Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Keluarga Sakinah

Tarbiyah bagi Istri Membentuk Keluarga Sakinah (3)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2015 16:40 4:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2015 16:40
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

f. Penanaman Nilai Keteladanan

Ibu adalah teladan. Ia harus memberikan keteladanan dalam berpakaian, berpenampilan, berbicara, dan bertingkah laku. Kadang-kadang, ada beberapa ibu Muslimah yang berpura-pura di hadapan suami, anak-anak, dan anggota keluarga yang lain. Ia menampilkan citra diri yang sebagus-bagusnya di mata keluarga, tetapi ia berbuat jahat dan keji di luar rumah.

Para wanita yang banyak keluar rumah untuk urusan karier dan pekerjaan saat ini mengakibatkan tambahan agenda permasalahan dalam tarbiyah Islam. Sebab, dengan leluasa para istri Muslimah bergaul dan berhubungan setiap hari dengan sekian banyak lelaki di kantor tempat bekerja. Di antara mereka memang masih ada yang memiliki pemihakan kepada nilai-nilai syar’i da;am muamalah dengan lawan jenis. Tetapi, sebagian yang lain sudah tidak pernah memikirkan batas-batas lagi.

Kesadaran sebagai teladan di dalam keluarga dan masyarakat bisa terdegradasi oleh pengaruh lingkungan dan kebiasaan-kebiasaan yang dialami secara rutin setiap hari. Terkadang yang muncul adalah sikap kepura-puraan, karena ia masih mengharapkan anak-anak tumbuh dengan baik dan bermoral, sementara lingkungan `menuntut’ ia untuk berlaku tabarruj (berhias secara berlebih-lebihan) dan bebas moral.

Hendaknya ditanamkan perasaan bahwa istri adalah sosok Muslimah teladan di mata suami, anak-anak, dan masyarakat. Cara berpakaian di luar rumah amat mendukung hal ini. Untuk itu, perlu senantiasa menyesuaikan tuntunan syariat, antara lain menutup rambut dan seluruh anggota tubuh (kecuali muka dan telapak tangan), berpakaian longgar (tidak ketat), tidak transparan, tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh, tidak tabarruj, berpenampilan sederhana, serta lugas dalam berbicara dan tidak mendayu-dayu sehingga mencegah datangnya fitnah.

Baca Juga

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?
Kedudukan Hukum Adik Ipar
 Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam
Mengembalikan Indahnya ‘Kamar Tidur’

Perasaan dan tanggung jawab keteladanan semacam itu tidaklah senantiasa lahir dengan sendirinya. Pemunculan dan penjagaannya memerlukan sebuah proses pembiasaan dan tarbiyah yang berkesinambungan. Tanggung jawab keteladanan bisa dipupuk dalam diri para istri dengan nasihat, pengingatan, dan pengajaran.

Suatu ketika, Ummu Athiyah berkata kepada anak-anaknva, “Kemarilah kau, akan kuberi sesuatu.” Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bertanya, “Apa yang hendak kauberikan?” Ia menjawab, “Aku hendak memberinya kurma.” Rasulullah bersabda, “Sungguh, bila engkau tidak memberinya sesuatu, niscaya kamu akan ditulis sebagai wanita pendusta.”

Perasaan dan tanggung jawab keteladanan yang ditanamkan Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam kepada Ummu Athiyah tersebut, tampaknya mengenai suatu hal yang biasanya dianggap sepele dan sederhana dalam rumah tangga, yaitu tidak boleh menipu atau memberi harapan palsu kepada anak-anak. Jika dalam masalah yang cenderung dianggap sederhana itu pun ditanamkan sikap keteladanan, tentu saja untuk urusan yang lebih besar memerlukan perhatian yang lebih pula.

Penjagaan kesadaran sebagai teladan di mata anak-anak akan ikut menumbuhkan sikap ketegasan dan penolakan terhadap berbagai tawaran menyesatkan dari lingkungan. Ia akan merasa amat bersalah apabila memberikan keteladanan yang buruk di hadapan anak-anak. Dengan perasaan semacam itulah, ia terpacu untuk memberikan sesuatu yang paling bagus untuk dicontoh.*/Cahyadi Takariawan, dari bukunya Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:istrikeluarga sakinah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tarbiyah bagi Istri Membentuk Keluarga Sakinah (2)
Tulisan selanjutnya Pemberitaan Media Siber Dituntut Memberikan Manfaat bagi Pembaca

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Batas Sederhana Berpakaian dan Berhias

17 Januari 2021 07:57
Keluarga Sakinah

Bijaksana Saat Menolak Lamaran

24 Oktober 2018 17:12
Keluarga Sakinah

Hilangnya Kecemburuan Pertanda Matinya Kejantanan

22 Maret 2018 17:04
Keluarga Sakinah

Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

15 Maret 2018 16:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?