Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mendengar, Resep Menguatkan Rumah Tangga [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2015 11:35 11:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Mei 2015 09:07
Bagikan
Mendapatkan pasangan yang simpatik dan empatik tentu adalah dambaan (ilustrasi)
Bagikan

SEPERTI tidak ada waktu bersama. Sepulang kantor sang suami langsung mandi, makan, kemudian kembali sibuk dengan hp-nya; entah baca berita, ber-whatsapp atau chatting dengan fasilitas Blackberry Messenger (BBM). Ibunya anak-anak pun terbelit dengan pekerjaan rumah tangga dan aneka permintaan dari ananda. Akhirnya aktivitas hari itupun ditutup dengan alasan yang selalu sama, “ngantuk”.

Rasanya awal pernikahan dulu, pasangan bagaikan teman setia yang selalu menyediakan waktu untuk bicara. Selalu tersedia waktu untuk curhat dan selalu ada teman lucu untuk hunting yang seru. Tapi itu dulu. Sekarang, bisa bicara berdua untuk hal yang penting pun langka. Lebih enak “ngobrol” dengan teman-teman di Whatsapp atau di BBM. Atau, lebih baik tidur setelah seharian berjibaku dengan rutinitas.

Bertindak Membahagiakan

Tentu ini kondisi yang tidak diinginkan oleh siapapun. Mendapatkan pasangan yang simpatik dan empatik tentu adalah dambaan. Pasangan yang tak hanya bersedia memberikan “telinganya” untuk mendengarkan apa yang kita katakan tetapi juga memberikan perhatian dan hatinya untuk bisa membahagiakan. Seperti layaknya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Siti Khadijah yang selalu menjadi teman untuk saling mendengarkan dan membahagiakan.

Mari kita tengok dialog yang terjadi saat Rasulullah menceritakan peristiwa di Gua Hira pada Khadijah ra, “Ketika aku bertemu dengan Khadijah, aku duduk di pahanya dan bersandar padanya. Khadijah kemudian bertanya, ‘Hai Abu Qasim, dimana engkau berada? Sungguh aku telah mengutus orang-orangku untuk mencarimu hingga mereka tiba di Makkah atas, kemudian pulang tanpa membawa hasil.’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menjawab pertanyaan tersebut dengan menceritakan semua hal yang dialaminya di Gua Hira. Khadijah kemudian berkata, ‘Saudara misanku, bergembiralah dan tegarlah. Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguh aku berharap kiranya engkau menjadi Nabi bagi umat ini.’” (Sirah Ibnu Hisyam: 198).

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Kita dapat melihat tindakan yang luar biasa dilakukan Khadijah manakala melihat suaminya pulang dalam keadaan bergetar dan menanggung ketakutan. Ia menyediakan dirinya hingga Rasulullah Shallallu ‘Alaihi Wassallam dapat duduk dipangkuannya dan bersandar padanya. Layaknya seorang anak yang merapat pada ibunya saat merasa ketakutan. Kata-kata yang diucapkannya juga menenangkan dan menegaskan kesediaan untuk menjadi pendukung Rasulullah menghadapi hal yang besar. Padahal bila yang mendengar hal tersebut bukan Khadijah ra, maka bukan tak mungkin yang dihadapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah tuduhan mengada-ada atau saran untuk tidak terlalu memikirkannya.

Namun, Khadijah ra memang pendamping pilihan. Ia tidak demikian. Dengan simpatinya yang luar biasa, ia menyediakan dirinya mendengar bahkan memberikan posisi yang nyaman bagi suaminya. Kemudian, dengan empati yang dalam, ia menenangkan, menghibur bahkan memberi dukungan bagi sang suami. Tak hanya sekadar simpati dan empati, Khadijah ra pun bertindak dengan mengkonfirmasi berita yang diterima dari suaminya pada seorang keluarganya, Waraqah bin Naufal, untuk mengukuhkan kebenaran tersebut. Setelah kebenaran itu nyata, Khadijah-lah yang pertama kali mengimani kerasulan suaminya.

Ibnu Ishaq menceritakan dalam sirah-nya, “Dengan masuknya Khadijah, Allah Ta’ala meringankan beban Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika beliau mendengar perkataan yang tidak disukainya; baik itu penolakan atau pendustaan yang membuat hatinya sedih, maka Allah Subhanahu Wata’ala menghilangkan kesedihan beliau dengan pulang ke rumah dan menjumpai Khadijah. Khadijah binti Khuwailid menyemangati beliau, meringankan beban beliau, membenarkan beliau, dan memandang remeh tanggapan manusia terhadap beliau.”*/Kartika Ummu Arina (bersambung)

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:istriKeluargaKeluarga IslamiKeluarga Muslimpasangansuami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hindari Pemikiran Liberalisme Masuk Dalam Keluarga
Tulisan selanjutnya Dai Papua: Umat Islam Harus Pegang Akidah yang Kuat Dalam Berdakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?