Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fadhlan Garamathan: Ada 3 Tahap Islam Masuk Ke Papua

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2015 09:55 9:55 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 Agustus 2015 09:49
Bagikan
Pimpinan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Fadhlan al-Garamatan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dari sejarah masuknya Islam di tanah Papua bahwa ada tiga tahap Islam masuk ke Papua, yaitu pertama tahap daratan pada 1214-an Masehi, atas dakwah Maliku Sholeh kepada dai yang bernama Iskandar Syah.

Demikian dikatakan Dai Pedalaman Papua, Fadhlan R. Garamathan dalam acara silaturahim Tokoh dan Ulama yang digelar MIUMI di Ruang Putri Ratna, Grand Sahid Hotel Jakarta, Kamis (13/08/2015) malam [baca: Ingin Menerima Kritik, MIUMI Gelar Silaturahim Tokoh Dan Ulama].

“Hingga Iskandar tiba di sana membawa dakwah dan melahirkan raja-raja Islam yang hari ini adalah berambut kriting, hitam dan dimusuhi,” kata Fadhlan.

Kedua, lanjut Fadhlan, perjalanan dakwah yang dilakukan oleh wali songo dimana masjid pertama di Irian dibangun oleh Raden Fatah. Dan ketiga, katanya, dakwah Islam diperkuat dari Sulawesi Selatan yaitu murid-murid dari Harun Palaka yang menikah dengan anak-anak kepala suku di sana hingga mereka tinggal dan berdakwah sampai menghasilkan 12 kerajaan Islam.

“Dimana 10 ada di bagian selatan dan pantai, 2 lagi naik berdakwah ke atas gunung,” ujar Fadhlan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Terkait dengan Tolikara, Fadhlan menuturkan bahwa ada dua hal yang harus dipahami umat dan bangsa ini, pertama, Tolikara adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang baru selama 12 tahun dimekarkan menjadi sebuah kabupaten sendiri.

“Dulunya Tolikara sebuah kecamatan kecil yaitu Karubaga yang jaraknya sekitar 75 kilometer dari Wamena. Pada 1984 kami pernah mencoba jalan kaki dari Wamena ke Tolikara, 4 hari 4 malam baru sampai,” papar Fadhlan.

Kedua, kata Fadhlan, perlu juga diketahui oleh umat dan bangsa ini bahwa perlu mendudukkan masalah di Tolikara. Sebab, ada klaim atau sebuah pemikiran jika Irian itu seakan-akan tidak ada. Padahal, lanjutnya, dalam catatan sejarah agama-agama yang ada di Irian, Islam jauh lebih dulu ada dibandingkan kristen.

“Kenapa saya lebih mudah menyebut kata Irian daripada Papua. Sebab kata Papua itu sebuah penodaan terhadap Irian. Kenapa? Sebab kata Papua itu mengandung sebuah kritikan kepada orang Irian untuk memisahkan diri dari NKRI,” papar Fadhlan.

Papua, kata Fadhlan lagi, menurut bahasa yang ada di Irian beberapa masa lalu artinya kriting, berkulit hitam, perampok, pemerkosa, suka makan orang dan sebagainya. Kemudian diisukan bahwa orang Irian itu hitam, kriting, tidak sama orang Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Jawa dan Sumatera hingga harus bisa membuat negera sendiri.

“Dan karena Islam lebih dahulu ada di sana, maka semua isu tersebut bisa dibantah,” pungkas Fadhlan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fadhlan GarmathanHarun PalakaIskandar SyahMaliku SholehSejarah Islam Masuk di PapuatolikaraWali SongoWamena
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waspada! Fransiskus, Muallaf Gadungan Bersyahadat 20 Kali
Tulisan selanjutnya “Pemerintah Gereja” Punya Peran Utama di Tolikara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?