Hidayatullah.com–Malam mingguan biasanya identik dengan ajangnya hura-hura bagi para remaja, namun tidak demikian halnya dengan puluhan pemuda yang tergabung di Komunitas Berbagi Nasi Pekanbaru “#BerbagiNasiPKU”.
Lebih dari 100 bungkus nasi telah mereka kumpulkan dan siap untuk dibagi-bagikan kepada para pemulung, penjual koran, anak-anak jalanan, satpam, petugas kebersihan, serta warga yang “tidur beratapkan langit, beralaskan bumi” di jalanan kota Pekanbaru, Riau, Sabtu malam (04/04/2013).
Nasi bungkus ini merupakan hasil sedekah anggota komunitas serta masyarakat yang peduli dan simpatik terhadap aksi sosial ini.
Koordinator #BerbagiNasiPKU, Fajar Shodiq menuturkan bahwa aksi ini telah berlangsung sejak Januari 2013.
“Kegiatan ini kita adakan 4 kali seminggu; berbagi nasi setiap malam Rabu dan Ahad, berbagi makan siang setelah shalat Jum’at, dan berbagi sarapan setiap Ahad pagi,” ujar Fajar saat ditemui hidayatullah.com.
“Ini untuk meningkatkan rasa peduli akan sesama, apalagi di zaman kapitalis dan liberalis sekarang ini yang sudah mendarah daging,” tambah Fajar.
Ke depan, komunitas ini memiliki target untuk menyisihkan 2,5 % dari gaji anggota mereka untuk disumbangkan membeli nasi.
Memulai Dengan Salam
Penggagas aksi ini, Rio, menjelaskan, saat memberikan nasi harus memulainya dengan salam.
“Standar Operasional Prosedur (SOP) kita adalah ucapkan salam, kemudian baru berikan nasi. Kalau berjumpa dengan orang yang sedang tidur, jangan bangunkan dengan mengatakan ’Pak, Buk,’ tapi ucapkan salam kepada mereka. Karena mereka trauma dengan (maaf) Satpol PP,” ujar Rio saat briefing.
Saat aksi, mereka membagi rute menjadi 3 bagian dengan 3 tim, masing-masing tim dikomandoi oleh seorang pimpinan. Mereka berkeling kota Pekanbaru untuk mencari warga yang membutuhkan makan malam, khususnya fakir dan miskin.
Selain di Pekanbaru, komunitas ini juga sudah tersebar di beberapa kota besar seperti Bandung, Semarang dan beberapa kota lainnya.*/Hidayat, Pekanbaru




