Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasca Penyadapan, Indonesia Kaji Ulang kerjasama dengan Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 November 2013 04:50 4:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 November 2013 04:50
Bagikan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan PM Australia Tony Abbott dalam konferensi pers bersama di Jakarta, 30 September lalu
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemeritah Indonesia akan mengkaji ulang kerjasama dengan Australia menyusul dugaan aksi penyadapan yang dilakukan Australia terhadap Indonesia.

Demikian disampaikan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menyusul aksi penyadapan yang dilakukan di Kedutaan mereka di Jakarta.

Menurut Julian Pasha,  sikap Australia tidak menunjukan sikap bersahabat dengan Indonesia. Aksi  penyadapan itu lanjutnya juga telah mencederai  kepercayaan Indonesia pada Australia. Julian menyatakan pemerintah Indonesia akan meninjau kerjasama pertukaran informasi,pemberantasan penyelundupan manusia dan terorisme.

Pemerintah lanjutnya sangat tidak menerima aksi penyadapan yang dilakukan negara sahabat di Kedutaan mereka di Jakarta karena sebagai negara yang berdaulat, Indonesia punya kerangka kerja resmi untuk hal itu.

Selain Australia, Amerika Serikat juga dikabarkan telah melakukan penyadapan terhadap Indonesia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hingga saat ini pemerintah Australia  dan Amerika tambah Julian belum berani jujur tentang penyadapan ini meskipun perwakilan mereka sudah dipanggil Kementerian Luar Negeri Indonesia beberapa waktu lalu.

“Mereka (pemerintah Australia) belum menyampaikan secara persis yah apakah mereka melakukan hal itu atau tidak, jadi kita tidak bisa memastikan pula apakah mereka menolak atau mengakui hal tersebut,” ujarnya dikutip BBC.

Mata-matai Konferensi di Bali

Sebelumnya, dikutip Radio Australia ABC, 4 November 2013, sebuah bocoran laporan dari NSA mengungkap kalau Australia dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya juga memata-matai Indonesia dengan memanfaatkan konferensi perubahan iklim PBB di Bali pada 2007 lalu.

Laporan itu disampaikan suratkabar Inggris the Guardian yang mengutip bocoran dari Edward Snowden dengan mengungkapkan bagaimana agen mata-mata Australia dari Direktorat Sandi Pertahanan (DSD) dan Badan Kemanan Nasional (NSA) Amerika Serikat berkerja sama dalam sebuah operasi mengumpulkan nomor telepon sejumlah pejabat keamanan Indonesia.

“Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman kuat terkait jaringan struktur yang harus dikumpulkan jika ada kondisi gawat darurat,” tulis laporan itu.

Nomor nomor yang dikumpulkan termasuk milik kepala Kepolisian Daerah Bali.

Rincian detilnya disampaikan dalam sebuah laporan mingguan dari pangkalan NSA di Australia, di Pine Gap pada Januari 2008.

Majalah mingguan Der Spiegel Jerman di situs lamannya bahkan memuat peta titik-titik penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2010. Di peta tersebut terlihat fasilitas penyadapan intelijen di 90 negara di dunia. Melalui fasilitas penyadapan yang dipasang di Kedutaan Besar dan Konsulat, AS melakukan pengawasan terhadap komunikasi telepon dan jaringan internet di kota-kota di Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk Jakarta, Kuala Lumpur, Phnom Penh, Bangkok, Manila dan Yangoon.

Menurut laporan media Australia, Kedutaan Besar Australia di beberapa negara merupakan bagian dari program spionase global AS. Kedutaan Besar Australia di luar negeri melakukan pengawasan dan penyadapan komunikasi di kawasan Asia Pasifik.  

Malaysia dan Indonesia mengajukan protes keras terhadap AS yang memasang alat sadap di Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur dan Jakarta.

Sementara itu, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan pemerintah tidak bisa bersikap lunak terkait laporan penyadapan, mengingat aksi penyadapan merupakan pelanggaran serius atas etika hubungan internasional dan norma hukum internasional.

“Kalau Indonesia biasa-biasa saja ini akan menjadi masalah, mengapa Indonesia sebagai suatu negara yang strategis ternyata responnya cuma seperti pak Marty lakukan protes keras di awal menuntut penjelasan setelah penjelasan tidak ada lagi tindakan,” papar Hikmahanto.

Serangan Peretas

Akibat kekecewaan terhadap sikap Australia,  sekelompok hacker alias peretas yang menggunakan identitas Anonymous Indonesia mengambil alih ratusan laman internet Australia dengan alamat online yang berakhiran dengan .au.

Para hacker mengklaim telah meretas 178 laman internet Australia sebagai respon protes atas laporan keterlibatan Australia memata matai Indonesia.

Mereka mengubah halaman depan ratusan laman internet itu dengan menulis sebuah pesan buat Pemerintah Australia.

Di salah satu halaman internet yang diretas tertulis, “Hentikan segala bentuk usaha memata matai Indonesia, atau kami akan membuat jaringan internet anda hancur (sic).”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatanonymousAustraliahackerpenyadapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Sidang Raya Dewan Gereja Se-Dunia, Din Sampaikan Pesan Damai
Tulisan selanjutnya Aher Buka Konsolidasi Nasional KAMMI di Bandung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?