Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pos Menteri Pertahanan Afghanistan Masih Kosong

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juli 2015 18:18 6:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juli 2015 18:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Parlemen Afghanistan hari Sabtu (4/7/2017) menolak calon menteri pertahanan yang diajukan oleh Presiden Ashraf Ghani. Padahal, pos menteri yang sangat penting itu berbulan-bulan sejak pemerintahan baru Afghanistan terbentuk hingga sekarang masih kosong.

Akhir Mei presiden mengajukan nama Mohammad Masoom Stanekzai, seorang pejabat penting dalam lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi proses perdamaian di negeri itu, untuk memimpin kementerian pertahanan.

Stanekzai membutuhkan 107 suara mendukung dari parlemen. Tetapi dia ternyata hanya berhasil medapatkan 84 suara dari 213 anggota parlemen yang menggunakan hak pilihnya. Akhirnya, hingga bulan kesepuluh ini belum ada orang yang terpilih sebagai menteri pertahanan.

“Masoom Stanekzai sayangnya tidak mendapatkan suara dukungan dari majelis rendah parelemen,” kata jurubicara majelis rendah Abdul Rauf Ibrahimi, kata peserta sidang hari Sabtu seperti dikutip AFP.

Orang yang diajukan oleh Presiden Ghani sebelumnya untuk menjabat menteri pertahanan, mantan kepala staf AD Sher Mohammad Karimi, juga tidak mendapatkan restu yang cukup dari majelis rendah parlemen Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berlarut-larutnya pemilihan menteri pertahanan tersebut kabarnya disebabkan oleh perbedaan pendapat antara Ghani dengan kepala eksekutifnya, Abdullah Abdullah.

Abdullah merupakan rival Ghani dalam pemilihan presiden. Abdullah sebenarnya unggul mutlak dalam putaran pertama. Namun anehnya, dalam pilpres putaran kedua dia justru kalah dari Ghani yang mendapatkan restu dari Amerika Serikat sebagai pengganti Hamid Karzai, yang dipandang sebagian kalangan sebagai boneka Washington. Pengamat internasional yang mengawasi pemilu sendiri mengakui banyak terjadi kecurangan dalam proses pemilu yang sulit diatasi. Oleh karena Abdullah banyak mendapatkan dukungan cukup banyak dan kuat dari sebagian tokoh-tokoh masyarakat dan kepala suku di Afghanistan dan untuk mencegah konflik lebih jauh, Abdullah akhirnya diberi kedudukan sebagai kepala eksekutif, sebuah jabatan yang sebenarnya tidak ada dalam sistem pemerintahan Afghanistan, dan juga tidak dikenal dalam sistem pemerintahan yang biasa dipakai negara di seluruh dunia. Kompromi itu pun dicapai atas campur tangan Washington.

Posisi menteri-menteri lainnya juga baru mendapatkan persetujuan parlemen setelah berbulan-bulan tertunda. Tetapi, tidak selama seperti dalam kasus menteri pertahanan ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Tangkap 3 Bersaudara Terkait Pemboman di Kuwait
Tulisan selanjutnya Al-Shabaab Diduga Membunuh Belasan Pekerja Kenya yang Sedang Tidur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?