Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Islamic Discovery

Bapak “Robotika Dunia”, Al-Jazari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2016 08:58 8:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2016 08:58
Bagikan
Salah satu buku Al Jazari sekitar 1181-1206
Bagikan

Hidayatullah.com–Anda pasti mengenal jam bandul, jam besar semi-otomatis yang menggunakan bandul sebagai penggerak mesinnya. Jika anda menilai jam yang ditemukan pada 1656 oleh Christiaan Huygens tersebut cukup canggih pada masanya, maka anda tentu terkagum-kagum atas penemuan Al-Jazari 5 abad sebelumnya.

Al-Jazari_Mechanical_Genius_2
Jam istana yang merupakan jam paling besar yang pernah dibuat Al-Jazari tersebut dapat menunjukkan pergerakan bintang-bintang, matahari, serta bulan

Al-Jazari bisa dibilang sebagai salah satu pionir penemuan robot. Sebagai kepala insinyur di Istana Artuklu, Turki, pada abad ke-11 dan 12, Al-Jazari menciptakan berbagai alat otomatis yang sangat maju untuk jamannya. Selain itu, beliau adalah salah satu penemu pertama yang menggabungkan teknologi dan estetika, karena banyak penemuannya yang tidak hanya melampaui masanya, namun juga indah, dengan ornamen-ornamen yang lekat dengan kehidupan orang-orang Turki pada masa itu, seperti ular, gajah, burung merak, serta patung-patung orang berjubah dan surban.

Rangkaian penemuannya beragam. Mulai dari robot pelayan yang bisa menghidangkan minuman secara otomatis, wastafel otomatis berbentuk merak, hingga sekelompok robot musisi yang dapat menghibur tamu-tamu kerajaan. Namun penemuannya yang paling terkenal adalah jam gajah.

Begini cara kerja jam setinggi 7 meter berbentuk gajah yang ditunggangi 2 orang pria lengkap dengan panggung dan dua ekor ular tersebut. Menurut catatan Ibnu Batutah, mekanismenya terletak di dalam badan si gajah, dimana terdapat sebuah tanki air besar. Di tanki tersebut, ada sebuah wadah berlubang yang tenggelam dalam kecepatan tertentu. Wadah tersebut terhubung dengan seutas tali dan sebuah sistem derek yang menggerakkan penunjuk waktu di bagian atas jam.

Saat wadah tersebut penuh terisi air, wadahnya akan tenggelam ke dasar tanki, dan menarik sebuah bola di bagian atas jam. Bola tersebut akan mengaktifkan burung phoenix di puncak jam, dan jatuh keluar dari paruh salah satu burung elang ke dalam mulut salah satu dari dua ular. Ular tersebut akan berputar di porosnya karena berat bola. Gerakan ini memiliki dua maksud.

Baca Juga

masjid granada
Setelah Lima Abad, Muslim Granada Miliki Masjid Sendiri
Varoliation: Cikal Bakal Vaksinasi Berasal dari Khilafah Utsmani
Mengenal Bapak Biologi Muslim, Al-Jahiz

Pertama, seutas tali akan tertarik dan mengangkat wadah dari dasar tanki dan me-reset posisi wadah. Serta kedua, bola tersebut jatuh dari mulut ular ke bejana di belakang patung pria yang akan memukul simbal, menandakan 30 menit telah berlalu.

Tidak hanya jam gajah, Al-Jazari menciptakan dua jam lainnya. Sebuah jam lilin, yang menurut sejarawan Inggris Donald R. Hill adalah jam lilin paling canggih hingga masa ini, serta sebuah jam astronomi berbentuk istana, yang merupakan jam astronomi berbahan bakar air yang paling canggih yang pernah dibuat, bahkan disebut sebagai komputer analog pertama yang dapat diprogram.

Jam istana yang merupakan jam paling besar yang pernah dibuat Al-Jazari tersebut dapat menunjukkan pergerakan bintang-bintang, matahari, serta bulan. Sebuah penunjuk berbentuk bulan sabit, yang menunjukkan menit, bergerak di gerbangnya, dituntun oleh sebuah kereta tersembunyi yang akan membuka sebuah pintu dan mengeluarkan manekin setiap jamnya.

Lahir dengan nama Badi’ al-Zaman Abu-‘l-‘Izz Ibn Isma’il Ibn al-Razzaz al-Jazari, Al-Jazari mendapatkan nama panggilan tersebut dari tanah kelahirannya, Al-Jazirah, sebuah daerah yang terletak antara Tigris dan Eufrat, yang lebih terkenal dengan nama Mesopotamia. Al-Jazari mengikuti jejak ayahnya untuk mengabdi kepada Sultan Dinasti Artuqid selama beberapa dekade di Diyar-Bakir yang kini berada di wilayah Turki.

Pada 1206, beliau menyelesaikan sebuah buku tentang tehnik mesin berjudul Al-Jami’ bayn al-‘ilm wa-‘l-‘amal al-nafi’ fi sinat’at al-hiyal yang berarti “Buku Pengetahuan tentang Penemuan-Penemuan Geometris yang Jenius” berisi kumpulan teori dan praktek mekanisme. George Sarton, penulis Introduction to the History of Science di tahun 1927 menyebut buku tersebut sebagai “Bahan rujukan yang paling terperinci dari jenisnya dan dapat disebut sebagai klimaks dalam pencapaian (para ilmuwan) Muslim di bidangnya.”

Buku karya Al-Jazari berbeda dari buku sejenisnya dalam aspek praktis karena penulisnya adalah seorang ahli mekanisme dan seorang pengrajin handal. Buku tersebut mendeskripsikan beragam alat-alat dengan sangat detil, membuatnya menjadi kontribusi tak terhingga dalam sejarah mekanika.*/Tika Af’idah, dari berbagai sumber

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahli mekanismeAl JazariGeorge SartonIlmuwan Muslimjam bandulmekanik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KJRI Jeddah Selamatkan TKI Korban Trafficking yang Disekap
Tulisan selanjutnya Yang Penting Nyenyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?