Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Berbagi Harta dengan Keluarga Mertua

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2013 17:21 5:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2013 17:21
Bagikan
Bagikan

SIAPAPUN tak menyangkal, bahwa uang adalah hal yang sensitif. Seringkali pertikaian dan percekcokan yang terjadi di ranah rumah tangga disebabkan oleh uang.  Bahkan banyak rumah tangga yang hancur akibat persoalan uang.

Salah satu contoh kasus adalah apa yang dialami rumah tangga Yusuf dan Asti. Asti sering menggerutu ketika sang suami, Yusuf, setiap bulan menyalurkan uang kepada keluarga orangtuanya. Yusuf memberikan uang untuk keperluan sehari-hari kedua orangtuanya dan membiayai sekolah adiknya yang paling kecil.

Di awal pernikahan, sampai memiliki satu anak pun sebetulnya Asti tahu persis bahwa Yusuf adalah tulang punggung keluarga orangtuanya. Asti pun berusaha memahami dan mengikhlaskannya. Namun, sejak kehadiran buah hati mereka yang kedua, Asti merasa kebutuhan rumah tangganya semakin menggelembung. Asti pun mulai mempersoalkan kebiasaan Yusuf. 

Kasus ini juga terjadi pada banyak pasangan rumah tangga lain.  Tidak hanya terjadi di pihak suami,  kadang istri pun melakukan hal yang sama.

Berasal dari Keluarga

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Siapapun tak dapat menghapus jejak bahwa sebelum menikah dan membina kehidupan berumahtangga, setiap manusia lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga. Seorang lelaki atau perempuan dibina untuk menanggung beban tanggung jawab hidup, dalam keluarga.

Mengingat semua ini tentu kita juga tak dapat melupakan peran orangtua dalam merawat dan mendidik baik diri kita sendiri maupun pasangan. Dibalik peran tersebut, tentu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh orangtua dan keluarga hingga kita dapat menjelma menjadi sosok yang sekarang.

Pengorbanan yang dilakukan oleh orangtua tentu tidak ada yang berpamrih. Namun, tentunya kita semua tahu bahwa semakin hari orangtua kita semakin berkurang tenaganya bahkan ada yang memasuki kondisi renta. Bila bukan kita yang menanggung atau meringankan beban tersebut, lalu siapa lagi?

Pemahaman tentang hal ini harus benar-benar dimiliki oleh siapapun yang akan menikah, bahwa apapun yang terjadi pada hari ini, tak dapat terlepas dari pengorbanan orangtuanya dan apa yang pernah dilewati oleh pasangan dalam keluarganya. Sehingga bila nanti hadir tuntutan untuk berbagi penghasilan dengan keluarga pasangan, tidak akan timbul rasa keberatan.

Komitmen untuk saling menerima apa adanya juga sangat penting untuk ditumbuhkan sedari awal pernikahan diniatkan. Ada beberapa pasangan yang mungkin berasal dari keluarga yang berkecukupan sehingga tak ada himbauan untuk meringankan beban ekonomi keluarga setelah menikah. Namun, tak jarang pasangan justru lahir dari keluarga yang kurang berada, sehingga dia yang kita pilih untuk mendampingi hidup, masih harus berbagi penghasilan untuk menghidupi keluarga.

Menyikapi keadaan perekonomian keluarga pasangan yang seperti inilah kesiapan kita untuk menerimanya apa adanya teruji. Dikala kondisi keuangan masih “aman-aman” saja, mungkin kita masih tersenyum lepas padanya saat berbagi. Namun, di kala keuangan tengah sulit, masihkah kita melapangkan dada untuk tidak menyesali pilihan yang jatuh padanya?

Selanjutnya, kita tentu menyadari sejak awal pernikahan dilangsungkan, kita tidak hanya menikah dengan seseorang yang kini ada di sisi. Namun, kita juga menikahi keluarganya dan segenap kondisi yang terjadi dalam keluarganya. Saat ijab kabul terucap, detik itu pula kita menjadi bagian dari kehidupan keluarganya. Nah, dengan demikian, detik itu pula beban yang menggelayuti pasangan dan keluarganya adalah beban yang mau tidak mau harus turut kita ditanggung.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Masjid di Tepi Barat Dicoret-coret Pemukim Yahudi
Tulisan selanjutnya Aparat Keamanan Kawal Ketat Bank Sentral Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?