Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

IRESS Minta Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Februari 2016 10:21 10:21 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2016 09:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Presiden Joko Widodo telah meletakkan batu pertama (groundbreaking,red) rencana proyek pembangunan Kereta Api Cepat (KAC) Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, pada 21 Januari 2016 lalu.

Setelah groundbreaking itu, dikatakan oleh Marwan Batubara dari Indonesian Resourees Studies (IRESS) justru terjadi kisruh rencana proyek pembangunan KAC. Bahkan menuai banyak penolakan dan gugatan dari berbagai kalangan masyarakat.

“IRESS minta pemerintah melakukan kajian ulang sebab keputusan proyek pembangunan KAC itu tidak diambil melalui kajian komprehensif yang melibatkan seluruh kementerian serta lembaga negara terkait. Sehingga, berbagai persyaratan kelayakan proyek tersebut, termasuk perijinan belum diperoleh hingga saat groundbreaking dilaksanakan,” jelas Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara dalam diskusi publik dengan tajuk, “Stop Pembangunan Kereta Api Cepat (KAC)  Jakarta-Bandung” di Bilangan Senayan Jakarta, Selasa (02/02/2016) kemarin.

Atau bahkan, lanjut Marwan, proyek pembangunan KAC diperhentikan total karena dianggap tidak sesuai dengan visi dan misi Nawacita (membangun dari pinggiran,red) yang selama ini selalu diusung oleh Presiden Jokowi.

“Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) proyek patut diragukan karena hasil kajiannya hanya diselesaikan dalam waktu sangat singkat (seminggu) atas desakan Presiden Jokowi,” ujar Marwan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lebih lanjut lagi, disebutkan Marwan, proyek pembangunan KAC Jakarta-Bandung ini lebih didominasi oleh pertimbangan aspek bisnis dibanding pembangunan yang justru seharusnya mempertimbangkan juga aspek-aspek ekonomi, politik, sosial serta budaya, pertahanan, keamanan dan lain-lain.

“Dikhawatirkan proyek KAC Jakarta-Bandung ditumpangi oleh berbagai kepentingan bisnis para pengusaha dan investor pengembang yang akan membangun sejumlah proyek properti di sepanjang jalur lintasan KCA,” cetus Marwan mengimbau.

Menurut Marwan, penyusunan rencana pembangunan KCA tersebut ditengari telah melanggar prinsip tata kelola dan kehati-hatian pengambilan keputusan atau penyelenggaraan negara yang baik (good goverment) serta masalah fisik jalur kereta yang dikhawatirakan rawan terjadi gempa dan disebutkan juga daerah yang rawan longsor.

“Kalau memang harus di-stop yah di-stop saja, Presiden tak perlu berambisi untuk terus melanjutkan proyek KAC tersebut apalagi ada pengembang yang menunggangginya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Marwan, pemerintah dituntut juga untuk selalu menjadikan kepentingan negara maupun rakyat sebagai pedoman utama mengambil kebijakan dan menetapkan keputusan terkait pembangunan infrastruktur, bukan justru memenuhi kepentingan investor asing, pengusaha properti dan segelintir orang yang berburu rente.

“Presiden Jokowi harus memperhatikan kondisi ekonomi dan keuangan negara, bukan hanya sekadar mengejar ambisi yang tak terkendali dan bahkan juga mengorbankan kedaulatan serta harga diri bangsa,” pungkas Marwan.

Marwan khawatir terjadinya penggelembungan biaya proyek mengingat biaya kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai 5,5 miliar dolar AS untuk jarak 142,3 km atau sekitar 38,5 juta dolar per km. Padahal sejumlah protek kereta api cepat lainnya. dapat dibangun lebih murah seperti Teheran- Isfahan 2,7 miliar dolar AS untuk 400 km.

“Ditenggarai keputusan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung lebih didominasi oleh keinginan donor yakni China bukan atas keputusan pemerintah RI sendiri. Apalagi, proyek KAC tidak termasuk dalam proyek prioritas nasional sebagaimana Proyek Tol laut yang selama ini dikampanyekan ‎oleh Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi publik yang digelar oleh IRESS bekerjasama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah seperti Hafidz Tohir (Ketua Komisi VI DPR RI), Candra Tirta Wijaya (Mantan Anggota DPR RI 2009-2014 dan Pakar Politik Luar Negeri), Dr. Yayat Supriatna (Pakar Transportasi dari Univ. Trisakti Jakarta), serta Agus Pambagio (Pakar Kebijakan Publik).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaIressJakarta-BandungJokowiKACMarwan BatubaraPembangunan Kereta Api Cepat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MIAI: Wadah Ukhuwah Islamiyah [5]
Tulisan selanjutnya DPR Minta Menag Beri Penjelasan dan Jaminan Soal Kerjasama Dengan Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?