Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sikap Muslim yang Baik, Tak Silau Barat, Tapi Mengkritisinya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2015 20:53 8:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Agustus 2015 20:53
Bagikan
Dr. Ugi Suharto di Gedung Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya
Bagikan

Hidayatullah.com– Saat ini banyak umat Islam yang silau dengan metodologi dan peradaban Barat. Mereka dan malah menghujat Islam itu sendiri. Padahal, Islam pernah berjaya karena keilmuannya, dan Barat banyak belajar pada Islam.

Demikian disampaikan Dr. Ugi Suharto saat menjadi pembicara dalam diskusi pemikiran dan peradaban Islam di Gedung Pascasarjana UNAIR Surabaya, Kamis (13/08/2015).

Dr. Ugi menjelaskan salah satu yang menjadi tantangan saat ini adalah banyak pelajar Muslim yang belajar ke barat justru menyimpang, karna menggunakan kacamata orientalis dalam memahami ajaran Islam.

“Karena mereka tertarik dengan motodologi barat, ketika pulang mereka malah ragu dengan para ulama,” ujar Dr. Ugi yang kini Assistant Professor Collage of Bahrain.

Alumni ISTAC Malaysia ini menegaskan bahwa tidak seharusnya umat Islam anti dengan Barat, namun posisi yang tepat umat Islam kepada Barat sebagaimana sikap Imam Al Ghozali, wajib untuk bersikap kritis terhadap apa-apa yang dating dari Barat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ada hal-hal yang bisa kita ambil, ada juga hal-hal yang harus kita kritisi. Baiknya sikap kita adalah seperti Imam Al-Ghozali terhadap peradaban Yunani, yang tidak menerima sepenuhnya, namun tidak pula menolak seluruhnya,” jelas Dr. Ugi.

Lebih lanjut Dr. Ugi menjelaskan jika kita ingin mengkritisi peradaban Barat, maka kita harus memiliki pegangan keilmuan keislaman yang kuat terlebih dahulu.

“Harusnya ilmu agama kita lebih tinggi daripada ilmu fardhu kifayah (ilmu umum, red) kita. Kalau yang terjadi sebaliknya, seringkali ilmu fardhu kifayah justru mengkritik ilmu fardhu ‘ain (ilmu agama/din, red), ini bahaya,” jelasnya.

Sering kali realitanya terjadi seperti itu.  Jika ilmu fardhu kifayah lebih tinggi dari ilmu fardhu ‘ain, yang terjadi justru ilmu fardhu kifayah mengkritik ilmu fardhu ‘ain. Akibatnya banyak terjadi orang awam justru mengkritik ulama dan para salafus shalih.

“Kalau kita sudah berpikir nyeleneh, salahkan diri kita dahulu, jangan salahkan ulama, berarti ada yang salah dengan pemikiran kita (otak, red),” ujar Dr. Ugi.

Menurutnya, langkah yang tepat seharusnya umat Islam memiliki kedua ilmu tersebut sama-sama tingginya.

“Idealnya adalah ilmu fardhu ‘ain kita tinggi, ilmu fardhu kifayah kita juga tinggi,” pungkas Dr. Ugi. */Yahya G. Nasrullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratfardhu kifayahfardu 'ainilmuilmu agamametodologi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Serangan Seksual Julian Assange di Swedia akan Kadaluarsa
Tulisan selanjutnya Daging Langka, Konsumsi Saja Ikan dan Tempe

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?