Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Buat Kesepakatan, Meski Kehadiran NATO telah Buat Rakyat Afganistan Menderita

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2013 09:08 9:08 am
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 14 Oktober 2013 09:08
Bagikan
Pasukan asing di Afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com— Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, dan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, akhirnya mencapai kesepakatan awal dalam pakta keamanan bilateral pada Sabtu (12/10/2013).

Pemberlakuan perjanjian tersebut sekarang bergantung pada persetujuan dari pemimpin suku-suku di Afghanistan. Demikian diberitakan Reuters.

Pakta kerja sama tersebut, yang diumumkan oleh Kerry dan Karzai setelah dua hari perundingan di Kabul, akan membuat sebagian tentara Amerika Serikat tetap berada di Afghanistan setelah misi pasukan NATO berakhir pada 2014. Dalam pakta tersebut, tentara Amerika Serikat yang tidak kembali ke negaranya akan mendapatkan imunitas dari undang-undang Afghanistan.

“Malam ini, kami berhasil mencapai kesepakatan awal,” kata Karzai dalam konferensi pers.

Hari Sabtu  Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai melanjutkan pembicaraan di Kabul. John Kerry  tiba di Istana Presiden Afghanistan di Kabul, didampingi oleh Dubes AS untuk Afghanistan James Cunningham  dan Kepala Protokoler kementerian Luar Negeri Afghanistan Hamid Siddiq.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kehadiran  John Kerry melanjutkan pembicaraan hari kedua di Kabul dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai untuk mengatasi berbagai perbedaan dalam kesepakatan keamanan mengenai masa depan pasukan Amerika di negara itu, demikian dikutip Voice of America (VOA).

Kerry menuju ke Afghanistan hari Jumat (11/10/2013) untuk kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya dengan harapan memajukan negosiasi mengenai kesepakatan itu. Para pejabat Amerika di Kabul mengatakan beberapa kemajuan telah dicapai.

Kedua negara berusaha mencapai kesepakatan selambatnya akhir Oktober yang akan memungkinkan pasukan Amerika untuk tinggal di Afghanistan setelah misi militer pimpinan NATO berakhir tahun depan.

Washington dan Kabul telah bernegosiasi selama lebih dari satu tahun. Berbagai pembicaraan telah macet pada isu-isu terkait kedaulatan Afghanistan, peran pasukan Amerika, dan permintaan Karzai atas jaminan Amerika untuk melawan intervensi asing di masa depan.

Menderita

Anehnya, sebelum ini Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (The North Atlantic Treaty Organization/NATO di negaranya, yang menyebabkan “banyak penderitaan” tanpa memberikan keuntungan apa pun.

“Terkait keamanan terdepan, seluruh misi NATO justru yang menyebabkan banyak penderitaan pada rakyat Afghanistan, banyak korban jiwa, dan tidak ada keuntungan karena negara tidak aman,” katanya kepada Yalda Hakim dari BBC World News.

“Apa yang kami inginkan adalah keamanan mutlak dan perang yang jelas terhadap terorisme,” katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

Pemimpin yang akan mengakhiri masa jabatannya itu juga mengatakan kepada BBC bahwa dia mungkin tidak akan menandatangani kesepakatan keamanan bilateral yang diinginkan oleh Amerika Serikat (AS).

Tentang kesepakatan keamanan dengan Amerika Serikat yang akan menjelaskan hubungan kedua negara setelah penarikan pasukan NATO pada 2014, Karzai mengecilkan harapan akan disepakatinya kesepakatan itu segera.

“Jika kesepakatan itu tidak sesuai dengan kami dan jika tidak sesuai dengan mereka kemudian, tentu kami akan berpisah,” jelasnya.

“Jika kesepakatan ini tidak memberikan perdamaian dan keamanan bagi Afghanistan, maka rakyat Afghanistan tidak akan menginginkannya.”

Kehidupan rakyat Afghanistan makin memburuk  setelah Taliban yang berkuasa digulingkan  secara paksa oleh pasukan multinasional yang didukung AS akhir tahun 2001. Perubahan hidup, kematian warga sipil dan militer mencapai rekor tertinggi setelah kehadiran sekitar 150.000 pasukan asing di tempat itu.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerikaNATOtentara asing
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berjalan Kaki 6.387km Menuju Makkah
Tulisan selanjutnya Sejarawan: Syiah Selalu Ingin Hancurkan Negara yang Bukan Imamah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?