Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KAMMI Desak Pemerintah Usir Diplomat Amerika dan Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 November 2013 11:05 11:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 November 2013 11:05
Bagikan
KAMMI tak dukung Capres Manapun
Bagikan

Hidayatullah.com–Tindakan Penyadapan yang dilakukan intelijen Amerika Serikat (AS) dan Australia terhadap Presiden RI dan sejumlah Pejabat Indonesia telah mencoreng dan merendahkan Bangsa Indonesia.

Guna melindungi kepentingan nasional bangsa Indonesia,  Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMMI) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) SBY untuk mengusir diplomat Amerika dan Australia dari Indonesia.

“Ini adalah bentul pelanggaran atas kedaulatan Bangsa Indonesia. Sikap minimalis justru ditunjukkan dengan hanya memanggil Dubes Indonesia untuk Australia untuk berkonsultasi. Sementara Perdana Menteri Australia mengatakan dengan tegas tidak akan meminta maaf atas segala tindakannya melindungi kepentingan nasional Australia,” demikian pernyataan KAMMI kepada hidayatullah.com, Kamis (21/11/2013).

Sikap Presiden SBY ini, dinilai KAMMI belum mencerminkan ketegasan seorang Presiden dalam melindungi Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia.

Menurut KAMMI, bukan hanya tentang etika hubungan negara bersahabat, kasus penyadapan ini adalah bentuk ancaman nyata dari AS dan Australia terhadap Kedaulatan dan Keselamatan Bangsa Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Penyadapan adalah tindakan memata-matai musuh, maka Penyadapan AS dan Australia harus dimaknai sikap permusuhan AS dan Australia terhadap Indonesia.

 “Atas nama Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia, Indonesia harus mengusir Diplomat AS dan Australia. Ini adalah pesan tegas bahwa pemerintah Indonesia memiliki komitmen besar melindungi Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia, dan siap bertindak tegas kepada siapapun yang mengusik dan mengancam Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia”, tegas Ketua Umum KAMMI Andriyana dalam siaran Persnya.

Andriyana menambahkan bahwa Presiden SBY boleh bicara etika hubungan negara sahabat, namun yang jauh lebih penting adalah komitmen dan sikap tegas Presiden SBY dalam melindungi dan menjaga Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia.

Bila Presiden SBY lambat bersikap tegas atas kasus Penyadapan ini, maka AS dan Australia yang menganggap Indonesia musuh, akan memandang rendah Bangsa Indonesia. Sehingga atas nama Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia, Pemerintah dan Presiden SBY harus segera mengusir Duta Besar dan Diplomat Amerika Serikat dan Australia.

“KAMMI akan mengirim surat kepada Presiden, Dubes Amerika, dan Duber Australia untuk menyampaikan sikap tegas KAMMI ini,” ujar Andriyana.

Sementara itu, Ketua PP KAMMI Bidang Kebijakan Publik Arif Susanto menambahkan bahwa tidak cukup sekedar menghentikan dan meninjau kerjasama Inteligen dan kerjasama militer, harus ada sikap dan tindakan yang lebih tegas.

“Pesan kemarahan Bangsa Indonesia atas kasus Penyadapan ini harus disampaikan dengan eksplisit dan tegas. Mengusir Diplomat AS & Australia akan menjadi pesar yang eksplisit dan tegas dari Bangsa Indonesia demi melindungi Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia,” lanjut Arif.

Seluruh bangsa dan Negara di dunia akan melakukan apapun untuk melindungi Kepentingan Nasional Bangsa mereka. Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia yang paling utama adalah Kedaulatan Teritori dan Kesejahteraan Umum Rakyat Indonesia.

Mengingat Australia ikut andil dalam menekan Presiden BJ Habibie agar terjadi referendum dan membuat Timor Timur lepas dari pangkuan ibu pertiwi, maka penyadapan AS dan  Australia adalah ancaman serius terhadap keutuhan NKRI. Ini adalah ancaman paling fundamental bagi Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia.

Karenanya Presiden dan bangsa Indonesia harus tegas dan memberikan pesan eksplisit atas kemarahan dan kekecewaan kita pada AS dan Australia.

Bila kita tidak tegas, maka Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia akan terancam. Ini adalah kegagalan kita dalam melindungi amanat pendiri bangsa Indonesia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaAustraliadiplomatKammipenyadapanusir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Australia: Darwin Paling Dirugikan Ketegangan RI-Ausralia
Tulisan selanjutnya Amerika, SBY hingga KPK Pusing Atasi Kemelut Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?