Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indahnya Berkarier Sambil Tetap Hafalkan al-Quran

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 November 2013 07:48 7:48 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 November 2013 07:48
Bagikan
Dokumentasi Mukhayyam Al-Quran Nasional Akhwat ke-2
Bagikan

Hidayatullah.com–Menjadi Penghapal Qur’an adalah sebuah keniscayaan. Sesibuk apapun kegiatan dan karier, menghapal pesan dan firman Allah Subhanahu Wata’ala seharusnya tidak dijadikan beban. Hal itulah yang diharapkan dalam acara “Mukhayyam Al-Quran Nasional Akhwat ke-3” yang diadakan oleh Yayasan Markaz Al-Quran, Jakarta.

Selama lima hari (26 November-1 Desember 2013), para akhwat penghapal Quran akan berkumpul di Puncak, Bogor.

Mukhayyam berarti pembinaan khusus dan intensif. Sebanyak 157 orang peserta yang berasal dari Sabang sampai Merauke, menguatkan tekad berinteraksi dengan Al-Quran secara intensif.

Menurut Pembina mukhayyam Ustadz Riyadhus Sholihin sesibuk apapun kegiatan, tidak menjadi alasan bagi peserta untuk melupakan al-Quran. Bahkan menurutnya, ada beberapa orang berprofesi sebagai dokter, psikolog dan juga bergerak di bidang teknik. Bahkan sebagian peserta merupakan ibu rumah tangga dengan jumlah anak lebih dari tiga orang.

Antusiasme terhadap acara ini terlihat dari daftar tunggu peserta. Ada sekitar 50 orang penghapal Quran yang masuk dalam daftar tunggu. Rentang usia peserta beragam. Mulai dari usia 19-50-an tahun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kami kekurangan musyrif dan musyrifah sehingga ada pendaftar yang belum bisa mengikuti mukhayyam kali ini,”ulasnya.

Peserta terseleksi dengan ketat. Peserta diharuskan memiliki hafalan minimal 4 Juz. Selain rekomendasi ustadzah masing-masing, para peserta juga dites melalui telepon oleh para musyrif dan musyrifah.

“Mereka diminta melanjutkan ayat,”ungkapnya.

Walaupun ketat, panitia memberikan toleransi bagi peserta yang berasal dari wilayah minim pembinaan al-Quran. Seperti peserta dari Papua.

Peserta dari bumi Cendrawasih itu diberikan kesempatan datang ke Bogor walaupun hafalan baru 3 Juz.

Riyadhus yang sudah menjadi pembina sejak Mukhayyam pertama, mengatakan, program ini merupakan program berjenjang selama kurang lebih empat taun. Dimulai dari mukhayyam 1 sampai muhayyam 8.

Setiap tujuh bulan sekali, mukhayyam periode berikutnya dimulai. Diharapkan pada saat mukhayyam 8, bisa mencetak 200 hafidzah, yang tersebar di seluruh nusantara.

Mental digembleng

Selama lima hari, peserta digembleng. Tiada menit tanpa bersentuhan dengan ayat-ayat Allah. Target mereka di sana mampu bertilawah 10-15 Juz/hari.

Selain itu, mereka juga diwajibkan menyetor hapalan baru sebanyak empat Juz yang dicicil sampai akhir acara.

“Jika peserta sebelumnya sudah punya hapalan 10 Juz, maka nanti dia akan menyetor empat Juz,”ungkapnya. Itu berarti saat para peserta pulang, sebanyak 14 Juz sudah tersimpan didalam dada-dada mereka. 

Berdasarkan pengalaman mukhayyam sebelumnya, sekitar 75 persen peserta mampu mencapai target yang ditentukan. Sebanyak dua belas musyrif dan musyrifah siap menerima setoran hapalan.

Tidak hanya bertilawah dan menghapal, mukhayyam juga menjadi ajang pembinaan ruhiyah. Setiap pagi dan sore, peserta akan mendengarkan tausyiah dari para pembina.

Termasuk tahan berdiri selama lima jam. Sama seperti dua mukhayyam sebelumnya mulai jam 23.00- 4.00, shalat malam dilakukan berjamaah.

Sebanyak empat Juz dibaca sampai sebelum adzan Subuh. Total sebanyak 20 juz terbaca setiap malamnya. Sepuluh juz sisanya dibaca bersama-sama saat siang hari. Sehingga diakhir acara bisa khatam 30 Juz.

Ustadzah Suhartatiek, Al Hafidzah, salah satu musyrifah di Mukhayyam 3, mengatakan  bahwa tabiat Penghapal Qur’an adalah disiplin. Ketat dalam mengatur waktu dan menempatkan Al-Quran sebagai prioritas.

“Ketika tahajud, ia me-muroja’ah (mengulang-ulang) hapalannya. Semakin banyak hapalan, maka semakin lama tahajud-nya,”ulasnya. Wanita yang akrab dipanggil Suhartatiek ini mengatakan, bahkan bisa saja dalam dua rakaat tahajud, sebanyak satu Juz Quran yang dibaca.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranhafalanhafidzahmukhayyam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KJRI Jeddah Buka Pekan Ilmiah dan Olahraga di Universitas Madinah 1435
Tulisan selanjutnya Mengerem dampak Miras dengan Ingat Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?