Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketahanan Keluarga, Kunci Hadapi Budaya Barat yang Rusak

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 April 2013 16:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Umat Islam perlu menguatkan pondasi syariat sebagai benteng keluarga. Hal ini diperlukan karena kunci ketahanan keluarga saat ini sedang menghadapi ancaman dari budaya Barat yang rusak, demikian disampaikan  salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Abdurochim Ba’asyir.

Menurut Iim, demikain ia akrab disapan, ketahanan pertama yang harus dibangun dalam keluarga Muslim adalah kekuatan tauhid.  Dengan kuatnya tauhid, seorang Muslim tahu jalan hidup antara yang haq dan yang bathil.

Sedang ketahanan kedua adalah menegakkan shalat lima waktu. Sebab orang yang memiliki tauhid pasti mengenal Allah Subhanahu Wata’ala. Dan orang-orang ini pasti takut meninggalkan shalat.

“Meninggalkan shalat adalah pintu pertama kemunkaran, orang yang kokoh tiang shalatnya pasti benci terhadap kemunkaran,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam kegiatan “Solo Muslim Fair 2013”, di Solo, Selasa (09/10/2013).

Iim menjelaskan, orang yang meninggalkan shalat akan mudah terbawa hawa nafsunya. Dan orang yang mengikuti hawa nafsunya itu lebih buruk dari binatang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Karena itulah apapun permasalahan masyarakat hanya bisa diselesaikan dengan pembangunan nilai-nilai akidah Islam,” jelasnya lagi.

Adapun menurutnya, beberapa tahap membangun ketahanan akidah itu harus dimulai dari lingkup keluarga.  Jika ada anggota keluarga sudah rusak budaya syariatnya maka akan berdampak pada kualitas keluarga itu sendiri.

Keluargaa jangan diam meihat anak-anak tumbuh menjadi manusia-manusia rusak. Dan keluarga harus jadi payung yang melindungi akidah anggota-anggotanya.

Selain faktor keluarga, lingkup masyarakat juga berperan penting dalam ketahanan keluarga. Jika kemaksiyatan dibiarkan tumbuh  dalam masyarakat maka anak-anak akan tumbuh mengikuti arus masyarakat itu.

“Maka dari itu kita harus jeli memilih lingkungan masyarakat, jangan mudah terwarnai oleh kejahiliyaan yang masih ada di masyarakat,” tambahnya.

Sedang ketahanan yang ketiga, adalah lingkungan pertemanan anggota keluarga. Terutama anak-anak.  Teman yang shaleh pasti mengajarkan kebaikan. Sedang teman yang  rusak pasti juga akan mengajarkan kebejatan.

“Jangan remehkan kualitas lingkungan pendidikan anak-anak kita,” jelasnya.

Sebab menurutnya, latar belakang pendidikan sangat mempengaruhi cara melihat suatu permasalahan hidup. Pendidikan sekuler akan mendidik kita melihat masalah  dari sudut pandang sekuler pula. Sedang pendidikan  Islam akan membangun sudut pandang keislaman dalam dirinya dalam melihat sebuah masalah.

“Pendidikan di sekolah Islam atau pesantren jelas memilik dampak berbeda dengan pendidikan di sekolah umum, apalagi non Islam,” tandasnya.

Karena menurutnya,  sangat penting mendidik anak-anak kita dengan pemahaman syariat sejak dini.

Yang keempat, ikut memanta dan menjaga lingkungan keluara dari informasi luar. Jangan biasakan keluarga kita terbiasa dengan media dan informasi yang membawa arus maksiat. Perkembangan internet, televisi dan lain sebagainya harus dikontrol.

“Sebab kenyakinan terbangun berdasar informasi. Kenyakinan menghasilkan sebuah perilaku. Kenyakinan yang benar akan membawa sikap yang benar, kenyakinan salah membawa sikap yang salah pula,” ujarnya kepada para peserta yang hadir.

Ketahan yang terakhir  adalah pengetahuan agama. Sering orang melihat cara pandang yang keliru terhadap syariat Islam. Sementara itu, masih ditambah semakin buruk dengan hilangnya figur keteladan kalangan Muslim untuk memberi contoh akhlak yang benar.

Karena itulah,  mengapa penanaman akidah yang benar merupakan kunci mewujudkan model figur-figur akhlak mulia.

“Inilah kunci lahir keluarga Muslim yang tangguh. Keluarga seperti ini tidak akan terwarnai oleh perubahan zaman yang penuh kejahiliyaan.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akidahold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FE Syariah IAIN Sunan Ampel adakan “Festival Ekonomi Syariah 2013”
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Bangun 60 Ribu Tenda Tahan Api untuk Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
INSISTS Camp 2026: Mengalirkan Ilmu dan Menguatkan Benteng Peradaban dari Rumah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Ketua Umum MUI Usulkan Danantara Syariah Indonesia untuk Perkuat Ekonomi Umat
MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat

Terbaru

  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045
  • KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
  • Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa
  • Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah
  • Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?