Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Syeikh Belaid Hamidi: Bangkitkan Kembali Semangat Penulisan Mushaf di Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 November 2015 09:28 9:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 November 2015 09:28
Bagikan
Syeikh Belaid Hamidi di acara pengajian KWPSI dengan tema, "Penulisan Ayat-ayat Al-Quran Rahhalah di Bumi Aceh"
Bagikan

Hidayatullah.com–Aceh yang pernah mengukir kegemilangan di zaman kesultanan dengan penulisan mushaf Al-Quran ratusan tahun silam, saat ini perlu membangkitkan kembali semangat penulisan mushaf.

Ini merupakan bagian dari proses untuk memelihara Al-Quran hingga akhir zaman sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Surat Al-Hijr: 9 yang berbunyi, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Demikian disampaikan ulama dan penulis Mushaf Kerajaan Maroko, Syeikh Belaid Hamidi saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (25/11/2015) malam.

Menurutnya, semangat penulisan mushaf Al-Quran pada generasi muda Aceh ini juga sejalan dengan penerapan syariat Islam di provinsi paling ujung barat pulau Sumatera itu.

“Kalau Aceh lagi menerapkan syariat Islam, karena Al-Quran adalah syariat, berarti menuliskan mushaf Al-Quran itu itu penerapan syariat. Karenanya mari kita bangkitkan semangat dalam membudayakan kembali penulisan Mushaf dengan tangan yang kini mulai pudar tergerus zaman,” kata Syeikh Belaid Hamidi yang juga Dewan Hakim Perlombaan Kaligrafi Internasional Ircica, Turki pada pengajian KWPSI dengan tema, “Penulisan Ayat-ayat Al-Quran Rahhalah di Bumi Aceh”.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya, untuk menulis mushaf Al-Quran ini bukan pekerjaan yang mudah. Harus betul-betul siap, makanya dirinya ingin mempersiapkan dulu orang dan SDM-nya. Ketika dia sudah betul-betul nanti siap baru diarahkan, agar tidak sampai tergesa-gesa.

“Saya ingin mempersiapkan murid saya dulu yang ada di Aceh sebanyak empat orang agar betul-betul teliti dia dalam penulisan di nasakh, kemudian juga akan ikut membantu menulis satu dua juz, saya akan selalu berada di belakang murid-murid yang telah saya berikan ijazah khat,” terangnya.

Ditambahkan Syeikh, kalau misalnya pemerintah di Aceh betul-betul mendukung untuk penulisan mushaf ini, maka harus mendukung dari segala segi. Yang menulis itu nanti dia tidak lagi memikirkan hal-hal yang lain. Dia akan konsentrasi dengan penulisan. “Kalau pemerintah mendukung penuh, insya Allah saya akan siap membantu,” jelasnya.

Dalam pengajian KWPSI yang dimoderatori Dosi Alfian itu, penulis delapan mushaf Al-Quran asal Maroko ini juga mengisahkan bahwa dirinya memendam hasrat untuk menuliskan mushaf Al-Quran sejak kecil. Namun, Syeikh Belaid memasang tekad akan mewujudkan cita-citanya ketika umurnya mencapai 40 tahun.

Hingga pada suatu malam akhir tahun 1980-an, Syeikh Belaid Hamidi mengaku bermimpi bertemu Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Dalam mimpi itu, Rasulullah meminta Syeikh Belaid menuliskan mushaf Al-Quran.

“Setelah mimpi itu, saya sangat ingin menulis Al-quran, tapi ada satu kendala yaitu saya berjanji akan mulai menulis Al-Quran pada umur 40,” ungkap Syeikh Belaid.

Pada pengajian KWPSI, Syeikh Belaid Hamidi yang kini mengajar di Mesir, didampingi dua muridnya asal Aceh, Mukhlis Ilyas yang bertindak sebagai penerjemah, serta Khairul Rafiqi.

Penulis delapan mushaf Al-Quran asal Maroko ini juga mengisahkan bahwa dirinya memendam hasrat untuk menuliskan mushaf Al-Quran sejak kecil. Namun, Syeikh Belaid memasang tekad akan mewujudkan cita-citanya ketika umurnya mencapai 40 tahun. [Baca juga: Mulai Menulis Mushaf Setelah Bermimpi Rasulullah]

Hingga pada suatu malam akhir tahun 1980-an, Syeikh Belaid Hamidi mengaku bermimpi bertemu Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Dalam mimpi itu, Rasulullah meminta Syeikh Belaid menuliskan mushaf Al-Quran.

“Setelah mimpi itu, saya sangat ingin menulis Al-Quran, tapi ada satu kendala yaitu saya berjanji akan mulai menulis Al-Quran pada umur 40,” ungkap Syeikh Belaid.

Syeikh Belaid mengaku telah mengunjungi 13 negara. Di setiap negara yang ia kunjungi, tak lupa menuliskan Al-Quran disertai catatan pinggir nama daerah dan negara yang disinggahinya.

“Hari ini saya berada di Aceh tepat pada Bulan Safar. Sungguh merupakan suatu yang kebetulan bahwa mushaf yang sedang saya tulis ini, saya mulai pada bulan Safar tahun lalu,” katanya.*/T Zulhairi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:di AcehKaukus Wartawan Peduli Syariat IslamkhatkhatathKWPSImushafpenulisan mushafSyeikh Belaid Hamidi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Isi “Deklarasi Islamabad” terkait Peran Agama Menangkal Terorisme
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin: Bela Negara Wajib Bagi Seorang Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?