, niscaya diaa akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia sukai.” (HR. Ibn Hibban).

Mungkin, taat pada suami dalam kondisi normal tidak begitu sulit. Bagaimana jika ada masalah atau suami sedang marah dengan istri?

Ini jawabannya, Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah bersabda, “Maukah kalian aku beritahu tentang wanita penghuni surga?” Kami menjawab, “Mau wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Setiap wanita yang penyayang dan banyak anak, bila dipancing kemarahannya, dicurangi, atau dimarahi oleh suaminya, dia berkata, “Ini tanganku (silakan pukul) dan aku akan mematuhimu, aku tidak akan memejamkan mata hingga kamu rela padaku.” (HR. Thabrani).

Sungguh, betapa indah Islam mengajarkan kemesraan suami istri demi keberkahan dan kebahagiaan rumah tangga. Suami mana yang akan marah pada istri yang Rasulullah sebutkan sebagai wanita penghuni surga itu? Yang ada adalah, suami akan semakin cinta, sayang dan mesra bersama istrinya. Tidakkah kita mendambakan ini semua?*/Imam Nawawi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:istrikehangatanpasanganpernikahanrasulullahsuami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panitia Miss World Panik Dipindah di Bali, HT akan Lobi Pemerintah
Tulisan selanjutnya FRENDs Adukan Iklan Miss World ke KPI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?