Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Agen Intelijen NSA Menyusup ke Game Online, Penulis Dunia Protes

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Desember 2013 09:06 9:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Desember 2013 09:06
Bagikan
Game ‘World of Warcraft’
Bagikan

Hidayatullah.com–Peringatan buat Anda yang kerap bermain  game komputer online ‘World of Warcraft’, berhati hatilah karena salah satu dari teman satu tim anda mungkin saja merupakan mata mata betulan di kehidupan nyata.

Dokumen yang diperoleh oleh bekas agen Dewan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden, menunjukkan NSA dan CIA dan badan GCHQ Inggris berpikir kalau video game layak dipantau untuk mengumpulkan data intelijen.

Badan badan intelijen itu memilih agar agen mereka menginfiltrasi di dua game online populer ‘World of Warscraft’ dan ‘ Second Life’.

Media ProPublica yang bermitra dengan The Guardian dan New York Times mempublikasikan dokumen yang menunjukkan ada sejumlah batasan untuk melakukan aksi mata mata di dunia elektronik.

Dikutip Radio ABC Rabu (11/12/2013) dokumen itu juga menunjukkan kekhawatiran badan intelijen akan aksi terorisme menggunakan video games sebagai sarana komunikasi.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Jadi pada dasarnya, mereka takut kalau tempat ini (games) menjadi lokasi persembunyian para kriminal dan teroris,” ujar Elliot.

Dokumen tersebut sekaligus menggambarkan jika badan intelijen mempertimbangkan merebaknya game online sebagai kesempatan besar untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Layanan game online Microsoft Xbox Live memiliki 48 juta pengguna untuk komunikasi teks dan suara di antara mereka.

Bukan suatu kebetulan kalau Xbox Live diperhatikan oleh NSA sebagai platform yang sempurna untuk mengkoleksi ID, geo -location, daftar teman dan komunikasi pribadi.

Elliott mengatakan aksi mata-mata menimbulkan privasi dan masalah hukum .

“Saya kira hal itu menggambarkan semangat NSA untuk mengkoleksi apapun,” ujarnya.

Dokumen yang bocor itu yang ditulis beberapa tahun yang lalu menunjukkan bahwa agen intelijen harus beraksi di dunia maya untuk bermain bersama penggila game.

Elliott mengatakan game seperti World of Warcraft bersifat sosial dan seperti Facebook atau Twitter di mana anda bergaul dengan online dapat mengungkapkan informasi pribadi.

Perlawanan

Sementara itu, penulis dunia menyerukan perlawanan atas adanya pengawasan massal di dunia internet yang dilakukan oleh para agen rahasia.

Lebih dari 500 orang penulis dari seluruh dunia melakukan protes bersama-sama menentang pengawasan sistematis massal yang dilakukan melalui internet. Dalam seruan serentak itu, mereka secara bersama-sama menuntut sebuah perjanjian mengikat terkait hak-hak digital.

Berita mengenai pengungkapan informasi yang dilakukan oleh Edward Snowden menunjukkan dengan nyata sejauh mana dinas rahasia di seluruh dunia mematai-matai data-data pribadi milik warga. E-Mail, jaringan sosial dan, setiap halaman internet yang dikunjungi bisa di telusuri, dicegat dan dianalisa. Seperti kasus yang telah terjadi, bahkan Smartphone milik kanselir Jerman Angela Merkel juga tak lepas dari aksi penyadapan NSA atau badan intelijen Amerika.

Dikutip DW. DE, para penulis dari 83 negara yang bekerjasama dan menulis seruan menentang pengawasan sistematis yang dilakukan melalui internet oleh agen-agen rahasia seperti NSA.

Didalam seruan itu mereka menyatakan dengan pasti bahwa pengawasan melanggar privasi, dan membahayakan kebebasan berpendapat dan berpikir. Karena itu mereka menyerukan, melindungi demokrasi di dunia digital.

Yang ikut menadatangani seruan tersebut adalah pemenang penghargaan nobel karya sastra Orhan Pamuk, J.M Coetzee, Elfriede Jelinek, Günter Grass dan Thomas Tranströmer. Seruan ini juga diiklankan di internet dan koran-koran.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intelijenNSA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan Bali hanya Untungkan Negara Maju
Tulisan selanjutnya Ulama Serukan Rekonsiliasi, Saudi ajak Seriung Selamatkan al Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?