Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Segelintir Orang Menyaksikan Bin Ladin Dibuang ke Laut

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 23 November 2012 09:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Saat kapal induk Amerika Serikat USS Carl Vinson mengangkut dan menenggelamkan jenazah Usamah bin Ladin ke Laut Arab, hanya segelintir orang saja yang menyaksikannya. Hal itu terungkap dari surat-surat elektronik yang dirilis pemerintah Obama atas permintaan Associated Press (AP) berdasarkan undang-undang kebebasan informasi.

Mayat Bin Ladin dibawa ke kapal induk Vinson pada malam 1 Mei 2011 setelah dibunuh pasukan komando angkatan laut AS Navy SEALs di rumahnya di Abbottabad, Pakistan. Kebenaran identitas mayat Bin Ladin dikonfirmasi oleh pejabat AS.

Kedatangan mayat Bin Ladin yang diangkut dengan helikopter di Vinson dikonfirmasi oleh Laksamana Muda Samuel Perez, komandan pasukan serbu di kapal induk tersebut lewat email yang dikirimkan ke pejabat humas Vinson Laksamana Muda Charles Gaouette.

Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan sejumlah kode. Misalnya, ketika Gaouette bertanya “apakah ada kabar tentang paket untuk kita?”, Perez menjawab, “FedEx sudah mengirimkan paket itu. Kedua truk kembali ke markas dengan selamat.” FedEx adalah nama salah satu perusahaan ekspedisi barang lintas negara.

Pada email lanjutan bertanggal 2 Mei 2011, Gaouette berkata bahwa “prosedur pemakaman menurut Islam dilakukan.” Dijelaskan bahwa mayat Bin Ladin dimandikan dan dibungkus kain putih. Jenazahnya kemudian ditempatkan ke dalam kantung yang diberi pemberat. Setelah itu diletakkan di papan rata, dimiringkan lalu diceburkan ke dalam laut. Hanya segelintir orang yang menyaksikan pembuangan mayat Bin Ladin tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Email mengenai mayat Bin Ladin dan pembuangannya ke laut dikirimkan pula kepada Laksamana Mike Mullen yang ketika itu menjabat ketua gabungan kepala staf angkatan bersenjata AS, dan Jenderal James Matis pejabat tinggi di Pusat Komando AS. Mullen kemudian pensiun dari dinas kemiliteran pada September 2011.

Meskipun pemerintah Obama menjanjikan transparansi atas sebagian besar informasi sejarah Amerika, namun mereka tetap menyembunyikan sejumlah materi terkait penyergapan atas Bin Ladin, kata Associated Press (22/11/2012).Departemen Pertahanan AS alias Pentagon pada bulan Mei lalu mengaku tidak dapat menemukan di mana letak foto-foto atau video yang merekam prosesi pembuangan mayat Bin Ladin. Demikian pula keberadaaan foto-foto yang menunjukkan mayat Bin Ladin di atas Vinson.

Pentagon mengaku tidak dapat menemukan dokumen sertifikat kematian, serta laporan tes DNA hasil otopsi atas mayat Bin Ladin.

Pentagon juga menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal catatan pemeliharaan helikopter dan laporan tentang peralatan militer yang dipakai dalam operasi pembunuhan Bin Ladin. Sebagaimana diketahui, salah satu helikopter siluman yang dipakai SEALs saat melakukan operasi itu jatuh di dekat rumah yang diklaim sebagai tempat persembunyian Usamah bin Ladin di Abbottabad. Bangkai helikopter itu ditinggalkan begitu saja oleh pasukan AS dan penduduk setempat di sekitar lokasi pembunuhan Bin Ladin banyak yang memotretnya. Sisa-sisa helikopter itu kemudian dibersihkan oleh aparat keamanan Pakistan.

Badan intelijen luar negeri Amerika CIA, yang memiliki hak khusus untuk menyembunyikan informasi rahasia dan terlibat dalam aksi pembunuhan Bin Ladin, belum menanggapi permintaan AP terkait informasi operasi rahasia tersebut.*  

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaBINold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Posisi Perlawanan Palestina Makin Kuat
Tulisan selanjutnya Mabit Bersama Remaja Masjid Sunda Kelapa November 2012

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Berita
21 Juli 2026 19:08
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?