Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Cerita Assad Mencari Uluran Moskow [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2015 06:10 6:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Oktober 2015 05:37
Bagikan
Presiden Iran Rouhani dan Vladimir Putin: “Suriah adalah provinsi ke-35 dan sebuah provinsi yang strategis untuk kami”
Bagikan

Hidayatullah.com–Selama bertahun-tahun, Iran memberi dukungan kepada Presiden Suriah, Bashar al Assad. Namun mendadak, Assad mencari bantuan dari negeri Beruang Merah. Mengapa?

Seorang pegawai kedutaan Rusia di Damaskus mengungkapkan bahwa alasan utama Assad mencari bantuan kepada Moskow adalah ketakutannya atas musuhnya. Namun di saat yang bersamaan, rasa takut kepada sekutunya juga datang. Sekutu tersebut adalah Iran.

“Assad serta orang-orang di sekelilingnya takut kepada Iran,” ujar orang Rusia tersebut kepada Der Spiegel Online.

Tidak hanya rasa takut, Assad juga diliputi rasa geram karena merasa Iran memperlakukan Suriah seperti negara koloni. Assad merasa dia salah mempercayai tujuan Teheran, di mana pada akhirnya posisi Assad tidak akan penting lagi. Oleh karena itu Assad meminta tolong pada Rusia.

Apa yang diplomat Rusia tersebut katakan sedikit mengejutkan awalnya. Tanpa perlengkapan dari Iran, Afghanistan, Pakistan, Iraq dan Libanon – yang rekrutan sera transfernya diorganisasi oleh Tentara Revolusi Iran – pemerintahan Assad akan telah lama berakhir. Namun komentar-komentarnya adalah pelengkap bagi sejumlah detil-detil tambahan yang membentuk sebuah potret dibalik layar tentang perebutan kekuasaan, yang menyibak gambar baru tentang kondisi rezim di Suriah dan prospek negara tersebut secara keseluruhan.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Tentara Revolusi Iran telah lama merencanakan dan melaksanakan misi-misi dan operasi-operasi paling penting dalam rezim Suriah. Mereka bertanggung jawab, hingga ke detil-detilnya, untuk misi pertahanan di Aleppo dan Daraa yang cukup jarang, yang dimulai pada 2013.

Di Iran, Tentara Revolusi adalah salah satu grup yang ingin melanjutkan ‘Revolusi Islam’ – sebuah kemenangan Syiah atas Sunni. Mereka adalah negara di dalam negara, sebuah lembaga yang memiliki beberapa perusahaan dan hanya menjawab kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Presiden Hassan Rouhani tidak memiliki kekuatan terhadap Tentara Revolusi sama sekali.

Tujuan akhir mereka lebih dari sekedar menetapkan kembali status quo di Suriah. Pada awal 2013, Hojatoleslam Mehdi Taeb, salah satu dari pembuat rencana dibalik keterlibatan Iran di Suriah menyatakan: “Suriah adalah provinsi ke-35 dan sebuah provinsi yang strategis untuk kami.”

Selama beberapa dekade, aliansi antara Assad dan Iran adalah hubungan yang menguntungkan, terutama pada oposisi terhadap Iraq di bawah Saddam Hussein, yang telah lama berada di atas negara tersebut.

Namun kini, Assad bergantung kepada Iran untuk tetap berkuasa, dan Teheran mengambil kesempatan dalam situasi itu.

Menggunakan beragam cara, baik sipil maupun militer, Teheran kini dalam proses menetapkan diri mereka di Suriah. Secara militer, mereka dipegawaikan untuk menguatkan milisi Syiah Hisbullah di area-area dekat perbatasan Libanon. Untuk mencapai tujuan tersebut, Tentara Pertahanan Nasional Suriah dibentuk, sebuah pasukan yang eksis disamping tentara Suriah regular dan termasuk di dalamnya puluhan ribu milisi yang dilatih di Iran.

Tetap saja, Tentara Pertahanan Nasional mulai memisahkan diri dan bergabung ke milisi-milisi mafia lokal dan membantu hilangnya kekuasaan di daerah tersebut. */Tika Af’idah (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadiranLibanonrusiaSerangan Rusia Di Suriahsuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerakan Nasional Subuh Berjalan Sukses Hiasi Awal Tahun Baru
Tulisan selanjutnya Penikaman Masih Terus Berlangsung, Ekonomi Israel Merosot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?