Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Penghilangan Gelar Khalifatullah, Pengamat: Ada Pengaruh Pluralisme

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Mei 2015 10:21 10:21 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Mei 2015 10:14
Bagikan
Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menguncapkan Sabda Tama di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta. Beberapa sabda Raja yang diucapkan Sri Sultan yakni, menghapus gelar Khalifatullah dan megukuhkan GKR Pambayun sebagai Putri Mahkota
Bagikan

Hidayatullah.com-Pemerhati sejarah Jawa dan Islam Susiyanto merasa prihatin penghilangan gelar Khalifatullah dalam gelar kesultanan, di Siti Hinggil Kraton Ngayogyakarta.

Susiyanto menilai, penghilangan ini nampaknya mulai ada pengaruh paham liberalisme dan pluralisme agama dalam pemikiran Sultan Hamengkubuwono X.

Pernyataan itu Susiyanto sampaikan menanggapi salah satu isi Sabda Raja yang telah diucapkan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono X terkait penghilangan gelar Khalifatullah dalam gelar kesultanan, di Siti Hinggil Kraton, Kamis (30/04/2015).

“Saya sebenarnya prihatin, akhir-akhir ini memang ada beberapa hal yang bersifat negatif berkaitan dengan Islam dari keraton Yogyakarta, terutama pemikiran sultannnya yang agaknya mulai terpengaruh oleh pluralisme agama, dibadingkan untuk mengikuti leluhur- leluhurnya yang memiliki kedekatan dengan Islam,” kata Susiyanto kepada hidayatullah.com saat dihubungi, Kamis (07/05/2015) pagi.

Dari pihak kerajaan sendiri, kata Susiyanto, sebagaimana perkembangan yang ia ikuti, sebenarnya Sultan pada saat itu ingin mengangkat putri atau anak perempuannya sebagai putra mahkota. Karena gelar khalifah tidak mungkin diwarisi oleh anak perempuan, maka, lanjutnya, dilepaslah gelar (khalifatullah) tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sejak Hamengkubuwono III di lingkungan kraton itu kedekatan sultan dengan Islam masih cukup kental. Cuma Hamengkubuwono setelah-setelah itu kedekatannnya dengan Islam agak berkurang,” kata Susiyanto Sekretaris Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Solo Raya ini.

Kraton sendiri sebetulnya sudah berupaya meluruskan bahwa kraton itu merupakan kesultanan Islam. Misalnya, saat zaman perang Diponegoro, tepatnya pasca perang itu kepercayaan rakyat terhadap kraton menurun saat itu. Kemudian, lanjutnya, kraton mengeluarkan karya sastra bernama suryo rojo, yaitu cerita fiktif yang di dalamnya memuat cerita Islam.

“Karya fiktif ini dibuat dalam rangka untuk mendekati kalangan santri dan ulama pada saat itu. Jadi, sebenarnya dari pihak kraton sendiri ada upaya untuk lebih mendekati Islam dengan menggunkan medium-medium budaya seperti itu,” pungkas penulis buku “Strategi Misi Kristen Memisahkan Islam dan Jawa” (2010) ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Daerah Istimewa YogyakartaislamSultan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Delapan Tersangka Jadi Saksi Dalam Sidang Ketiga Kasus Az-Zikra
Tulisan selanjutnya Penganut Yahudi Berbondong-Bondong ke Tunisia Kunjungi Sinagog Tertua di Afrika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?