Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Mencegah Generasi Next To Nothing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 April 2015 10:28 10:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 April 2015 10:28
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

HAMPIR semua ilmu itu kini tersedia bebas untuk bisa kita pelajari di belantara dunia maya, namun ini tidak menjadi jaminan bahwa orang yang hidup di jaman ini menjadi lebih cerdas dalam mengatasi perbagai persoalan hidupnya. Bahkan kini muncul generasi yang next to nothing (NTN) – sangat sedikit menguasai sesuatu. Banyak sekali pekerjaan terbuka, tetapi serba tidak bisa dilakukannya – disuruh bekerja ini tidak bisa, yang itu-pun tidak bisa. Apa yang sesungguhnya terjadi dengan generasi NTN ini?

Bisa jadi mereka rajin berjam-jam berinteraksi dengan dunia maya, tetapi mereka tidak belajar sesuatu. Bisa jadi mereka lulusan perguruan tinggi ternama, lagi-lagi mereka tidak belajar sesuatu. Maka waktu yang ditempuh dalam seluruh proses yang seharusnya menambah ilmu dan ketrampilannya, terbuang sia-sia.

Dunia bisa berubah dengan sangat cepat di era teknologi informasi, tetapi proses menuntut ilmu dan mengembangkan ketrampilan tidak berubah. Metode paling efektif-nya exactly the same dengan yang diajarkan oleh Allah kepada utusan terakhirnya Muhammad ShallAllahu ‘Alaihi Wasallam.

Melalui ayat yang pertama turun Iqra’ – bacalah ! ini jendela ilmu terbuka untuk pertama kalinya. Maka dengan melimpahnya sumber ilmu di dunia maya, kita bisa mempelajari apa saja apabila kita rajin membaca.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Tetapi membaca saja tentu tidak cukup bila dia tidak membekas dalam pikiran kita, maka kita juga harus memiliki daya ingat yang baik untuk bisa mengingat apa yang kita baca. Bahkan ada sumber segala sumber ilmu yang dijamin mudah diingat atau dihafalkan – yaitu Al-Quran.

Sampai empat kali Allah mengulang ayat yang sama:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran (diingat), maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar : 17,22,32,40).

Dibaca saja Al-Quran sudah memberi manfaat, dihafalkan tentu lebih baik lagi bagi yang mau melakukannya – tetapi lebih dari itu karena Al-Quran juga merupakan jawaban untuk seluruh persoalan kehidupan (QS 16:89), dia juga harus dipahami. Bagaimana menjawab persoalan jaman bila tidak memahami petunjuk yang senantiasa valid untuk itu?

Tetapi hanya sampai paham juga belum menyelesaikan persoalan, masalah yang perlu dihadapi di masyarakat adalah konkrit – maka solusinya juga harus konkrit. Seperti konon ungkapan para wali dalam menyelesaikan tantangan dakwahnya di Jawa:  sing udo klambenono, sing luwe pakanono, sing ngelak ombenono, sing kudanan (yang telanjang berilah pakaian, yang lapar berilah makan, yang haus berilah minum, yang kehujanan/kepanasan berilah payung (rumah)!

Dalam berusaha mengamalkan ayat-ayatNya inipun jalannya tidak selalu mudah, ujian demi ujian bisa saja datang. Justru pada tingkat pengamalan inilah resiko itu mulai hadir, sebab kalau baru paham saja belum ada resikonya.

Seperti Anda belajar usaha, apapun yang Anda pelajari belum mendatangkan resiko karena Anda belum berbuat. Tetapi begitu Anda terjun langsung dengan usaha yang sesungguhnya, sejak pertama kalinya terjun tersebutlah resiko sudah  menemani Anda.

Maka dari waktu kewaktu kita juga harus selalu melakukan evaluasi atau muhasabah, petunjuk yang datang dariNya sudah dijamin kebenarannya – hanya pemahaman dan pengamalan kita yang bisa saja keliru. Muhasabah dari waktu kewaktu inilah media untuk meluruskan kembali kekeliruan-kekeliruan tersebut.

Dari muhasabah ini pula akan timbul kebutuhan untuk memverifikasinya dengan sumbernya yang semula, yaitu bacaan kita tadi. Maka siklus ini akan terus berulang :Membaca- Mengingat-Menghafalkan-Memahami-Mengamalkan-Mengevaluasi dst.

Bagimana kalau kita tidak lakukan ini? Kita tidak mulai membaca dan membaca? Kita akan menjadi masyarakat ummiyyun seperti kaum Yahudi yang disindir Allah dalam ayat berikut:

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لاَ يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلاَّ أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَظُنُّونَ

“Dan di antara mereka ada yang ummiyyun (buta huruf), tidak mengetahui Al Kitab , kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (QS al-Baqarah [2]:78)

Tantangan umat jaman ini tentu bukan lagi buta huruf dalam arti tidak bisa membaca, tantangannya adalah bagaimana mendorong agar umat mau membaca banyak-banyak – sebagai titik awal masuknya petunjuk. Petunjuk yang ada di depan mata-pun tidak ada gunanya bila kita tidak mulai membacanya.

Seperti pepatah itik mati di lumbung padi, generasi next to nothing justru lahir di era informasi. Tidak ada jalan untuk untuk mencegahnya kecuali dengan mengikuti petunjukNya yang dicontohkan langsung dengan perintah Iqra’ – bacalah. Dan tentu kita juga sepakat bahwa tidak ada bacaan lain yang lebih baik dari Kitabullah – Al-Quranul Karim, maka sudah seharusnyalah membaca Al-Quran harus kita berikan prioritas yang terbesar dari segala yang kita baca. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:generasipetunjuk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FBI Selidiki Kemungkinan Teror ISIS di Amerika
Tulisan selanjutnya Berjilbab, Dua Muslimah Disingkirkan Warner Bros dari Kursi Penonton

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?