Hidayatullah.com– Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin dikabarkan akan mengundurkan diri, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa sekutu politiknya, mantan perdana menteri Sheikh Hasina yang kabur ke India, akan kembali ke negara itu.
Pengunduran diri Shahabuddin dikemukakan beberapa hari setelah Hasina mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan kembali ke Bangladesh, tempat dia menghadapi hukuman mati karena menindas demonstrasi mahasiswa yang menyebabkan penggulingan pemerintahannya pada tahun 2024, lansir BBC Jumat (24/7/2026).
Sejak Hasina kabur, Shahabuddin berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri dari para pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh yang berkuasa, demikian menurut sumber-sumber yang dikutip BBC Bangla.
Seorang pejabat senior mengatakan kepada BBC Bangla bahwa Shahabuddin akan mengajukan pengunduran dirinya kepada ketua parlemen, yang dijadwalkan kembali ke Bangladesh pada hari Jumat.
Pimpinan parlemen, Hafiz Uddin Ahmad, memangkas kunjungannya ke Thailand, di mana dia menjalani perawatan medis, menurut keterangan sejumlah sumber kepada BBC Bangla.
Sumber-sumber lain juga mengatakan bahwa Shahabuddin mungkin akan menyebut sakit sebagai alasan pengunduran dirinya.
Namun, Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa pemerintah belum memberi tahu presiden apa pun, dan bahwa konstitusi mengizinkan presiden untuk mengundurkan diri jika ia menginginkannya.
Sebelumnya pada bulan ini, Hasina mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters bahwa dia dan para sekutunya akan kembali dari pengasingan di India dan menghadapi pengadilan di Bangladesh.
Tahun lalu, Pengadilan Kejahatan Internasional di Bangladesh menyatakan Hasina bersalah karena mengizinkan penggunaan kekuatan mematikan terhadap para demonstran yang 1.400 di antaranya tewas selama kerusuhan, yang akhirnya menyebabkan dia melarikan diri ke India bersama beberapa orang pengikutnya. Pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepadanya secara in absentia.
Dalam beberapa bulan setelah kepergiannya, partainya Hasina, Liga Awami, dilarang berpolitik dan banyak pemimpinnya dipenjara.”Para pemimpin dan pekerja partai saya mengalami penindasan yang luar biasa,” katanya kepada Reuters dalam wawancara awal bulan ini.
“Apabila kematian datang, saya ingin itu tiba di tanah air sendiri, di mana kedua orang tua saya dimakamkan dan darah mereka tumpah,” kata putri pahlawan kemerdekaan Bangladesh Sheikh Mujibur Rahman itu.
Bersamaan dengan digulingkannya pemerintahan Hasina, para birokrat papan atas di jajaran pemerintahannya disingkirkan dari jabatan mereka.
Mohammed Shahabuddin, yang mulai menjabat presiden pada 2023, merupakan satu-satunya sekutu Sheikh Hasina yang masih menjabat, dan dia terus melanjutkan tugas-tugas kepresidenan di saat pemerintahan sementara pimpinan ekonom peraih penghargaan Nobel, Muhammad Yunus, berkuasa.
Namun Shahabuddin, yang masa jabatannya sebenarnya berakhir tahun 2028, mengatakan kepada Reuters Desember tahun lalu bahwa dia bermaksud turun dari kursi kepresidenan. Dia mengatakan merasa “dipermalukan” oleh pemerintahan sementara, karena potretnya sebagai presiden disingkirkan tiba-tiba dari konsulat-konsulat dan kedutaan besar Bangladesh.
Namun demikian, dia menambah bahwa dia akan melanjutkan tugas kepresidenan sampai pemilu digelar dan membiarkan pemerintahan selanjutnya yang akan memutuskan jabatannya.
Setelah Partai Nasionalis Bangladesh menang telak dalam pemilu bulan Februari, Shahabuddin masih menjabat sebagai presiden.
Apabila dia jadi mengundurkan diri, pemilu untuk memilih presiden baru harus diselenggarakan dalam waktu 90 hari.




