Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Tak Perlu Minta Maaf Kepada PKI

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 4 Oktober 2012 22:46
Bagikan
Boneka Ilustrasi Saat Penyiksaan Jenderal dalam G30S/PKI 'Darah itu Merah Jenderal?'
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah sebaiknya memutar kembali film pengkhianatan Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G-30S/PKI di Indonesia. Hal itu bisa dilakukan di stasiun televisi nasional hingga ke tempat-tempat ibadah seluruh umat beragama di Indonesia. Himbauan ini datang dari  mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi.

Menurut Hasyim Muzadi, pemutaran kembali film penghianatan G30S/PKI sebagai sikap untuk mengembalikan masyarakat beragama di Indonesia untuk mengetahui kebejatan dari pemberontakan G30S/PKI tersebut.

“Kalau film yang menghujat Rasul boleh diputar kenapa film G30S/PKI tidak boleh diputar?,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Kamis (04/10/2012).

Menurut Hasyim, usulan memutar kembali film yang mengkisahkan penghianatan dan pemberontakan PKI di Indonesia itu sebagai bentuk sikap penolakan atas usulan kalangan LSM dan keluarga keturunan PKI yang sebelumnya meminta agar pemerintah meminta maaf pada PKI. [baca: LSM Desak Pemerintah “Minta Maaf” pada PKI]

Bagi Hasyim, desakan dari LSM agar pemerintah meminta maaf pada PKI dianggap telah mengembalikan kenangan pahit bangsa Indonesia atas pembantaian yang dilakukan partai terlarang itu terhadap kalangan ulama, santri hingga penculikan para jenderal. Karena itu menurutnya, dengan pemutaran kembali film G30S/PKI itu akan mengembalikan edukasi kepada generasi muda tentang betapa jahatnya gerakapan PKI ketika menyiksa umat beragama dan para jenderal di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Generasi muda yang mulai disorientasi dengan kekejaman PKI akan kembali menghayati suasana 1964, 1965, 1966, dengan demikian ada second-opinion bagi masyarakat kita,” tambahnya lagi.

Pemerintah Tak Perlu Minta Maaf

Hasyim juga menekankan agar umat Islam selalu waspada dengan gerakan neo-komunisme yang kini bersekutu dengan gerakan liberalisme. Mereka bukan hanya ingin merusak bangsa dan negara Indonesia. Namun, mereka juga ingin merusak agama dan menerapkan gaya hidup materialisme dan atheisme di bumi Nusantara.

Menurut Hasyim, tuntutan agar pemerintah meminta maaf kepada korban PKI dinilai tidak perlu. Menurutnya, permasalahan konflik masa lalu sejarah NKRI sudah selesai dalam kerukunan. Konsolidasi itu bahkan tidak hanya melibatkan anak-anak  dari PKI, tapi juga anak-anak para pahlawan revolusi, anak-anak Kartosuwiryo hingga anak-anak PRRI/Semesta.

Pemerintah saat ini, dinilai Hasyim tidak memiliki hubungannya dengan tragedi G30S/PKI. Dari situ tidak ada alasan bagi pemerintah menjadi wajib untuk meminta maaf. Menurutnya, desakan meminta maaf menununjukkan elompok neo-komunisme ini menggunakan kendaaran Hak Asasi Manusi (HAM) versi westernisasi sebagai senjata untuk menyerang pemerintah.

“Mereka tahu bahwa setelah selesai perang dingin tahun 1990-an, westernisasi telah menyatukan Neo komunisme dan liberalisme untuk sama-sama menghancurkan Islam,” tambahnya lagi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jenderal FSA: Pesawat Turki Ditembak Rusia
Tulisan selanjutnya Malaysia Puji Pelayanan Haji Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?