Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Anggota Komisi IX DPR RI: Soal Surat Abbot Seperti Kasus Bunda Putri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 November 2013 07:09 7:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 November 2013 07:09
Bagikan
Mantan PM Australia Tony Abbot
Bagikan

Hidayatullah.com — Ada kesamaan pola karakter emosional yang ditunjukkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perihal belum dibukanya isi surat balasan yang dikirimkan PM Australia Tony Abbot soal penyadapan dengan kasus “buka-bukaan” sosok Bunda Putri.

“Rupanya ini menjadi sebuah karakter emosionalnya. Seperti kasus Bunda Putri, awalnya SBY janji akan blak-blakan, begitu agak terang, tiba-tiba mandeg,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Nasrullah dalam perbincangan dengan hidayatullah.com, Selasa (26/11/2013).

Nasrullah mengimbuhkan, surat balasan dari pemerintah Australia soal penyadapan itu sebaiknya diumumkan ke publik kendati oleh kedua negara sepakat tertutup. Sebab, menurutnya, kasus penyadapan ini telah meluas sehingga sudah menjadi domain bangsa bukan hanya eksekutif saja.

“Dulu waktu kasus Bunda Putri kemudian beliau marah-marah di luar. Janji akan membongkar semua, ternyata nggak diekspos lagi. Kasus surat PM Australia ini sama,” tukas Nasrullah.

Anggota Komisi IX DPR RI asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan seharusnya surat balasan dari PM Australia itu diumumkan ke masyarakat Indonesia, setidaknya poin-poin utamanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ditanya apakah tidak diumumkanya isi surat balasan itu karena adanya upaya rekonsiliasi secara sepihak dari Australia? Nasrullah menduga demikian. Ia mengatakan biasa dalam hubungan bilateral antar negara, ketika ada persoalan yang dianggap mengganggu dari salah satu negara itu, meski kemudian diantaranya ada yang merasa disakiti tetap ada harapan kerjasama.

“Kita juga masih punya keterkaitan dengan negara Australia, kerjasama pendidikan, ekonomi, peternakan. Juga dalam kerjasama keamanan, pertahanan, dan intelijen, rugi mereka kalau itu dilepaskan,” katanya.

Seperti juga desakan masyarakat Indonesia, Nasrullah pun berharap dalam surat balasan itu memuat permohonan maaf secara terang PM Australia Tony Abbot atas kelancangan pihaknya melanggar konvensi internasional soal penyadapan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunda puteripenyadapanPM Australia Tony Abbotsby
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Siap Menjadi Bagian Koalisi Partai Islam
Tulisan selanjutnya Hari Ini Sidang Vonis Penganiayaan ‘Kasus Nikah Beda Agama’ Digelar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
3 September 2026 19:12
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?