Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Integrasi Universitas-Pesantren Harusnya Hasilkan Mahasiswa Dekat dengan Al-Quran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 November 2015 12:56 12:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 November 2015 12:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Tidak pernah ada ulama yang lahir dari lembaga selain pesantren. Demikian disampaikan Prof. Dr Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Sebab perguruan tingga melatih intelektual sementara pesantren lebih kepada menanamkan nilai dan pemahaman tentang Islam.

“Pesantren mengembangkan akhlak dan spiritual. Perguruan Tinggi mengembangkan intelektual dan prefesional,” ungkap Imam saat menjadi pembicara pada diskusi panel II di gelaran International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke IV di UIN Malik Ibrahim, Malang, Selasa, (24/11/2015).

Karena itu, sambungnya, ulama yang intelek dan intelek yang ulama, adalah sosok yang memiliki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.

“Karena itu kalau UIN tidak melahirkan ulama, boleh jadi karena hal tersebut,” selorohnya.

Atas dasar hal itu, Imam mengaku merintis pesantren di kampus yang dipimpinnya. Tidak mudah, lanjutnya, karena memang pesantren itu berbeda dengan Perguruan Tinggi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang mempelajari ilmu-ilmu eksak, bahasa, maupun sosial. Juga mampu mengkaji hal tersebut berdasarkan Al-Quran.

“Karena itu belajar tentang matematika, fisika, kimia, biologi, sosiologi, psikologi dan lainnya seharusnya mampu mengantarkan mahasiswa kepada Al-Quran dan mengenal Allah,” tegasnya.

Integrasi universitas dan pesantren, kata Prof. Imam, juga menghasilkan mahasiswa yang dekat dengan Al-Quran, tidak hanya memahami tapi juga menghafalnya.

“Makanya dulu setiap wisuda saya sempat kaget, ternyata mahasiswa yang meraih IPK tertinggi selalu saja dari mahasiswa yang hafal al-Quran 30 juz,” kenangnya.

“Itulah transformasi universitas yang sesungguhnya,” lanjut Prof. Imam.

Untuk itu, ia menekankan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya soal intelektualitas tetapi juga spititualitas.

“Lewat pendidikan seperti ini diharapkan lahirnya tokoh Islam yang ahli fisika, ahli biologi dan sebagainya, tapi juga faham Al-Quran dan hadits,” ujarnya.

Untuk diketahui, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang sendiri mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk tinggal di ma’had (pesantren mahasiswa) pada tahun pertama kuliah.

Harapannya, jika Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim selesai pembangunannya, maka semua mahasiswa akan tinggal di ma’had  selama 4 tahun.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICISImam SuprayogoInternational Conference of Islamic ScholarsmalangUIN Maulana Malik Ibrahim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. Michael Privot: Islamophobia adalah Tindakan Rasis
Tulisan selanjutnya Pertarungan Abadi Pembela Haq dan Bathil, Di Mana Kita?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?