Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Umat Islam Jangan Sampai “Ishraf” Selama Bulan Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Juni 2015 08:33 8:33 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Mei 2015 20:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Pengamat Ekonomi Islam, Agustianto mengatakan pola hidup konsumtif umat muslim Indonesia selama Ramadhan sedang berlangsung, pada umumnya cenderung mengalami inflasi (kenaikan,red) dalam masalah pangan, sandang serta perabotan rumah tangga.

“Namun, yang paling kita tegaskan dan banyak terjadi terutama masalah pangan,” kata Agustianto kepada hidayatullah.com, Jum’at (07/05/2015).

Hal itu, menurut Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional, tidak perlu terjadi dalam kehidupan umat Muslim di Indonesia. Sebab, menurutnya, pola hidup konsumtif umat Muslim selama Ramadhan seharusnya bersifat sederhana.

“Jadi, idealnya tidak ada peningkatan pola hidup komsumtif umat muslim selama melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan,” jelas Agustianto.

Jika dilihat dalam sejarah ekonomi Islam, menurut alumnus pendidikan program doktor Ekonomi Islam UIN Jakarta, mulai sejak zaman Rasulullah (para sahabat) sampai zaman daulah Islamiyah, itu tidak pernah terjadi inflasi di dalam perekonomiannya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu, ungkap Agustianto, di Indonesia setiap bulan Ramadhan –karena permintaan masyarakat terhadap kebutuhan barang meningkat dan terhindarkan—maka terjadilah yang namanya inflasi.

“Padahal, inflasi itu sesuatu yang tidak pernah kita inginkan karena akan menyebabkan menurunnya daya beli dan pasti akan meningkatkan angka kemiskinan,” terang Agustianto.

Jadi, menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia ini, jika kaum muslimin mengamalkan al-Qur’an maka hendaknya tidak boleh bersikap ishraf (berlebih-lebihan terhadap objek konsumsi terutama seperti pangan, dan lain sebagainya, red).

“Saya berharap umat Islam di Indonesia tidak bersikap Ishraf (boros dan melampau batas, red) selama bulan Ramadhan,” demikian harapan Agustianto.

Selain itu, Agustianto mengatakan bahwa sebenarnya ada sikap yang salah yang dilakukan oleh kebanyakan kaum Muslimin Indonesia ketika bulan Ramadhan. Karena dalam bulan Ramadhan tentu pada siang hari, kurang lebih selama 13 jam kaum Muslim menahan lapar dan dahaga. Maka, ketika tiba waktu berbuka mereka berpikir –istilahnya ingin balas dendam— untuk mengkonsumsi makanan lebih dari yang biasanya.

“Itulah yang menyebabkan pola hidup konsumtif mengalami inflasi atau meningkat serta pola hidup yang salah karena menimbulkan sikap ishraf,” pungkas Agustianto yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan RamadhanishrafMenyambut Ramadhanpanganumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Awal Ramadhan dan Syawal, Muhammadiyah: Perlunya Kalender Islam Untuk Satukan Umat Islam
Tulisan selanjutnya Kapan Kita Ajarkan Membaca (Al-Qur’an)?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?