Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

LSI Dianggap Intoleran dengan Umat Islam

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Oktober 2012 16:01
Bagikan
Kantor LSI di Kawasangan Rawamangun, Jakarta/ Foto Tempo
Bagikan

Hidayatullah.com–Hasil survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang mengatakan Indonesia memiliki tingkat intoleransi karena menolak lesbian, gay, biseks  dan transgender dinilai sangat berbahaya. Selain itu, memposisikan toleransi kepada LGBT jelas tidak tepat karena LGBT adalah penyakit sosial yang harus disembuhkan. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ,Bachtiar Nasir.Lc .

“Bertoleransi dengan LGBT itu sama saja kita dipaksa untuk menganggap LGBT itu suatu hal yang normal dan halal. Justru survey LSI itu yang intoleran kepada umat Islam,” jelas Bachtiar Nasir kepada hidayatullah.com, Senin (22/10/2012).

Senada dengan Bachtiar, pemerhati masalah gender Henri Shalahuddin menilai survey LSI tersebut suatu hal yang konyol dan sarat kepentingan liberalisasi. Henri dengan tegas mengatakan setelah isu Jaringan Islam Liberal (JIL) tidak laku maka kelompok liberal saat ini memainkan isu LGBT dan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk merusak tatanan masyarakat Indonesia.

“Ada pihak asing yang mendanai kampanye LGBT dan isu HAM dengan omong kosong intoleransi ini semata-mata agar masyarakat mau menerima LGBT dan gaya hidup liberal,” jelasnya.

Henri menambahkan jika ada pendapat yang mengatakan LGBT itu tidak membahayakan adalah sangat salah. Pasalnya seorang pasangan LGBT memiliki orientasi kriminal yang lebih berbahaya ketika mereka kehilangan pasangannya. Fakta ini sudah bisa dibuktikan dengan maraknya kasus-kasus pembunuhan sesama LGBT yang didasari rasa cemburu yang berlebihan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Bukan hanya itu saja, berapa kasus penyimpangan seksual seperti itu yang akhirnya menyodomi anak-anak dibawah umur? Apa ini masih dianggap normal?” jelas Henri lagi.

Jadi menurut Henri, sangat tidak tepat jika toleransi ditempatkan untuk menyamaratakan hak LGBT di tengah-tengah masyarakat. Kelompok LGBT tidak memiliki kaidah salah dan benar, mereka tidak peduli masalah dosa atau tidaknya sebuah perbuatan.

Hal-hal seperti itu saja menurut Henri sangat bertentangan dengan norma masyarakat Indonesia. Di situlah pula ia menambahkan ruang kriminalisasi sangat terbuka lebar ketika masyarakat dipaksa untuk menerima LGBT layaknya orang yang normal.

“Mereka di depan masyarakat berperilaku baik, tapi di belakang mereka ingin merubah mindset masyarakat tentang agama mereka sendiri, bukankah mereka memang sudah intoleran lebih dulu ketika memaksakan pendapat bahwa LGBT adalah halal ke dalam aturan agama kita?,” tambah Henri lagi.

Seperti diketahui, belum lama ini LSI bekerjasama dengan Yayasan Denny JA melakukan riset tentang meningkatnya populasi yang tidak nyaman terhadap keberagaman di Indonesia.

Dalam riset terbaru ditemukan, 67,8 Persen masyarakat Indoensia merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang yang berbeda agama, 61,2 persen dengan orang Syiah, 63,1 persen dengan orang Ahmadiyah, dan 65,1 dengan orang homoseks (gay).

“Temuan survei ini, menyimpulkan bahwa semakin meningkat sikap toleransi terhadap keberadaan orang lain yang berbebeda identitas sosialnya,” kata Novriantono di kantor LSI Rawamangun, Ahad (21/10/2012).

Menurut pengertian LSI, sikap masyarakat Indonesia yang dikenal religius yang tidak menerima aliran Syiah dan Ahmadiyah yang dianggap sesat ulama serta kelompok yang memiliki kelainan orientasi seksual seperti gay dianggap perilaku intoleran.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gaylesbianLSIold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Pemerintah Hendak Mengunci Langkah Ormas Islam yang Dianggap Vokal”
Tulisan selanjutnya Hamid Fahmy: Lebih Baik Kita Dianggap Intoleran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?